Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Ekonomi & Bisnis

Ekonomi PancasilaPancasila

Rusman

Rusman·8 Mei 2024·1 menit baca

Bagikan
Ekonomi Pancasila

Tahun 1980-an muncul polemik hangat saat Prof Mubyarto menggulirkan wacana Ekonomi Pancasila. Gagasan itu sesungguhnya merupakan elaborasi lebih lanjut dari pidato pengukuhan guru besar almarhum di UGM, 19 Mei 1979.

Selain mengutip Bung Hatta tentang “bangun negara berkeadilan”, dalam pidato itu Mubyarto juga memaparkan lima mazhab ekonomi klasik sampai sekarang dengan menekankan bahwa awal sejarah lahirnya ilmu ekonomi 1776 disebut ilmu ekonomi politik (political economy), bukan economics.

Lima mazhab yang digagas John Stuart Mill (1806-1873), Alfred Marshall (1842-1924), John Maynard Keynes (1883-1946), Gunnar Myrdal (1898-1987) dan John Kenneth Galbraith (1908-2006) menjadi bahan atau landasan Mubyarto dalam mendefinisikan Ekonomi Pancasila.

Bukan bermaksud tidak menggubris teori ekonom besar lain seperti David Ricardo, Pareto, Samuelson, Milton Friedman dan lain-lain (juga Marx), satu hal yang ingin ditekankan Mubyarto adalah bahwa pada kelima mazhab itu bersifat ekonomi terapan dan bersandar pada etika dan keadilan.

Selain membuka polemik dengan banyak ekonom dan sosiolog antara lain Arief Budiman di Harian Kompas, Mubyarto kemudian banyak menjelaskan Ekonomi Pancasila di banyak forum ilmiah dan politik. Tulisannya yang berjudul: Moral Ekonomi Pancasila (Idayu, 1982), Beberapa Ciri dan Landasan Pikir Sistem Ekonomi Pancasila (UGM, 1984), Liku-liku Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia Menuju Perwujudan Sistem Ekonomi Pancasila (Lemhannas 1987) dan banyak lagi makalah ilmiah lainnya.

Kendati idenya tidak mendapat sambutan luas, namun Mubyarto tidak gundah atau berkecil hati. Ia mengutip sebuah nyanyian dari Brasil:
When we dream alone
It is just a dream
When we dream together
It is the drawn of reality
——————————————
(Suwidi Tono: Mengenang Prof Mubyarto)

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaThe Golden Rule dalam SDA KitaSelanjutnyaSaatnya Indonesia Bergabung Dalam BRICS Pada 2024

Lainnya di Ekonomi & Bisnis

Lihat semua
Berita Besar
Ekonomi & Bisnis

Berita Besar

15 Agustus 2026 · 3 menit baca

Perang AS vs Iran Mengguncang Ketahanan Energi, Perdagangan Dan Sistem Pangan Global
Analisis

Perang AS vs IranAS vs Iran Mengguncang Ketahanan Energi, Perdagangan Dan Sistem Pangan Global

25 Juli 2026 · 5 menit baca

Kalah Dalam Persaingan Geopolitik, AS Mengguncang Kerajaan Sutra dan Petrokimia China
Analisis

Kalah Dalam Persaingan Geopolitik, AS Mengguncang Kerajaan Sutra dan Petrokimia ChinaPetrokimia China

16 Juni 2026 · 5 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents