About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Science & Tech

Cyber Immunity: Transformasi Keamanan SiberKeamanan Siber Melalui Ketahanan yang Melekat Dari Dalam

Rusman

Rusman·14 September 2025·3 min read

Share
Cyber Immunity: Transformasi Keamanan Siber Melalui Ketahanan yang Melekat Dari Dalam

Lanskap keamanan siber berkembang pesat, dengan berbagai organisasi mencari cara yang lebih tangguh untuk melindungi aset digital mereka. Sebuah studi global terbaru yang dilakukan oleh Kaspersky mengungkapkan adanya pergeseran yang semakin besar menuju strategi keamanan proaktif, khususnya adopsi pengembangan Secure by Design dan Cyber ​​Immunity—sebuah pendekatan inovatif yang menanamkan ketahanan langsung ke dalam arsitektur sistem.

Studi ini menyoroti bahwa 86% profesional keamanan siber familiar dengan pengembangan Secure by Design. Metodologi ini mengintegrasikan keamanan ke dalam struktur sistem sejak awal, alih-alih menganggapnya sebagai opsi. Pendekatan semacam ini sudah diterapkan di industri berisiko tinggi seperti kedirgantaraan, di mana keamanan tidak dapat diterapkan secara terpisah—keamanan harus bersifat intrinsik. Meskipun memiliki banyak keuntungan, adopsinya lambat karena tantangan terkait standarisasi dan biaya.

Cyber Immunity (Kekebalan Siber) adalah garda terdepan dalam keamanan siber

Berlandaskan prinsip Secure by Design, Cyber ​​Immunity membawa keamanan siber selangkah lebih maju dengan menciptakan sistem yang secara inheren tahan terhadap serangan tanpa perlu patching berkelanjutan atau lapisan keamanan tambahan. Studi ini mengungkapkan bahwa sebagian besar pakar familiar dengan Cyber ​​Immunity tetapi menafsirkannya secara berbeda.

Ketika ditanya apa yang mereka kaitkan dengan istilah tersebut, 59% mengaitkannya dengan sistem Secure by Design yang tetap tangguh saat serangan datang, sementara 56% memandangnya sebagai kombinasi teknologi dan kebijakan yang memblokir akses penjahat siber. Sebanyak 47% lainnya mengaitkannya dengan tim keamanan siber yang sangat terampil, menunjukkan bahwa meskipun kesadarannya tinggi, pemahaman terpadu masih terus berkembang.

Salah satu temuan paling mencolok adalah lebih dari separuh responden (54%) meyakini bahwa merancang sistem yang mampu menahan serangan siber tanpa bergantung pada solusi keamanan tambahan sudah mungkin atau pasti dapat dicapai. Sebanyak 39% lainnya berpikir hal itu mungkin saja terjadi, mencerminkan keterbukaan terhadap gagasan ini meskipun masih terdapat beberapa ketidakpastian.

Pergeseran pola pikir ini sejalan dengan tren industri yang lebih luas: langkah-langkah keamanan reaktif tradisional tidak lagi memadai. Dengan ancaman yang didukung AI dan serangan yang semakin canggih, organisasi membutuhkan solusi yang lebih dari sekadar mendeteksi pelanggaran—mereka harus mencegahnya sejak awal.

Mengintegrasikan Konsep Cyber Immunity ke Dalam Strategi Keamanan

Studi ini menekankan bahwa ketahanan, keahlian, dan fleksibilitas akan menentukan generasi keamanan siber berikutnya. Secure by Design menyediakan metodologinya, sementara Cyber Immunity mewakili tujuan akhir—sistem yang begitu tangguh sehingga meminimalkan ketergantungan pada pertahanan eksternal.

“Bagi perusahaan yang berpandangan ke depan, Cyber Immunity menawarkan lebih dari sekadar perlindungan—sistem ini memberikan manfaat bisnis yang nyata. Ketika sistem dibangun agar aman dari awal, kebutuhan akan pembaruan, patch, dan alat keamanan tambahan yang konstan pun berkurang. Artinya, biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih rendah, beban yang lebih ringan pada tim TI, dan perlindungan lebih kuat dan andal dari waktu ke waktu.” – ujar Dmitry Lukiyan, Kepala Unit Bisnis KasperskyOS.

Pendekatan proaktif ini mempersiapkan infrastruktur penting untuk masa depan, memungkinkan organisasi beroperasi dengan percaya diri bahkan ketika ancaman terus berkembang. Pendekatan ini menjadi pembeda strategis yang mempercepat transformasi digital sekaligus memitigasi risiko. Seiring dengan semakin kompleksnya lingkungan keamanan siber, Cyber Immunity muncul sebagai strategi penting. Organisasi yang mengadopsinya sekarang tidak hanya akan meningkatkan perlindungan mereka tetapi juga memposisikan diri mereka menjadi terdepan dalam dunia digital yang semakin fluktuatif.

Sumber: Release Kaspersky (perusahaan keamanan siber dan privasi digital global yang didirikan pada tahun 1997)

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousKaspersky: Peluncuran iPhone Baru Kembali Memicu Kampanye Penipuan Di Seluruh DuniaNextLaporan Kaspersky: Serangan Ponsel Pintar Meningkat Pada Paruh Pertama Tahun 2025

More in Science & Tech

View all
Chatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum
Culture

Chatbot AIChatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum

15 July 2026 · 6 min read

140 Juta Upaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI
Science & Tech

140 Juta Upaya PhishingUpaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI

9 July 2026 · 3 min read

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026
Science & Tech

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia TenggaraAsia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026

6 July 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
  2. 02Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  3. 03Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  4. 04Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  5. 05Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents