Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Amerika Latin

Keadaan Dunia Belakangan Ini: Dari VenezuelaVenezuela, Greenland, dan Iran

Rusman

Rusman·12 Januari 2026·3 menit baca

Bagikan
Keadaan Dunia Belakangan Ini: Dari Venezuela, Greenland, dan Iran

Baiklah, saya sampai pada hipotesa penggunaan hemisper sebagai alat klaim dari geopolitik AS di bawah administrasi Trump yang expansif dan polisional. Ini bukan soal narkotika, minyak atau masalah kapital investasi lainnya.

Tentu kita melihat langkah Trump yang beresiko untuk merusak kepercayaan mitra Baratnya ini mesti dialasi oleh beberapa pandangan.

Pertama, dengan mencaplok Venezuela, Trump menggunakan alasan Dokrin Manroe dan Roosevelt Collarary yaitu alasan kepentingan internal AS dari intervensi dan ancaman lawan-lawan yang dianggap potensial melemahkan AS. Ini dapat dijelaskan mengapa setelah kericuhan intervensi atas ke south sphere yaitu sebagian Venezuela, AS mengalihkan isu kepada niatnya untuk mengambil north sphere yaitu Greenland. Trump mengatakan bahwa ia tidak ingin Cina, dan Rusia sebagai tetangga atau paling tidak ia ingin berkata bahwa kami menganggap kedua negara tersebut sebagai musuh selamanya.

Bila perspektif hemisphere ini digunakan maka cara pandang kemitraan akan berubah drastris tergantung dari sudut kepentingan mana ia dilihat. Ini karena persoalan hemisphere adalah persoalan geografi dalam pengertian paling awal; pemetaan ruang hidup. Ruang hidup di sini bukanlah ruang hidup bersama, tetapi ruang hidup yang hanya untuk mencukupi satu nation yang bernama misalnya AS.

Kedua, perspektif hemisphere meniadakan doktrin-doktrin lain sebagaimana halnya dulu di Indonesia ada Dwifungsi ABRI. Yang isinya adalah bagaimana negara memberikan satu lengan baru kepada militer (security apparatus) yaitu kekuasaan sipil. Selanjutnya doktrin ini dikemas lagi dengan doktrin yang bersifat sosial-politik-keamanan, yang disingkat ipoleksosbudhankam.

Bila TNI bersikeras dengan doktrin NKRI Harga Mati, maka dalam kajian geografi hemisphere ini dengan sendirinya mengabaikan klaim-klaim harga mati. Kenyataannya memang ruang hemisphere kita berubah-ubah sesuai relasi kekuasaan yang bekerja di dalamnya. Kita sudah kehilangan Sipadan-Ligitan, dan Timor-timur. Ini adalah bukti bahwa doktrin lingkup wilayah negara adalah harga mati sepenuhnya hanya imajinasi ruang dalam pengertian Freideric .Jameson.

Ketiga, apa yang akan terjadi kemudian, Trump tidak akan menganggap wilayah-wilayah yang jauh dari wilayah teritorial AS akan dianggap penting lagi.

Artinya ia mungkin tidak akan menganggap penting lagi doktrin no safe harbours yang memungkinkan AS membangun pangkalan-pangkalan militernya di mana-mana tempat di dunia.

Ia mungkin akan keluar dari PBB atau NATO dan meninggalkan pangkalan-pangkalan militer mereka untuk diurus sendiri oleh negara bersangkutan. Trump hanya ingin orang membayar apa pun yang mereka peroleh dari AS dengan uang. Jika tidak maka mereka harus membiayai sendiri keberadaan pangkalan-pangkalan tadi.

Keempat, jika ini yang terjadi maka ada kemungkinan pangkalan AS yang sebagian besar ada di timur tengah dan eropa tidak akan menjadi perhatian penuh Trump. Bagi Trump, sekarang waktu masing-masing perkuat diri sendiri.

Bila hal ini terjadi kemungkinan terjadinya perang terbuka di eropa atau di timur tengah semakin tinggi. Hilangnya pemain inti membuat semua pemain ingin melakukan kaliberasi posisi geografi mereka. AS kemungkinan tetap akan bermain di belakang seperti mendukung Israel. Tetapi dengan perhitungan yang seperti ini maka Trump yang benar-benar akan menarik seluruh kekuatan AS ke dalam negeri akan kehilangan basis-basis mereka di negeri jauh.

Singkatnya AS akan kehilangan kunci sebagai pengatur permainan. Jika demikian maka akan terjadi perubahan dalam struktur politik-ekonomi dunia secara besar-besaran.

Kita tidak siap untuk yang ini.

Andi Hakim, Pemerhati Isu-Isu Internasional

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaAir Mata Buaya di PBB: Sandiwara CIA, Kemarahan Selektif, dan Daur Ulang Kebohongan Perubahan Rezim IranSelanjutnyaVenezuela: Pola yang Berulang

Lainnya di Internasional

Lihat semua
Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analisis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 Agustus 2026 · 6 menit baca

FPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel
Internasional

FPNFPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel

8 Agustus 2026 · 4 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents