Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Sains & Teknologi

Kaspersky: SOC Cerdas Penting bagi Konvergensi TI dan OT di Asia PasifikAsia Pasifik

Rusman

Rusman·8 September 2025·5 menit baca

Bagikan
Kaspersky: SOC Cerdas Penting bagi Konvergensi TI dan OT di Asia Pasifik

Era pengelolaan Teknologi Informasi (TI) dan Teknologi Operasional (OT) secara terpisah telah berlalu. Domain yang dulunya terisolasi kini menjadi tak terpisahkan di Asia Pasifik (APAC), seiring dengan meningkatnya dorongan digitalisasi di kawasan ini. Penggabungan ini membuka celah keamanan siber yang hanya dapat diatasi dengan pertahanan yang lebih cerdas dan berlapis.

Saat ini, pasar konvergensi TI/OT Asia Pasifik bernilai USD 13,41 miliar. Nilainya diproyeksikan akan melonjak menjadi USD 62,17 miliar pada tahun 2030, menurut prakiraan pasar, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 24,5%.

Asia Pasifik telah memimpin transformasi digital secara global. Industri di sini merangkul otomatisasi, data waktu nyata (real-time), dan infrastruktur yang terhubung, sehingga integrasi sistem TI dan OT menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi dan hasil bisnis.

Di sisi lain, konvergensi ini juga membawa risiko keamanan siber baru. Saat garis pemisah antara sistem TI dan OT makin kabur, permukaan serangan meluas, menciptakan tantangan baru bagi organisasi di kawasan tersebut.

“Menurut data Kaspersky Industrial Control Systems (ICS)-CERT terbaru kami, subwilayah utama komputer ICS di APAC terus menghadapi rentetan serangan siber. Pada kuartal pertama tahun 2025, Asia Tenggara berada di peringkat kedua, Asia Tengah di peringkat ketiga, dan Asia Selatan di peringkat keenam dalam peringkat global berdasarkan persentase komputer ICS yang diblokir objek berbahaya di dalamnya,” ujar Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

Laporan Kaspersky ICS-CERT: Asia Pasifik

Dalam hal persentase keseluruhan komputer ICS yang diblokir objek berbahaya, kawaan Asia Pasifik hampir 3% lebih tinggi, yaitu 23%, dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 20,54% pada Q2 2025.

Pada Q2 2025, gelombang baru phishing diblokir pada komputer ICS di sektor minyak dan gas di Asia Pasifik. Kali ini, keluarga spyware terkenal seperti FormBook, AgentTesla, dan Noon terhubung langsung ke email tersebut. Semua serangan ini diblokir oleh solusi Kaspersky.

Data ICS CERT Kaspersky juga mengungkapkan bahwa Asia Pasifik merupakan salah satu wilayah teratas dalam hal persentase virus yang terdeteksi, 2-3 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia. Meskipun virus sering dianggap sebagai ancaman lama, virus dapat menyebabkan gangguan operasional jika terjadi wabah — dan tentu saja meningkatkan biaya untuk pemeliharaan.

Industri Asia Pasifik yang paling terdampak ancaman virus pada Q2 2025 adalah energi listrik, otomatisasi gedung, minyak & gas, manufaktur, serta rekayasa dan integrasi ICS.

Negara-negara yang paling terdampak dalam hal serangan virus pada komputer ICS pada Q2 2025 adalah Vietnam, Afghanistan, Tiongkok, Bangladesh, Pakistan, Myanmar, Laos, Kamboja, Indonesia, dan Nepal.

Penggabungan TI & OT Membutuhkan SOC yang Lebih Cerdas

Untuk merespons meningkatnya ancaman yang menargetkan infrastruktur penting di Asia Pasifik Kaspersky mendorong penerapan kerangka kerja keamanan siber berlapis dengan Pusat Operasi Keamanan (SOC) yang lebih cerdas sebagai intinya.

Dalam presentasinya, Hia menjelaskan bahwa kerangka kerja ini dimulai dengan pencegahan, menggunakan perangkat intelijen ancaman seperti perlindungan merek, mesin atribusi, dan indikator kompromi untuk mengidentifikasi ancaman sebelum terjadi.

Lapisan kedua berfokus pada perlindungan melalui perangkat canggih seperti platform EDR (Endpoint Detection and Response), MDR (Managed Detection and Response), dan XDR (Extended Detection and Response). Beberapa di antaranya kini mendukung lingkungan TI dan OT. Solusi ini dirancang untuk mendeteksi, menahan, dan merespons ancaman di seluruh infrastruktur hibrida.

“Ketika insiden terjadi, upaya respons menjadi krusial. Setiap menit dapat setara dengan kerugian. Kami mengamati bahwa organisasi di Asia Pasifik semakin mengandalkan layanan ahli seperti respons insiden, penilaian kerentanan, uji penetrasi, dan latihan siber untuk meminimalkan kerusakan dan memulihkan dengan cepat. Untuk benar-benar melindungi penggabungan TI dan OT, semua lapisan ini harus dihubungkan bersama melalui Pusat Operasi Keamanan (SOC) terpusat dan berbasis intelijen yang terintegrasi dengan SIEM dan intelijen ancaman waktu nyata. Sistem ini memberikan visibilitas dan koordinasi waktu nyata, yang memungkinkan tim keamanan untuk memantau ancaman di seluruh lingkungan TI dan OT,” jelas Hia.

Ia menambahkan bahwa dengan integrasi TI dan OT yang akan semakin cepat di tahun-tahun mendatang, strategi keamanan siber di Asia Pasifik harus terus berkembang, menjembatani kedua domain untuk mengamankan operasi dan memastikan ketahanan dalam dunia yang semakin terhubung.

Agar perusahaan industri terlindungi dari berbagai ancaman, para ahli Kaspersky merekomendasikan:

  • Melakukan penilaian keamanan sistem OT secara berkala untuk mengidentifikasi dan menghilangkan potensi masalah keamanan siber.
  • Melakukan pembaruan tepat waktu untuk komponen-komponen utama jaringan OT perusahaan; menerapkan perbaikan dan patch keamanan atau menerapkan langkah-langkah kompensasi sesegera mungkin secara teknis sangat penting untuk mencegah insiden besar yang dapat mengakibatkan kerugian jutaan dolar akibat gangguan proses produksi.
  • Meningkatkan respons terhadap teknik berbahaya baru dan canggih dengan membangun dan memperkuat keterampilan tim dalam pencegahan, deteksi, dan respons insiden. Pelatihan keamanan OT khusus untuk staf keamanan TI dan personel OT merupakan salah satu langkah kunci yang membantu mencapai hal ini.
  • Gunakan solusi khusus – untuk perusahaan industri, Kaspersky menyediakan, misalnya, ekosistem unik yang mengintegrasikan teknologi OT khusus, pengetahuan ahli, dan keahlian berharga secara mulus. Kaspersky Industrial Cybersecurity (KICS) sebagai landasan ekosistem OT ini, menawarkan inventaris aset canggih, audit keamanan, serta deteksi ancaman dan anomali yang diperluas, dan dapat diskalakan di seluruh infrastruktur terdistribusi.
  • Untuk mengamankan bisnis di area yang tumpang tindih dengan lingkungan industri dan korporat, gunakan solusi komprehensif seperti Kaspersky Next XDR Expert. Solusi ini memungkinkan skenario operasional yang mencakup interaksi lancar dengan solusi pihak ketiga, sehingga meningkatkan kemampuan investigasi dan respons.
  • Bangun Pusat Operasi Keamanan (SOC) terpadu yang memiliki visibilitas di seluruh sistem TI dan OT. Ini mencakup solusi dan layanan canggih seperti SIEM, threat intelligence , dan kursus pelatihan bagi analis yang membantu mengenali ancaman industri. Langkah-langkah ini memungkinkan penetapan prosedur respons insiden yang jelas yang mencakup teknologi bisnis dan operasional.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk dan layanan Kaspersky, kunjungi www.kaspersky.com.

Sumber: Release Kaspersky

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaLaporan Kaspersky: Serangan Ponsel Pintar Meningkat Pada Paruh Pertama Tahun 2025SelanjutnyaWaspada Phishing Melalui Halaman Login Universitas Palsu

Lainnya di Sains & Teknologi

Lihat semua
Chatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum
Budaya

Chatbot AIChatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum

15 Juli 2026 · 6 menit baca

140 Juta Upaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI
Sains & Teknologi

140 Juta Upaya PhishingUpaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI

9 Juli 2026 · 3 menit baca

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026
Sains & Teknologi

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia TenggaraAsia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026

6 Juli 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents