About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Culture

Apakah Anda Tahu Pemerintah sedang Menggodok Penulisan Kembali Sejarah IndonesiaSejarah Indonesia?

Rusman

Rusman·28 April 2025·4 min read

Share
Apakah Anda Tahu Pemerintah sedang Menggodok Penulisan Kembali Sejarah Indonesia?

Tidak banyak yang mengetahui bahwa saat ini Pemerintah dibawah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sedang melaksanakan pekerjaan besar penulisan Sejarah Indonesia.

Sayang sekali, proyek sepenting ini tidak terpublikasi secara luas. Sejatinya ini tidak hanya untuk generasi sekarang tetapi akan menjadi monumen pengetahuan dan rujukan untuk generasi mendatang. Penting untuk kita sebagai warga negara mengikuti proses penulisan ini. Mengapa? Karena dalam manuskrip tersebutlah jejak-jejak perjalanan bangsa kita akan didokumentasikan. Kita perlu tahu perspektif yang dipakai dalam penulisannya. Perspektif sangat penting karena disana tafsir-tafsir terhadap peristiwa masa lalu dilakukan. Dan tafsir biasanya akan tergantung siapa yang melakukan penulisan. Perlu dicermati bagaimana ontologi, epistemologi dan aksiologi sejarah dipahami, diterjemahkan dan disampaikan.

Dalam hal penulisan Sejarah Indonesia, ontologi mencakup apa saja yang dianggap penting untuk dituliskan. Epistemologinya mencakup bagaimana sejarah dituliskan atau metodologinya bagaimana. Sedangkan aksiologi mencakup nilai-nilai apa yang ditanamkan dengan penulisan sejarah tersebut.

Proses penulisan Sejarah Indonesia ini masih berjalan. Dinyatakan bahwa tujuan penulisannya adalah untuk menghasilkan buku yang akan menjadi sejarah resmi (official history) Bangsa Indonesia. Dari draft TOR yang digunakan per Januari 2025, utamanya yang patut dikritisi adalah Jilid 6, 7, 8, 9, dan 10. Jilid 6 sampai 10 ini dapat dikatakan sebagai jilid-jilid critical karena jilid-jilid ini berhubungan dengan politik, kekuasaan dan penciptaan discourse. Beberapa peristiwa sejarah yang ditulis dalam Sejarah Nasional Indonesia dan buku lain yang sebelumnya beredar, terdapat peristiwa dan atau pelaku sejarah yang tidak muncul dalam konsepsi penulisan manuskrip ini. Beberapa contoh adalah sebagai berikut:

Dalam jilid 6 tentang “Pergerakan Kebangsaan”, hal terkait Gerakan Perempuan tidak nampak. Padahal terdapat peristiwa penting sejak awal kebangkitan nasional yaitu terjadinya Kongres Perempuan Indonesia, yang dilakukan pertamakali pada 22 -25 Desember 1928, dimana salah satu keputusannya adalah untuk memperingati Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember. Kongres ini penting untuk diangkat selain menjadi cikal bakal lahirnya Hari Ibu juga karena pada saat inilah berbagai organisasi Perempuan Indonesia yang sifatnya sporadik bersatu dalam satu wadah. Selanjutnya terjadi Kongres Perempuan kedua tahun1935 dan seterusnya.

Jilid 7 adalah tentang “Perang Kemerdekaan Indonesia”, salah satu yang menarik perhatian adalah bagian “Gangguan Keamanan dan Pemberontakan”, yang membahas empat Pemberontakan, yaitu: APRA, Andi Aziz, RMS dan DI/TII pada Bab 5.2. Pemberontakan PKI di Madiun mendapat porsi besar, khusus ditulis dalam satu bab, yakni di Bab 3. Pemberontakan atau gangguan keamanan lain tidak nampak. Pada Jilid 8 yang berjudul “Masa Bergejolak dan Ancaman Integrasi”, Jilid ini membahas tentang ketidakstabilan politik masa demokrasi parlementer sampai dengan Peristiwa 1965, yang diberi judul Pemberontakan G30 S/PKI 1965.

Jilid 9 tentang “Orde Baru (1967-1998)”, Sebagian besar Bab-babnya diberi judul “Pembangunan”, dari lahirnya Orde Baru, Bab Pembangunan Ekonomi, Bab Pembangunan Demokrasi Pancasila, Bab Pendidikan, Bab Pembangunan dan Perubahan Sosial, Bab Wawasan Nusantara dan NKRI, Bab Reaksi terhadap Pembangunan, serta Bab Kebudayaan. Bab “Reaksi terhadap Pembangunan” membahas tentang konflik yang terjadi selama Orde Baru. Sayangnya pada Bab ini hanya dibahas dua peristiwa yaitu Peristiwa Tanjung Priok 1984 dan Peristiwa Talangsari Lampung 1989. Peristiwa-peristiwa penting dan yang berdampak besar yang terjadi selama Orde Baru seperti peristiwa 27 Juli 1996, Peristiwa Trisakti 12 Mei 1998, Kerusuhan 13-15 Mei 1998 dan lain-lainnya tidak nampak.

Jilid 10 adalah tentang “Era Reformasi (1999-2024)”. Dalam jilid ini, justru gerakan reformasinya tidak tercermin dalam Bab-Bab. Semestinya peristiwa penting yang melibatkan gerakan rakyat dan gerakan mahasiswa masuk. Baik pada Jilid 9 tentang Orde Baru maupun Jilid 10 tentang Era Reformasi, Gerakan mahasiswa dan Gerakan rakyat tidak terlihat.

Saat ini saya mendengar tim kerja penulisan Sejarah Indonesia ini sudah terbentuk dan mulai rapat-rapat. Gerak kerjanya lumayan cepat. Konon ada tim kerja yang rapat sampai keluar kota (Puncak, Bogor). Kapan kegiatan ini akan disampaikan dan dikonsultasikan kepada publik? Apakah setelah semua draft selesai atau bagaimana? Masyarakat penting untuk terinformasi dan dilibatkan karena ini merupakan hak publik untuk tahu.

Ungkapan klasik dalam Sejarah menyatakan bahwa “History is written by the victors” (Sejarah ditulis oleh pemenangnya). Mereka yang memenangkan kekuasaan yang akan menentukan narasi Sejarah. Pertanyaannya kemudian, bagaimana mengetahui sebuah karya Sejarah objektif atau tidak? Para ahli sejarah menyarankan cara sederhana untuk mengetahuinya adalah dengan melihat siapa-siapa saja yang dimunculkan sebagai pahlawan dan siapa-siapa saja yang dimunculkan sebagai antagonisnya. Disana penilaian terjadi. Ini dapat dilakukan. Jadi, terkait penulisan Sejarah Indonesia yang sedang dilakukan ini, mari kita nanti sama-sama menilainya.

Pande K. Trimayuni 
(333pande@gmail.com) Sekjen ICHI/Ketua Senat FISIP Universitas Indonesia 1998

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousKelas yang Sibuk dengan DirinyaNextRA Kartini: Sosoknya Diperingati Tapi Sejarah Intelektualnya Dikubur Hidup-Hidup

More in Culture

View all
Pascakongres 2026: SATUPENA dan Masa Depan Profesi Penulis di Era AI
Culture

Pascakongres 2026: SATUPENA dan Masa DepanMasa Depan Profesi Penulis di Era AI

14 August 2026 · 9 min read

Anak Sekarang Tidak Suka Baca Buku
Society

Anak Sekarang Tidak Suka Baca BukuBaca Buku

14 August 2026 · 1 min read

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan Lokal
Society

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan LokalKearifan Lokal

28 July 2026 · 5 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents