Jepang Menjelang Pemilihan Umum 30 Agustus

Bagikan artikel ini

Tim Global Future Institute (GFI)

Partai Liberal Demokrat (Jiminto/LDP) dan pesaing utamanya Partai Demokrat Jepang (Minshuto/DPJ) sejak Rabu (22/7) memulai kampanye untuk menghadapi pemilihan anggota Majelis Rendah pada 30 Agustus mendatang.

Kedua pengurus pusat partai mengadakan pertemuan dengan para pengurus cabang yang menangani strategi pemilihan, guna meningkatkan semangat mereka dalam menghadapi pemilu yang sangat krusial karena dapat menentukan apakah DPJ akan mengambil alih kepemimpinan dari LDP.

Meskipun kampanye baru akan dimulai pada 18 Agustus namun persiapannya mulai dilakukan sejak sekarang.

Dalam rapat LDP di hotel di Tokyo, Ketua Umum LDP Aso Taro meminta maaf atas perselisihan internal partai yang terjadi belum lama ini dan memberikan semangat kepada para anggota rapat untuk memenangkan pemilu yang akan datang.

Dalam kesempatan itu, Aso juga menekankan keberhasilan yang telah dicapainya dalam 10 bulan terakhir.

“Langkah-langkah ekonomi yang telah saya ambil telah membantu mencegah kemerosotan ekonomi yang lebih parah dan membantu meningkatkan beberapa indikator ekonomi”. ujar Aso.

Lebih lanjut Aso mengharapkan masyarakat memilih LDP untuk kembali bertanggungjawab menangani masalah ekonomi, namun Aso juga menyadari untuk mencapai hal itu LDP akan menghadapi persaingan yang lumayan ketat dari DPJ.

Otsuji Hidehisa, Ketua Kaukus LDP di Majelis Tinggi Diet juga mengingatkan kepada para peserta  rapat mengenai tantangan yang akan dihadapi “Dalam pemilihan ini, punggung kita akan menghadap dinding, oleh karena itu Saya minta semuanya harus keluarkan tenaga secara optimal”.

Namun, beberapa pengurus cabang LDP memberikan komentar,  para pengurus pusat telah menghancurkan reputasi partai dengan perselisihan internal yang dapat mempengaruhi hasil yang didapat LDP dalam pemilu 30 Agustus.

Salah seorang pengurus cabang LDP dari Prefektur Okinawa menyatakan untuk mendapatkan kembali dukungan dari para pemilih, para pengurus pusat LDP harus memperlihatkan persatuan yang kuat dan memberikan janji kampanye yang menarik.

“Kita akan menghadapi pertarungan yang ketat dan perlu senjata untuk bersaing” ujar pengurus itu.

Sementara seorang pengurus dari Prefektur Nagano menyatakan dirinya merasakan kekhawatiran atas kekacauan yang terjadi di LDP. Selain itu dia juga meminta kejelasan tentang status Koga Makoto Ketua Dewan Strategi Pemilu LDP, yang minggu lalu menyatakan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas kekalahan calon yang didukung LDP dalam beberapa pemilihan lokal.

Sementara dari pihak DPJ, Hatoyama Yukio Ketua Umum DPJ dalam rapat dengan para pengurus cabang menyatakan “Saya ingin anda membangkitkan gelombang untuk merubah Jepang”.

“Ini waktunya bagi kita untuk menghantam tradisi politik yang sangat erat dengan birokrasi dan menciptakan politik baru yang memprioritaskan peran individu” ujar Hatoyama.

Masuk akal juga cita-cita Hatoyama Yukio. Selama ini LDP memang diknela sebagai partai pemenang pemilu (ruling party) yang lebih banyak menang daripada kalah. Bahkan meski ada beberapa faksi di internal LDP, tetap saja rakyat Jepang memberikan suaranya kepada LDP dalam pemilu majelis rendah.

Tak heran kita di Indonesia menyamakan LDP dengan Partai Golkar semasa kekuasaan rejim Suharto sejak 1971 sampai 1997. Maklum, karena Golkar selalu menang sejak pemilu 1971 hingga 1997. Bahkan sejak kejatuhan Suharto pada 1998, Golkar tetap memainkan peran menentukan dalam pemilu 1999. Meski kalah dari PDIP yang dipimpin Megawati Sukarnoputri, Golkar sebagai runner up ternyata teta menjadi King Maker dalam menentukan Presiden RI.

Namun di tahun 2009 ini, Golkar dan LDP nampaknya bakal bernasib sama, Artinya, sama-sama mulai ditinggalkan para pendukungnya. Bedanya, LDP masih tetap berpeluang untuk menggolkan calonnya sebagai Perdana Menteri Jepang, Sedangkan Golkar, ketua umumnya sudah bisa dipastikan gagal menjadi presiden RI menggantikan SBY.

Begitulah politik, kadang jaya kadang harus rela terpuruk. Tak terkecuali di Jepang, yang tingkat perekonomiannya jauh lebih maju daripada Indonesia.

Facebook Comments
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com