Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

AS Berkepentingan Dengan Memburuknya Hubungan Kanada-IndiaKanada-India

Hendrajit

Hendrajit·20 November 2023·2 menit baca

Bagikan
AS Berkepentingan Dengan Memburuknya Hubungan Kanada-India

Kalah bersaing secara soft power terhadap Cina dan Rusia dalam menjalin persekutuan strategis dengan India, Amerika Serikat berupaya melakukan manuver lain untuk melemahkan soliditas persekutuan Cina-Rusia-India. Caranya, dengan mendorong ketegangan hubungan diplomatik antara Kanada, sekutu strategis AS, dengan India. Pemicunya adalah dengan tewasnya seorang pemimpin separatis Sikh, Hardeep Singh Nijjar, di depan sebuah kuil di Surrey, dekat Vancouver.

Dari kejadian tersebut saja sudah terlihat adanya dua perspektif yang berbeda antara India dan Kanada. Bagi India, aksi-aksi separatis Sikh ala Hardeep Singh ini diklasifikasi sebagai aksi terorisme yang layak untuk dibasmi sampai ke akar-akarnya.

Adapun bagi Kanada, malah menjadi “rumah perlindungan” bagi populasi Sinkh terbesar di luar India. Menurut statistik Kanada setidaknya ada sekitar 1,35 juta orang India mukim di Kanada.

Maka ketika Hardeep Singh Nijar, India beranggapan hal itu merupakan konsekwensi logis dari keterlibatanya dalam kelompok militan terlarang yang menggunakan aksi terorisme sebagai modus operandi.

Sayangnya Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memandang kasus Hardeep Singh Nijjar sebagai isu hak-hak asasi manusia sebagaimana nilai-nilai yang dianut Kanada maupun bangsa Barat pada umumnya. Maka ketegangan diplomatik India-Kanada pun tak terhindarkan.

Sekadar bandingan baca:

The roots of the India–Canada stoush

Masalah jadi semakin krusial ketika Justin Trudeau menjalin koordinasi dengan Presiden  AS Joe Biden terkait investigasi dan temuan terkait kematian Hardeep Singh Nijar. Hal itu semakin mengobarkan kemarahan India yang hal itu berarti AS secara aktif dan intens ikut campur mengarahkan hasil penyelidikan dan temuan terkait kematian Nijar.

Lebih runyam lagi ketika hasil-hasil investigasi maupun temuan-temuan terkait pembunuhan Nijar merujuk pada sumber-sumber dari jaringan intelijen negara-negara sekutu Kanada yang tergabung dalam Five Eyes. Seperti AS, Australia, Inggris, Selandia Baru dan tentu saja Kanada. Jelas sekali sulit dinilai sebagai sebuah temuah investigasi dan penyelidikan yang bersifat netral. Sudah pasti berat sebelah merugikan citra pemerintah India.

Washington nampaknya memandang kasus Hardeep Singh Nijar sebagai “celah” untuk memperburuk hubungan Kanada dan India yang sebelum terjadinya pembunuhan Nijar, bisa dikatakan cukup baik. Hubungan bilateral India-Kanada di bidang perdagangan berhasil mencapai 12 miliar dolar Kanada pada 2023. Berarti meningkat 57 persen dibanding tahun sebelumnya.

Namun AS sangat berkepentingan untuk mengobarkan ketegangan yang semakin meningkat antara Kanada-India, karena belakangan ini India menjalin aliansi strategis yang semakin erat dengan Cina dan Rusia seperti dalam blok kerjasama ekonomi-perdagangan BRICS(Brazil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan), Shanghai Cooperation Organization (SCO) yang dimotori oleh Rusia-Cina sejak Juni 2001.

FOTO: Perdana Menteri India Narendra Modi, kanan, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menjelang KTT Pemimpin G20, 9 September 2023, di New Delhi.

Selain itu di berbagai forum internasional seperti G-20 atau dalam menyikapi isu konflik Rusia-Ukraina, India mengambil sikap yang independent dari sikap yang diambil AS maupun negara-negara sekutu strategisnya di NATO seperti Inggris, Prancis dan Jerman.

Maka itu masuk akal jika AS kemudian mendorong Perdanan Menteri Kanada Justin Trudeau untuk menyerang Perdana Menteri India Narendra Modi menyusul terbunuhnya Hardeep Singh Nijjar.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Penulis

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaMenyingkap Keterlibatan CIA dan MI-6 Dalam Operasi Intelijen Penggulingan Perdana Menteri Australia Gough Whitlam Pada 1975SelanjutnyaSeturut Meletusnya Pergolakan Bersenjata di Timur-Tengah, AS Mulai Mengalihkan Bantuannya Dari Ukraina ke Israel

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents