Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Budaya

Amerika LatinAmerika Latin Dalam Jebakan Transisi

Rusman

Rusman·15 Agustus 2025·3 menit baca

Bagikan
Amerika Latin Dalam Jebakan Transisi

Judul buku:Transisi Menuju Demokrasi: Kasus Amerika Latin
Penulis: Guillermo O’Donnell, Philippe C Schmitter dan Laurence Whitehead (Ed)
Penerbit: Pustaka LP3ES, Jakarta 1993
Tebal: xvi + 342 halaman termasuk indeks

Karena sejumlah alasan, kawasan Amerika Latin sejak lama telah menyita perhatian akademisi. Hadirnya Teori Dependesia di pertengahan dekade 60-an dan Teori Negara Otoriter Birokratik pada dekade 70-an yang bertolak dari kasus-kasus di wilayah itu, misalnya, membuktikan bahwa kawasan tersebut merupakan lahan potensial dalam memberikan kontribusi penting bagi perkembangan studi dan kajian akademis tentang dunia ketiga pada umumnya. Wilayah tersebut juga dianggap sebagai prototype dan contoh kasus tipikal dari negara-negara Dunia Ketiga yang berniat melaksanakan proses modernisasi.

Melalui buku yang merupakan kumpulan artikel dari para ahli Amerika Latin ini, kawasan tersebut kembali menjadi pusat perbincangan dan kali ini berada di bawah tema “transisi menuju demokrasi”. Tema ini menyiratkan bahwa perspektif sebelumnya tak lagi memadai untuk menerangkan perkembangan baru yang terjadi di wilayah tersebut. Trend demokratisasi di sebagian besar negara-negara Amerika Latin dipandang sebagai fenomena sosial-politik baru. Dan oleh karenanya, memerlukan perspektif yang lebih relevan dengan dinamika yang tengah berlangsung.

Proses demokratisasi di kawasan itu memiliki pararelitas dan korelasi dengan merosotnya kekuasaan rezim-rezim otoriter (terutama yang berhaluan kanan-konservatif). Tak satu pun terdapat alasan untuk mengatakan bahwa proses itu disebabkan oleh satu faktor tunggal. Terkikisnya peran politik para penguasa otoriter di kawasan itu pada umumnya disebabkan sejumlah faktor seperti krisis legitimasi, stagnasi ekonomi, serta bangkitnya kelompok-kelompok sosial baru. Pada titik ini rezim-rezim otoriter biasanya gagal memperoleh dukungan yang efektif dari masyarakat, dan oleh karena itu merupakan momen kondusif bagi berlangsungnya proses demokratisasi.

Sama halnya dengan penyebab terjadinya likuidasi rezim-rezim otoriter, kecenderungan yang mengarah pada proses dekokratisasi sebagal era transisi pra otoriter itu sering kali juga mengambil bentuk dan sarana yang tidak seragam. Faktor yang melatarbelakangi adalah karakteristik sejarah dan kondisi sosial politik yang khas dari masing-masing negara.

Di Chile proses tersebut berjalan agak lamban, sebab, Jenderal Pinochet – representasi otoriterisme negara itu – masih mengontrol angkatan bersenjata kendati ia sudah tak menduduki kursi kepresidenan yang diraihnya sejak tahun 1973; di Argentina kekalahan penguasa militer tampak agak drastis menyusul pemilu bebas yang secara telak dimenangkan oleh sipil pada 1983. Sementara itu kasus transisi di Brasil dekade 80-an memperlihatkan betapa proses tersebut masih terbatas pada “Gerakan Liberalisasi” yang dipelopori oleh kelas kapitalis domestik yang mulai mengambil jarak terhadap kekuasaan negara.

Selama ini rezim-rezim otoriter di kawasan itu dikenal sebagai kekuatan politik yang berkepentingan terhadap berlangsungnya pembangunan model kapitalis. Legitimasi ideologi mereka umumnya dibangun berdasarkan konsep kabur yang bernama “stabilitas nasional” serta semangat antikomunis yang fanatik. Dengan demikian, bukan suatu kebetulan jika negara (yang didominasi oleh para petinggi militer dan elit birokrat) berkolaborasi dengan komonitas bisnis lokal dan multi nasional. Namun, proses akumulasi kapital di negara pinggiran seperti itu seringkali mengalami krisis. Hal ini merupakan pelicin bagi berlangsungnya proses demokratisasi sejak pertengahan dekade 80-an meskipun metode transisi yang digunakan masing-masing negara berbeda satu sama lain. Ilustrasi beberapa kasus itu memberikan petunjuk bahwa transisi bukanlah proses satu garis lurus. Dan meskipun arah dan kecenderungan perubahan menuju demokrasi, masing-masing proses itu berlangsung secara unik. Bahkan seperti yang dikemukakan oleh O’Donnell, pakar Amerika Latin dalam kata pengantarnya di buku ini bahwa transisi menuju demokrasi belum merupakan jaminan bagi terlembaganya nilai dan perangkat politik yang demokratis. Sebab, bukan suatu hal yang mustahil jika gerak pendulum justru berbalik ke arah otoriterisme.

Skeptisme O’Donnell terhadap hasil dari proses itu mungkin bisa kita pahami sepenuhnya sehubungan dengan ketidakpastian era pasca transisi. Namun demikian, arti penting proses demokratisasi yang tengah terjadi di kawasan itu tak mungkin diingkari. Proses itu paling tidak memberikan gambaran belapa rezim-rezim otoriter sayap kanan di Amerika Latin akan selalu menghadapi ketegangan-ketegangan sosial yang akut sebagai akibat keterasingan masyarakat, baik dalam partisipasi politik maupun ekonomi yang lebih luas.

Hal ini berarti proses transisi menuju demokrasi sejati di kawasan tersebut tetap memiliki peluang dimasa mendatang. meskipun hasilnya merupakan puzzle dan jebakan berbahaya ketimbang kepastian dan konsolidasi kekuatan-kekuatan demokratik. Dalam jangka panjang, kawasan Amerika Latin tampaknya akan tetap diwarnai oleh tarik-tolak antara kekuatan pro dan anti demokrasi.

Rahadi Teguh Wiratama
(Staf peneliti CESDA-LP3ES)

Sumber: JAKARTA JAKARTA, Rubrik “Teraju Buku”, No. 371, 14-20 Agustus 1993

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaRatu BelandaSelanjutnyaKaki Tangan Heren di Timur

Lainnya di Budaya

Lihat semua
Pascakongres 2026: SATUPENA dan Masa Depan Profesi Penulis di Era AI
Budaya

Pascakongres 2026: SATUPENA dan Masa DepanMasa Depan Profesi Penulis di Era AI

14 Agustus 2026 · 9 menit baca

Anak Sekarang Tidak Suka Baca Buku
Sosial

Anak Sekarang Tidak Suka Baca BukuBaca Buku

14 Agustus 2026 · 1 menit baca

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan Lokal
Sosial

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan LokalKearifan Lokal

28 Juli 2026 · 5 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents