About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Culture

Akal Sehat menurut Antonio GramsciAntonio Gramsci

Rusman

Rusman·26 December 2025·1 min read

Share
Akal Sehat menurut Antonio Gramsci

Antonio Gramsci mengembangkan konsep “akal sehat” sebagai bagian mendasar dari analisisnya tentang hegemoni serta perjuangan politik dan sosial. Menurut Gramsci, “akal sehat” mengacu pada keyakinan, nilai-nilai, dan ideologi yang diterima dan disebarkan oleh masyarakat secara keseluruhan, biasanya dengan cara yang tak perlu dipertanyakan lagi. Ide-ide tersebut membentuk rasa normalitas dan kewajaran yang membentuk persepsi sehari-hari terhadap realitas.

Gramsci mengidentifikasi “akal sehat” sebagai salah satu cara dominasi budaya dan politik yang terwujud dalam suatu masyarakat. Dia menegaskan bahwa kelas penguasa menggunakan akal sehat untuk mempromosikan kepentingan mereka, menampilkan pandangan mereka tentang dunia sebagai hal yang normal dan alami. Gramsci, pada gilirannya, menganggap bahwa ide-ide hegemonik tersebut tidak melekat atau tidak dapat diubah, namun dapat ditantang dan diubah melalui tindakan politik dan budaya.

Jadi bagi Gramsci, “akal sehat” mewakili ideologi dan persepsi umum yang diterima oleh suatu masyarakat, dan memainkan peran penting dalam mereproduksi hegemoni dan dominasi politik. Pemahaman kritis terhadap “akal sehat” merupakan hal mendasar dalam perjuangan menciptakan pandangan dunia baru dan pembebasan dari pengaruh hegemonik terhadap masyarakat.

P.R

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousPemahaman dan Kepekaan Yang Berasal Dari Kesadaran, Tak Bisa DimanipulasiNextBagaimana Hario Kecik Membungkam Intel Inggris Hanya dengan Mesin Ketik

More in Culture

View all
Pascakongres 2026: SATUPENA dan Masa Depan Profesi Penulis di Era AI
Culture

Pascakongres 2026: SATUPENA dan Masa DepanMasa Depan Profesi Penulis di Era AI

14 August 2026 · 9 min read

Anak Sekarang Tidak Suka Baca Buku
Society

Anak Sekarang Tidak Suka Baca BukuBaca Buku

14 August 2026 · 1 min read

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan Lokal
Society

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan LokalKearifan Lokal

28 July 2026 · 5 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents