Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

“Enjoy The PowerEnjoy The Power”

Rusman

Rusman·9 September 2025·2 menit baca

Bagikan
“Enjoy The Power”
Obrolan Ringan dengan Ichsanuddin Noorsy di Warkop Tebet
Siapapun — terlebih lagi jika ia sosok pemimpin, ketika enjoy the power merasuk dalam area kepemimpinan, maka gejala yang muncul ialah penurunan kepekaan pada dirinya, bahkan bisa musnah ‘jiwa kepekaan’ — padahal itu syarat multak kepemimpinan. Ini penyakit kekuasaan. “Menikmati kekuasaan yang dipercayakan kepadanya”. Kuasa apapun, seakan itu miliknya. Terlebih jika ia dikelilingi oleh lingkaran dalam yang juga enjoy the power. Klop.
Latarbelakang virus enjoy the power diidap seseorang, tatkala ia berangkat dari ambisi besar, perjuangan panjang, ‘berdarah-darah’ lagi menghalalkan segala cara untuk meraih tahkta yang diimpikan. Ketika kekuasaan sudah dalam genggaman, ia cenderung lalai bahwa amanah itu harus dipertanggung jawabkan baik secara mental dan moral di hadapan rakyat maupun secara keimanan di hadapan Yang Maha Kuasa. Sekali lagi, ia abai bahwa amanah itu rahmat Tuhan, bukan warisan, tidak pula capaian diri dan kelompoknya semata.
Di satu sisi, kecenderungan buruk yang kerap timbul pada kepemimpinan yang terjangkit virus ini, biasanya melakukan hal-hal negatif tanpa ia sadari, contohnya:
1. Tidak mampu mendengar realitas aspirasi di publik. Ia seperti asyik sendiri dengan ambisi, ‘onani’, mimpinya dan lainnya. Inilah fenomena religi yang disebut ‘tuli’;
2. Tidak mampu (melihat dan) merasakan denyut nadi di bawah yang seyogianya menjadi basis kebijakannya. Ini yang dikatakan ‘buta’;
3. Cepat naik darah jika terdadak oleh situasi, dan tidak boleh melihat kekeliruan bawahan dalam bekerja. Semua harus berjalan mulus dan lancar sesuai (persepsi) keinginannya;
4. Bukannya diaudit atau evaluasi kinerja, tetapi selalu mencari (alasan) kambing hitam bila programnya tidak maksimal atau gagal;
5. Jika virus enjoy the power menguat dalam qalbu, kerap menggeser peran dan status seorang pemimpin berubah menjadi penguasa. Hal ini ditandai dengan amanah yang dikhianati. Dan itulah benih awal dari otoritarianisme, dan lain-lain.
Namun, pada sisi lain — kepemimpinan enjoy the power ini, sering di lingkari oleh person yang militan tapi pragmatis. Lho? Dua diksi berlawanan, namun diucapkan dalam satu tarikan napas, contohnya, para pembantunya cenderung militan ketika berada di puncak piramida, tapi seketika berubah pragmatis —drastis— tatkala kekuasaan menurun. “Bermain dua kaki”. Publik sering menyebut dengan istilah penjilat atau kaum pengkhianat. Tidak semua sich, namun tak sedikit yang seperti itu.
Inilah obrolan singkat di warung kopi tentang virus enjoy the power pada kepemimpinan dimanapun, kapanpun, siapapun. Dan sebenarnya, ia hanyalah fenomena balas dendam sejarah atas keterpurukan di masa lalu.
M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)
Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaKonstelasi Geopolitik Global Saat Ini, Jepang Kondusif Menuju Bangkitnya Kembali MiliterismeSelanjutnyaWaspadai Revolusi Warna Menerjang Indonesia

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents