Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

Mendukung Desakan Presiden EWF Astrit Hasani Agar IOCIOC Mencabut Larangan Rusia dan Belarus Berpartisipasi Dalam Olimpiade

Hendrajit

Hendrajit·23 November 2025·3 menit baca

Bagikan
Mendukung Desakan Presiden EWF Astrit Hasani Agar IOC Mencabut Larangan Rusia dan Belarus Berpartisipasi Dalam Olimpiade

Berita yang dilansir sebuah media di Eropa pada Oktober 2025 lalu saya kira cukup penting untuk sorotan kita kali ini. Presiden Federasi Angkat Besi (EWF) Eropa secara resmi mendesak Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk menghapus status “atlet netral individu” terhadap para olahragawan dari Rusia dan Belarus. Sehingga kedua negara yang berada di kawasan Eropa Timur tersebut dapat berpartisipasi dalam Olimpiade di bawah bendera nasional mereka masing-masing.

Karena itu saya sangat sepakat dengan penegasan Presiden EWF Astrit Hasani dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden IOC Kirsty Coventry bahwa mencabut pembatasan ini bukanlah tindakan politik, melainkan penegasan kembali nilai-nilai Olimpiade yang sama-sama kita junjung tinggi, yaitu olahraga tidak boleh dicampur-adukkan dengan politik. Bahkan Olahraga berada di atas politik. Dan olahraga tidak boleh terpecah-belah oleh adanya negara-negara yang terlibat dalam perang atau konflik berskala dunia. Bahkan olahraga harus menjelma sebagai kekuatan besar yang menyatukan dunia.

Keterangan foto tidak tersedia.

Presiden Federasi Angkat Besi Eropa (EWF), Astrit Hasani. SUMBER: https://web.facebook.com/photo?fbid=1678185809523589&set=pcb.1678187029523467Seruan Presiden EWF Astrit Hasani sangat rasional, jernih, obyektif dan beralasan kuat. Selang seminggu sebelum seruan Astrit Hasani, Komite Paralimpiade Internasional/International Paralympic Committee (IPC) telah memutuskan untuk mencabut penangguhannya terhadap Rusia dan Belarus. Sehingga Keputusan IPC tersebut berarti National Paralympic Committee(NPC) Rusia dan Belarus memperoleh kembali hak dan keistimewaan penuh keanggotaan IPC.

Menurut hemat hal itu merupakan suatu keputusan yang bijaksana dan adil. Terlepas dari kontroversi dan pro-kontro terkait konflik militer Rusia-Ukraina, ikut serta dalam Olimpiade dengan membawa bendera nasionalnya, ibarat menyatunya jasad dan ruh sebuah bangsa. Suatu negara yang mengibarkan bendera nasionalnya merupakan wujud dari harkat dan martabat bangsa dan negaranya.

Pada konteks inilah, benar seperti disampaikan Astrit Hasani, mencabut status  “atlet netral individu terhadap Rusia dan Belarus, merupakan manifestasi dari betapa Olahraga berada di atas politik. Olahraga berada di luar konflik politik antar-negara.

Seorang wanita berbicara di mikrofon.

Kirsty Coventry, Presiden IOC. SUMBER: Antonio Calanni/The Associated Press).Intinya, EWF melalui Astrit Hasani mendesak IOC agar mencabut larangan bagi Rusia dan Belarus untuk berpartisipasi dalam Olimpiade. Landasan hukum yang mendasari Keputusan Komite Paralimpiade Internasional (IPC)  terhadap para atlet dari NPC Rusia dan Belarus, seharusnya juga jadi dasar IOC dalam mencabut larangan para atlet Rusia dan Belarus ikut serta dalam Olimpiade.

Karena yang menjadi dasar pertimbangannya pun sama, yaitu kontroversi seputar aksi militer terbatas Rusia terhadap Ukraina. Ternyata, terlepas pro kontra dan kontroversi terkait konflik Rusia-Ukraina, IPC memutuskan untuk mencabut larangan para atlet NPC Rusia dan Belarus berpartisipasi dalam Olimpiade. Hal ini menyebabkan preseden baru dalam dunia olahraga. Olahraga harus melampaui perpecahan politik. Di bidang Olahraga lah dunia bersatu, bukannya terpecah-belah.

Argumen yang dibangun oleh Hasani terkait desakan yang ia sampaikan dalam surat terbuka kepada Presiden IOC jika disederhanakan kira-kira begini: Sepak-terjang suatu negara yang melibatkan keputusan para pejabat tinggi pemerintah suatu negara, harus menjadi beban tanggungjawab para pemimpin nasional negara yang bersangkutan. Tidak bisa kemudian, tanggungjawab dibebankan kepada para atlet nasional negara-negara yang bersangkutan, yang tidak ada sangkut-pautnya dengan keputusan-keputusan strategis politik negaranya. Sehingga para atlet Rusia maupun Belarus tidak sepantasnya menanggung konsekuensi dari keputusan pemerintah negaranya.

Di atas semua itu, sudah seharusnya Olahraga berada di atas politik, dan menjadi kekuatan yang menyatukan dunia, dan bukannya olahraga malah memecah-belah dunia.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Penulis

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaMembaca Isu Bandara Gelap di MorowaliSelanjutnyaMerajut Hulu (Nilai) dengan Hilir (Kenyataan)

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents