About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Latin America

Donald TrumpDonald Trump Menculik Nicolas Maduro

Rusman

Rusman·5 January 2026·2 min read

Share
Donald Trump Menculik Nicolas Maduro

Penyerangan sepihak AS terhadap Ibukota Caracas dan penculikan presiden negara berdaulat Venezuela, Nicolas Maduro dan istrinya dihubungkan orang dengan peristiwa 39 tahun lalu. Di bawah administrasi George Bush Senior, AS menyerang Panama dan menculik presiden Manuel Noriega atas dalih memutus mata rantai mafia narkotika.

Dalih yang sama digunakan AS untuk menyerang Venezuela, yaitu peran Maduro dalam penyebaran narkotika di AS. Tetapi dalih tadi dibantah sendiri oleh Donald Trump dalam pidatonya lepas penculikan Maduro. Ia mengatakan bahwa serangan militer dan penculikan Maduro adalah mengambil alih minyak dan mengatur Venezuela.

Sejak lama hubungan AS dengan para tetangganya yang disebut sebagai Amerika Latin dan Selatan tidaklah berlangsung baik. AS dan CIa berkali-kali melakukan operasi pergantian pemerintahan kepada para pemimpin Amerika Selatan yang dianggap berbahaya bagi kepentingan politik dan ekonomi AS. Kudeta atas Presiden Jacobo Arbenz di Guatemala karena program reformasi tanah dan pertanian, Salvador Allende di Chili dan Juan Bosch di Dominika, dst..

Perbedaannya kali ini adalah; Trump segera mengubah dalih narkotika menjadi dalih minyak dan secara terang-terangan melakukan itu karena AS memiliki kekuasaan untuk mengimplementasikan unsur force (paksa) daripada coercion (tekan) dari beberapa elemen hegemoni.

Apa yang akan dilakukannya kemudian sangat streotyping dari operasi-operasi kudeta a la AS diseluruh dunia.

1. Memberi efek deterance pada pihak-pihak yang tidak disukai AS
2. Membentuk pemerintahan transisional yang menjadi boneka AS
3. Jika kedua gagal maka dibentuk pemerintahan rejim baru yang bekerja menekan (coercion) bagi kepentingan AS
4. Jika ketiga gagal maka akan dibentuk gerakan-gerakan separatis (sebagai mana terjadi di Sudan, Somalia dan seterusnya)
5. Jika aksi keempat gagal maka akan dilakukan operasi failed states atau negara gagal.

Wakil Presiden Venezuela mengatakan bahwa AS mesti mengembalikan Maduro dan akan menuntut AS di PBB. Sebagian pengamat mengatakan bahwa orang Venezuela akan melakukan aksi perlawanan, sementara yang lain menganggap akan mendukung tindakan AS.

Bila kita melihat sejarah, maka sepertinya pengamatan pertama yang akan terjadi. Orang Venezuela akan melawan.

Andi Hakim, Pengamat Politik Internasional 

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousFree Palestine Network Kutuk Agresi AS ke VenezuelaNextBerita itu akhirnya datang juga: Amerika Serikat Melancarkan Serangan Terbatas ke Venezuela dan Menangkap Presiden Maduro berserta Istrinya!

More in International

View all
Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analysis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 August 2026 · 6 min read

FPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel
International

FPNFPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel

8 August 2026 · 4 min read

Most Read

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents