Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

AS Memainkan Isu Taiwan Untuk Bendung Pengaruh Cina, Berpotensi Ciptakan Militerisasi di Asia PasifikAsia Pasifik

Hendrajit

Hendrajit·24 Agustus 2023·2 menit baca

Bagikan
AS Memainkan Isu Taiwan Untuk Bendung Pengaruh Cina, Berpotensi Ciptakan Militerisasi di Asia Pasifik

Konfrontasi Amerika Serikat versus Cina di kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara pada khususnya, diperkirakan akan semakin menajam dengan masalah Taiwan sebagai pemantik atau triggering factor. Pihak AS dalam upayanya membendung pengaruh militer Cina di Asia Pasifik yang kian menguat, telah menjual Sistem Rudal Patriot MIM-104F (PAC-3) kepada Taiwan.

Meskipun Sistem Rudal Patriot MIM-104F (PAC-3) tersebut gagal melumpuhkan target di udara dalam uji coba yang dilakukan saat latihan militer pada 15 Agustus 2023, lantaran misil interseptornya meledak lebih dulu sebelum mencapai target, namun fakta ini mengindikasikan bahwa AS telah memberikan bantuan dan dukungan maksimum kepada Taiwan untuk menghadapi kekuatan militer Cina daratan.

Sistem Rudal Patriot yang Dibeli dari AS Gagal Lumpuhkan Target, Taiwan Bingung

Betapa tidak. Mencuatnya insiden kegagalan Rudal Patriot MIM-104F (PAC-3) buatan AS dalam latihan militer di Taiwan pada 15 Agustus 2023 tersebut, mengisyaratkan bahwa AS telah membantu pengadaan peralatan-peralatan militer strategis kepada Taiwan untuk menghadapi Cina.

Apalagi dalam berita yang dilansir Hindustan Times 17 Agustus 2023, keputusan Taiwan untuk membeli berbagai sistem rudal merupakan reaksi terhadap apa yang mereka pandang sebagai meningkatnya intimidasi militer Cina.

Terlepas fakta adanya insiden kegagalan Sistem Patriot buatan AS dalam latihan militer di Taiwan, rudal kedua kabarnya berhasil menetralisir target yang ditentukan dalam uji coba kali berikutnya. Sehingga mengindikasikan suatu keadaan yang cukup mengkhawatirkan di kawasan Asia Pasifik, utamanya di wilayah Laut Cina Selatan.

Sepertinya ada indikasi kuat jika AS secara sengaja dan provokatif memancing meningkatnya eskalasi kekuatan militer di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara,dengan menjadikan Taiwan sebagai Proxy Agent AS untuk memprovokasi tentara Cina meningkatkan pengerahan pasukan militernya di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Rudal AS meledak prematur saat uji coba di Taiwan. (AFP)

Provokasi AS semakin nyata ketika AS merancang skenario “persinggahan” bagi Wakil Presiden Taiwan Lai Ching-Te. Bagi Cina, yang sejak 1949 hingga kini memandang Taiwan tetap sebagai bagian integral dari wilayah kedaulatan Republik Rakyat Cina, tentu saja keputusan tersebut dipandang sebagai aksi provokasi atau memancing kemarahan Cina. Dalam perspektif Cina, menerima kunjungan Wakil Presiden Tiawan ke wilayah AS, hal itu sama saja pemerintah AS mengakui dan mendukung eksistensi para pemimpim gerakan separatis kemerdekaan Taiwan untuk melepaskan diri dari Republik Rakyat Cina.

Keputusan AS untuk semakin frontal mendukung eksistensi Taiwan termasuk menerima persinggahan Wakil Presiden Taiwan ke wilayah AS, dengan tak ayal sangat berpotensi untuk menciptakan instabilitas politik dan keamanan di Asia Pasifik. Bahkan bukan tidak mungkin akan semakin meningkatkan militerisasi di Asia Pasifik. Sebab jika sudah menyangkut Taiwan, pemerintah Republik Rakyat Cina akan berupaya dengan segala daya dan upaya mempertaruhkan segalanya, untuk agar Taiwan kembali bergabung di bawah kedaulatan Cina.

Bagi Cina, Taiwan  adalah segala-galanya, termasuk soal martabat dan harga diri, sehingga bisa jadi akan menempuh menempuh skenario terburuk, melancarkan konfrontasi militer terbuka terhadap AS.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Penulis

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaPoin-Poin Penting Hubungan Diplomatik RI-RRC Sejak Era Pembekuan Hubungan Diplomatik Hingga Era Pasca Normalisasi Semasa Pemerintahan SoehartoSelanjutnyaNiger, Obyek Eksploitasi Penjajahan Barat dan Kejahatan Ekonomi IMF-Bank Dunia

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents