About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Latin America

Berita itu akhirnya datang juga: Amerika SerikatAmerika Serikat Melancarkan Serangan Terbatas ke Venezuela dan Menangkap Presiden Maduro berserta Istrinya!

Rusman

Rusman·5 January 2026·2 min read

Share
Berita itu akhirnya datang juga: Amerika Serikat Melancarkan Serangan Terbatas ke Venezuela dan Menangkap Presiden Maduro berserta Istrinya!

Amerika mengklaim operasi tersebut bukanlah perang, melainkan kelanjutan tindakan penegakan hukum terhadap pemimpin jaringan narkotika internasional. Mereka menyebutnya “a high-risk counter-narcotics law enforcement operation”. Istilah yang dipilih untuk berkelit dari tudingan melakukan agresi militer terhadap negara berdaulat. Orwellian Newspeak dalam bentuknya yang modern dan birokratik.

Sudah sejak di era pertama pemerintahannya, Presiden Trump menuding Presiden Venezuela Nicolás Maduro sebagai pemimpin Cartel of the Suns (Cártel de los Soles) — organisasi narkotika yang kemudian ditetapkan oleh Amerika sebagai Foreign Terrorist Organization (FTO). “Dasar hukum” inilah yang digunakan Trump untuk beralih dari jalur diplomasi ke operasi kontra-terorisme.

Ditilik semata-mata dari sudut pandang hukum federal Amerika, argumen itu sepintas tampak rapi. Memang benar, undang-undang narkotika dan anti terorisme AS memungkinkan yurisdiksi ekstra-teritorial. Negara bisa memandang dirinya sebagai korban langsung dari kejahatan lintas negara. Dan dakwaan dapat diajukan secara in absentia, tanpa kehadiran terdakwa, seperti dialami Maduro.

Tetapi jangan lupa, hukum internasional tidak tunduk pada konstruksi hukum domestik satu negara — betapapun kuatnya negara tersebut. Di bawah Piagam PBB, penggunaan kekuatan bersenjata terhadap negara lain hanya sah dalam dua kondisi. Satu, diberi mandat oleh Dewan Keamanan PBB. Dua, membela diri terhadap serangan bersenjata. Faktanya adalah, kejahatan perdagangan narkotika—bahkan dalam skala besar sekalipun— tidak pernah, tidak bisa, diperlakukan sama dengan “armed attack” atau serangan bersenjata dalam yurisprudensi internasional.

Tentu saja epidemi narkoba adalah persoalan yang sangat serius. Tapi biar bagaimanapun, ia berada dalam ranah kejahatan transnasional — bukan perang. Menyebut operasi militer sebagai “penegakan hukum” tidaklah mengubah hakikatnya. Dalam hukum internasional, klasifikasi ditentukan oleh tindakan, bukan oleh istilah. Serangan bersenjata terhadap negara berdaulat adalah penggunaan kekuatan, bukan penegakan hukum. Apa pun narasi yang menyertainya.

Lebih dari itu, terdapat prinsip yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara: imunitas kepala negara. Selama seorang presiden masih menjabat dan diakui secara internasional, ia memiliki kekebalan dari yurisdiksi pidana negara lain. Tuduhan kejahatan, bahkan yang paling serius sekalipun, tidak otomatis menghapus imunitas tersebut.

Walhasil, penangkapan paksa seorang presiden aktif melalui operasi militer bukan hanya kontroversial, tetapi merusak arsitektur hukum internasional. Ia membuka dan mengawetkan preseden berbahaya: agresi terhadap sebuah negara berdaulat dibenarkan cukup dengan melabeli seseorang sebagai kriminal atau teroris.

Kasus Venezuela pada akhirnya bukan sekadar soal Maduro atau Amerika Serikat saja. Ia adalah ujian bagi dunia dan hukum internasional — apalagi bila tuduhan itu ternyata benar, bahwa tujuan sesungguhnya serangan itu adalah merampok minyak Venezuela *

Rachland Nashidik, Aktivis Masyarakat Sipil

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousDonald Trump Menculik Nicolas MaduroNextPernyataan: Republik Bolivarian Venezuela

More in International

View all
Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analysis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 August 2026 · 6 min read

FPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel
International

FPNFPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel

8 August 2026 · 4 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents