Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

Kelompok Kurdi Berpotensi Menjadi Faktor Tak Terduga dalam Perang AS-IsraelPerang AS-Israel vs Iran

Hendrajit

Hendrajit·6 Maret 2026·4 menit baca

Bagikan
Kelompok Kurdi Berpotensi Menjadi Faktor Tak Terduga dalam Perang AS-Israel vs Iran
Anda pernah dengar istilah Fenomena Angsa Hitam seperti disampaikan Nassem Thalib? Untuk gampangnya, fenomena Angka Hitam merupakan variabel atau faktor yang tak diperhitungkan sebelumnya dalam perencanaan strategis sebelum perang, sontak muncul sebagai masalah baru yang tak terduga. Sehingga jika luput untuk diantisipasi dalam perencanaan strategis, bisa menjelma menjadi resiko yang tak terbayangkan sebelumnya. Ibarat kartu joker dalam setumpuk kartu remi yang nggak masuk hitungan, sontak jadi kartu yang ikut dimainkan. Kurdi bisa menjadi faktor tak terduga Perang AS-Israel versus Iran., utamannya falam memicu pergolakan dan kekacauan internal di kawasan Timur Tengah seturut meletusnya konflik militer terbuka antara AS-Israel versus Iran. Dalam kasus Perang AS-Israel versus Iran saat ini, Kurdi bisa menjadi faktor tak terduga dalam Perang AS-Israel versus Iran, utamanya dalam memicu pergolakan dan kekacauan internal di kawasan Timur Tengah. Lantaran Kurdi merupakan bara api yang tiba tiba saja bisa muncul sebagai kartu joker dalam setumpuk kartu remi. Setidaknya di Turki, Suriah, Irak dan Iran. Sisi Rawan Kurdi dari setting sejarah dan geografinya: Kurdi adalah kelompok etnis minoritas yang tersebar di Timur Tengah, tetapi tanpa negara sendiri. Namun punya bahasa dan budaya yang sama. Fakta bahwa Kurdi berupaya memperoleh pengakuan sebagai negara-bangsa sendiri di Suriah, Turki dan Iran, maka kelompok-kelompok Kurdi bisa menjadi variabel baru yang tak terduga dalam Perang AS-Israel versus Iran kali ini. Terutama ketika fase serangan Udara AS pada perkembanganya akan menjelma jadi Operasi Darat di Iran. Dalam invasi 3. Dalam invasi AS ke Irak pada 2003 lalu, Kurdi berbasis di Irak Utara, merupakan sekutu AS yang dipersenjatai sebagai milisi. Di Suriah pada 2017, pemerintah AS di bawah Trump memanfaatkan Kurdi melatih dan mempersenjatai Unit Perlindungan Rakyat (YPG) – milisi Kurdi Suriah, untuk membantu Amerika menetralisir kelompok-kelompok perlawanan di Irak. Namun pada saat sama didukung untuk bergabung dalam fron perlawanan menggulingkan Bashar al Assad di Suriah. Kelompok Kurdi ini sekarang merupakan bagian integral dari komponen utama Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Seturut bergabungnya Kurdi sebagai salah satu komponen utama pasukan SDF, Kurdi memanfaatkan momentum tumbangnya Assad untuk bernegosiasi dengan Turki, yang juga ikut serta dalam Skema penggulingan Assad. Bertautan dengan itu pula, konflik bersenjata AS-Israel vs Iran ini, bisa meluas ke kawasan Asia,  melalui Azerbaijan yang ironisnya penduduknya juga mayoritas beragama Islam yang lebih selaras dengan Tradisi Persia seperti halnya Iran.  Azerbaijan, negara pecahan Uni Soviet, terletak antara benua Asia dan Eropa. Atau lebih tepatnya,  berbatasan dengan Iran bagian Utara, dan Rusia bagian Selatan. Jadi Azerbaijan ini juga merupakan titik-hubung kawasan Eropa dan Asia.  Selain itu Azerbaijan, bersama-sama dengan Rusia, Iran, Kazakhstan, dan Turkmenistan, merupakan negara negara-negara pesisir yang berada dalam lintasan Laut Kaspia baik dari sisi Timur Kaspia maupun Barat Kaspia. Wilayah Trans-Kaspia ini merupakan Titik-Hubung Barat dan TImur. Negara-negara di Asia Tengah maupun Kaukasus Selatan merupakan dua sisi berseberangan di Laut Kaspia. Sejak Abad 19, Asia Tengah dan Kaukasus Selatan menjadi ajang perebutan pengaruh antara Inggris, Rusia, dan Turki ketika masih berada dalam kekuasaan Dinasti Ustmaniah.  Dalam lingkup yang lebih luas, wilayah Kaspia sebetulnya juga mencakup  beberapa wilayah perbatasan antara Eropa dan Asia yang populer dengan sebutan Mutiara EuroAsia yaitu meliputi Kaukasus dan Asia Tengah, sehingga mencakup juga Pakistan, Afghanistan, dan bahkan Cina. Berarti geopolitik Laut Kaspia bisa dikatakan merupakan Simpul Tali yang menghubungkan Eropa dan Asia, yang oleh pakar geopolitik asal Inggris Halford McKinder, disebut Heartland atau Daerah Jantung. Menghubungkan Timur Tengah, Eropa, Asia Timur dan Asia Selatan. Maka itu selain variabel Azerbaijan yang berbatasan antara Rusia bagian selatan dan Iran bagian Utara yang notabene masuk kawasan Asia Barat, dalam lingkup yang lebih luas, wilayah Kaspia sebetulnya juga mencakup  beberapa wilayah perbatasan antara Eropa dan Asia yang populer dengan sebutan Mutiara EuroAsia yaitu meliputi Kaukasus dan Asia Tengah, juga mencakup juga Pakistan, Afghanistan, dan bahkan Cina. Berarti geopolitik Laut Kaspia bisa dikatakan merupakan Simpul Tali yang menghubungkan Eropa dan Asia, yang oleh pakar geopolitik asal Inggris Halford McKinder, disebut Heartland atau Daerah Jantung. Menghubungkan Timur Tengah, Eropa, Asia Timur dan Asia Selatan. Konflik bersenjata AS-Israel vs Iran saat ini juga bisa berpotensi meluas ke Asia, karena Cina pun punya kepentingan geopolitik di wilayah Trans-Kaspia. Salah satu provinsi Cina yang penduduknya mayoritas Muslim, Xinjian, berbatasan langsung dengan  wilayah Kaspia bagian timur, yaitu Asia Tengah, sehingga Cina sangat mengutamakan untuk mengamankan provinsi Xinjian yang terletak sebelah wilayah perbatasannya  yang menghadap langsung ke sebelah timur Laut Kaspian.
Hendrajit

Penulis

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaTujuan Strategis Serangan AS-Israel ke Iran Tetap Misterius Hingga KiniSelanjutnyaLiarnya Perang Iran-Amerika

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents