Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

Duta Besar Iran Ikut Aksi SolidaritasAksi Solidaritas FPN di Jakarta atas Gugurnya 3 Prajurit TNI

Rusman

Rusman·5 April 2026·3 menit baca

Bagikan
Duta Besar Iran Ikut Aksi Solidaritas FPN di Jakarta atas Gugurnya 3 Prajurit TNI

Sejumlah kader Free Palestine Network (FPN) menggelar aksi simpatik pada saat Car Free Day di bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, Minggu (5/4/2026). Mereka bersolidaritas dan mendo’akan 3 prajurit TNI yang gugur dibunuh Israel di Lebanon.

Tampak massa FPN membentangkan beberapa spanduk besar, masing-masing seukuran 6 meter. Pada spanduk pertama tertulis, “Israel Bunuh Prajurit TNI, Saatnya Indonesia Tegas!”

Pada dua spanduk lainnya FPN langsung Mantion Pak Presiden. “Pak Prabowo, Ayo Lawan Zionisme/Kolonialisme/Imperialisme/Penjajah!” Spanduk satunya lagi berbunyi “Zionisme = Kolonialisme = Imperialisme = Penjajahan, Harus Dilawan Pak Presiden!” Adapun pada spanduk terakhir FPN menyerukan, “Stop Genocide in Palestine!”

Publik yang sedang berolah raga, banyak yang berhenti dan bergantian membubuhkan tanda tangan di spanduk sebagai bentuk solidaritas dengan patriot bangsa yang gugur sekaligus mendukung aspirasi yang disuarakan FPN.

Salah satunya yang paling menarik perhatian adalah Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, yang menyempatkan diri berfoto bersama massa aksi.

Menurut Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, aksi kali ini diselenggarakan juga di berbagai kota di seluruh Indonesia, seperti di Bandung, Makassar, Solo, Jogjakarta, Surabaya, Palembang, Majene, Kendari, Baubau, Tarakan, dan lainnya.

Alarm Bagi Presiden Prabowo

“Gugurnya tiga prajurit Indonesia yang bertugas di UNIFIL karena serangan Israel adalah alarm bagi Pak Presiden untuk mengembalikan kebijakan luar negeri Indonesia yang lebih progresif menentang penjajahan di muka bumi sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945,” ungkap Furqan AMC, Sekjen FPN pada saat aksi.

Agresi militer Israel terhadap pasukan perdamaian PBB adalah bukti yang kesekian kalinya Israel mengangkangi semua norma dan hukum humaninter internasional.  “Selama ini publik banyak mempertanyakan ketegasan sikap Presiden Prabowo terkait genosida Israel di Palestina dan agresi militer Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Di momen pelantikan Presiden, di forum KTT D8, saat pidato di depan Parlemen Turki, di forum Ankara, di forum Selatan-Selatan, di sidang umum PBB, dan di berbagai kesempatan, kita mengapresiasi narasi Pak Prabowo yang keras terhadap Imperialisme dan mengajak seluruh bangsa-bangsa selatan untuk bersatu melawan Imperialisme,” jelas Furqan.

“Namun belum satupun kita mendengar Pak Prabowo bersikap tegas terhadap Israel terkait genosida di Palestina, termasuk tegas mengutuk serangan ilegal Israel dan AS ke Iran, juga terkait gugurnya prajurit TNI yang dibunuh Israel ini. Bahkan yang sering berseliweran di media berita maupun media sosial adalah pernyataan Pak Prabowo ingin menjamin keamanan Israel,” tambah Furqan.

Furqan khawatir nanti publik menganggap Pak Prabowo tidak konsisten dan hanya beretorika saja ingin melawan imperialisme. Apalagi ketika Indonesia mau saja dijebak ikut Borad of Peace (BoP) dan didikte dalam perjanjian perdagangan dengan AS, The Agreement on Reciprocal Trade (ART), membuat publik semakin bertanya-tanya dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia.

Selain meminta Presiden Prabowo tegas terhadap Israel yang telah membunuh tiga orang prajurit TNI di Lebanon, Furqan menyarakan pemerintah untuk mengevaluasi keberadaan kontingen Indonesia di UNIFIL jika tidak ada jaminan keamanan dari PBB.

Furqan juga mengingatkan pemerintah untuk tidak melibatkan pasukan TNI di International Stabilization Force (ISF) yang dirancang Donald Trump untuk melucuti senjata para pejuang Palestina. Tidak itu saja, ia juga meminta pemerintah segera menarik diri dari BoP dan batalkan ART, apalagi Mahkamah Agung AS juga sudah memutuskan kebijakan tarif Donald Trump inkonstitusional.

Diketahui Prajurit TNI yang Gugur dibunuh Israel ada 3 orang. Pertama, Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon yang gugur dimortir Israel. Dua lagi, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur terkena ranjau yang dipasang Israel di jalur patroli yang biasa mereka tempuh secara rutin.

“Duka cita yang dalam bagi Indonesia atas gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Saatnya Pak Prabowo melawan Israel dengan tegas,” tutup Furqan.

baca berita terkait:

Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon, FPN: Saatnya Prabowo Kutuk Israel dengan Tegas!

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaSkema Neokolonialisme AS di Bangladesh Melalui Perjanjinan Tarif Timbal-Balik yang Tidak AdilSelanjutnyaPerang AS-Israel versus Iran: Menghentikan Gerak Laju Kebangkitan dan Kemajuan Ekonomi Asia

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents