Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Bedah Buku

Frederick ForsythFrederick Forsyth, Dunia Intelijen dan Inggris

Rusman

Rusman·6 Januari 2023·1 menit baca

Bagikan
Frederick Forsyth, Dunia Intelijen dan Inggris

Buku satu ini, berjudul The Biafra Story, sempat menghilang begitu saja dari rak buku saya. Dipinjam malaikat. Sontak kemarin buku ini ada lagi di rak buku saya entah dari mana.

Kalau teman-teman hobi baca novel-novel karya Frederick Forsyth seperti Odessa File, The Dog of War, The Fourth Protocol atau the Negosiator dan the Icon, yang notabene adalah karya fiksi. Buku ini justru true story. Karena buku ini dibuat saat Forsyth masih jadi wartawan BBC London pada 1976-1978. Hasil liputan dan investigasi Forsyth ditolak BBC buat dipublikasi karena tidak sesuai dengan politik keredaksian stasiun radio dan televisi pemerintah Inggris itu. Karena ditolak, Forsyth mengembangkan lingkup liputan dan investigasinya jadi sebuah buku.

Buku ini merupakan hasil investigasi menyingkap keterlibatan Inggris yang diam-diam membantu pemerintah Negeria membantai masyarakat sipil dari Nigeria bagian Selatan yang mayoritas adalah suku Ibo. Sementara pemerintahan pusat Nigeria dikuasai oleh suku Haussa. Makanya buku ini aslinya berjudul The Biafra Story.

Ngomong-ngomong soal Frederick Forsyth, kalau baca novel-novelnya tentang intelijen khususnya ulah MI-6 sangat realistis seolah nyata adanya. Padahal ya memang benar dan nyata, karena Forsyth memang pernah gabung jadi agen intelijen MI-6 jadi tahu dalemannya dunia intelijen Inggris. Lepas dari baik atau buruknya.

Bahkan dalam menggambarkan adanya kandungan sumberdaya alam Licheum di Pantai Gading Afrika, meskipun dia menyamarkan nama negara itu dalam novel the Dog of War, terbukti sekarang Licheum makin berharga bahkan bisa jadi SDA yang lebih bernilai daripada minyak dan gas di masa depan. Sudah pasti kawasan Afrika yang kaya Licheum jadi medan perebutan pengaruh negara-negara adidaya di kawasan Afrika.

Artinya, informasi intelijen yang disusupkan Forsyth ke dalam novel-novelnya pun sebenarnya merupakan informasi amat berharga buat mengantipasi tren-tren tak terduga di masa depan.

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaMengenal Pak Mohamad Asruchin, Duta Besar RI untuk “Lintasan Jalur Sutra”

Lainnya di Bedah Buku

Lihat semua
Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
Bedah Buku

Ketika Artificial IntelligenceArtificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi

16 Agustus 2026 · 12 menit baca

Membaca “Defensive Nationalism” dalam Konteks Indonesia
Bedah Buku

Membaca “Defensive NationalismDefensive Nationalism” dalam Konteks Indonesia

12 Agustus 2026 · 8 menit baca

Mengapa Presiden Indonesia Terlihat Sangat Kuat, tetapi Selalu Harus Berkompromi?
Bedah Buku

Mengapa Presiden IndonesiaPresiden Indonesia Terlihat Sangat Kuat, tetapi Selalu Harus Berkompromi?

7 Agustus 2026 · 5 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents