Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Sains & Teknologi

Kaspersky: Peningkatan Serangan Relay NFC pada Ponsel PintarPonsel Pintar Sebesar 188% di Tahun 2026

Rusman

Rusman·26 Mei 2026·3 menit baca

Bagikan
Kaspersky: Peningkatan Serangan Relay NFC pada Ponsel Pintar Sebesar 188% di Tahun 2026

Menurut telemetri Kaspersky, jumlah serangan berbasis NFC pada ponsel pintar Android yang bertujuan mencuri dana korban telah melonjak sebesar 188% dalam empat bulan pertama tahun 2026, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Dari Januari hingga April 2026, solusi keamanan siber Kaspersky memblokir 35.600 serangan dari berbagai kelompok malware Android yang menggunakan teknik NFC, termasuk SuperCard X, PhantomCard, NGate, serta modifikasi berbahaya lainnya dari alat NFCGate, dibandingkan dengan lebih dari 12.300 serangan yang diblokir selama empat bulan pertama tahun 2025.

Menurut perusahaan keamanan siber, pengguna di Rusia lebih sering menghadapi ancaman seluler berkelanjutan NFC ini, namun para ahli Kaspersky mencatat bahwa pengguna di wilayah lain — terutama di Amerika Latin dan Eropa — juga menghadapi serangan berbasis NFC. Pada akhir tahun 2025, Kaspersky telah memprediksi peningkatan jumlah serangan pada pembayaran NFC pada tahun 2026.

Saat ini, terdapat dua skema utama serangan berbasis NFC:

  • NFC Langsung.Penipu menghubungi korban melalui aplikasi pesan dan, dengan kedok memverifikasi identitas pengguna, menipu mereka untuk mengunduh malware yang disamarkan, misalnya, sebagai aplikasi keuangan. Korban kemudian diminta untuk menempelkan kartu bank mereka ke ponsel pintar yang terinfeksi, serta memasukkan PIN kartu. Akibatnya, data kartu perbankan diserahkan kepada penyerang.
  • NFC Terbalik (reverse).Penipu mengirimkan aplikasi berbahaya kepada pengguna dan, menggunakan teknik rekayasa sosial, membujuk mereka untuk mengatur aplikasi ini sebagai metode pembayaran nirsentuh utama pada ponsel pintar mereka yang telah diretas. Aplikasi tersebut menghasilkan sinyal NFC yang dikenali ATM sebagai kartu si penipu. Korban kemudian dibujuk untuk pergi ke ATM dan menyetor dana ke ‘akun aman’ menggunakan ponsel mereka yang terinfeksi. Pada kenyataannya, penipu telah menerima uang korban.

“Meskipun sebelumnya penyerang mengandalkan skema ‘NFC langsung’, sekarang ‘NFC terbalik’ tampaknya menjadi lebih umum,” komentar Sergey Golovanov, kepala ahli keamanan di Kaspersky. “Bahaya dari skema yang lebih baru dan canggih ini adalah bahwa jenis penipuan tersebut lebih sulit dideteksi dan dilawan, karena korban sendiri yang mentransfer uang ke rekening penyerang dan transaksi tersebut sulit dibedakan dari transaksi yang sah. Kami tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa malware relay NFC itu sendiri akan terus berevolusi dan jangkauan serangan akan meluas. Itulah mengapa ancaman ini harus dipantau lebih cermat.”

“Serangan pertama yang dilaporkan secara publik menggunakan alat NFC sah yang dimodifikasi terjadi pada akhir tahun 2023. Serangan tersebut terutama terdeteksi di Eropa. Kemudian pengguna dari Rusia dan wilayah lain menghadapi serangan malware seluler serupa. Kemudian diketahui bahwa penyerang mengemas malware relay NFC ke dalam penawaran malware-as-a-service (MaaS), yang berpotensi menyederhanakan akses ke alat berbahaya bagi penyerang lain. Kampanye relay NFC menunjukkan bagaimana pelaku ancaman beradaptasi dan menggunakan kembali metode baru untuk mencuri dana pengguna,” tambah Dmitry Kalinin, pakar keamanan siber di Kaspersky.

Untuk melindungi dari serangan relay NFC dan ancaman seluler lainnya, Kaspersky merekomendasikan:

  • Hindari menginstal aplikasi dari sumber tidak resmi. Ini termasuk tautan yang dikirim melalui aplikasi perpesanan, media sosial, SMS, atau yang direkomendasikan selama panggilan telepon.
  • Jangan pernah mengikuti instruksi dari orang asing di ATM — siapa pun mereka.
  • Gunakan solusi keamanankomprehensif pada ponsel pintar Android Anda untuk mencegah kunjungan ke situs phishing dari peramban web dan aplikasi pesan, serta menghentikan instalasi malware.
Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaPusat Data Menjamur, Masyarakat AS ResahSelanjutnyaUntuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber Diplomacy

Lainnya di Sains & Teknologi

Lihat semua
Chatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum
Budaya

Chatbot AIChatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum

15 Juli 2026 · 6 menit baca

140 Juta Upaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI
Sains & Teknologi

140 Juta Upaya PhishingUpaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI

9 Juli 2026 · 3 menit baca

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026
Sains & Teknologi

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia TenggaraAsia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026

6 Juli 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents