Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Geopolitik

Meningkatnya Kerjasama Perdagangan Cina-India, Berpotensi Menggagalkan Skema PersekutuanSkema Persekutuan QUAD AS-NATO

Hendrajit

Hendrajit·17 Mei 2023·2 menit baca

Bagikan
Meningkatnya Kerjasama Perdagangan Cina-India, Berpotensi Menggagalkan Skema Persekutuan QUAD AS-NATO

Jangan anggap sepele semakin eratnya kerjasama perdagangan Cina-India akhir-akhir ini. Kementerian Perdagangan India baru-baru ini menginformasikan bahwa pada 2021-2022 volume perdagangan Cina-India berhasil mencapai nilai 115.43 miliar dolar AS, yang berarti mengalami peningkatan signifikan dibanding pada 2020-2021 yang hanya senilai 86.4 miliar dolar AS.

Baca:

Who Benefits from the Escalation of India-China Controversy?

 

Adapun volume kerjasama bilateral perdagangan India-AS, pada 2021-2022 senilai 119.42 miliar dolar AS, sedangkan pada 2020-2021 hanya senilai 80.51 miliar dolar AS.

Namun segi kualitatif dari kerjasama perdagangan bilateral Cina-India, sama sekali tidak mengaitkan prasyarat politik sebagai alat tekan dalam skema kerjasama perdangan tersebut. Sedangkan AS selalu mengaitkan prasyarat politik seperti demokrasi dan hak-hak asasi manusia sebagai alat tekan dalam menjalin kerjasama ekonomi dan perdagangan.

Maka itu menarik bahwa meskipun antara India dan Cina masih hingga kini masih terlibat konflik perbatasan, namun kerjasama perdagangan dan investasi antara India dan Cina anehnya justu semakin erat akhir-akhir ini.

Namun justru di sini pula menariknya. Bahwa bisa jadi melalui eratnya kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi kedua negara Asia yang belakangan ini sepertinya bangkit jadi adikuasa baru di bidang ekonomi, pada perkembangannya akan menciptakan iklim yang kondusif menuju penyelesaian damai terkait pertikaian perbatasan antar kedua negara Asia tersebut.

Jika pertikaian perbatasan antara India-Cina dapat diselesaikan melalui perundingan damai, maka konflik militer yang kemungkinan bakal meletus antara kedua negara tidak akan terjadi.

Kalau kondisi tersebut tercipta, maka prospek kerjasama militer AS-India bakal kehilangan relevansinya. Padahal AS dan NATO melalui skema pembentukan persekutuan AS-Australia-Jepang-India atau QUAD, berharap India akan semakin bergantung pada AS-NATO untuk membendun semakin meluasnya pengaruh Cina di Asia-Pasifik.

Bahkan bukan itu saja. Semakin mesranya hubungan India-Cina yang terkondisi oleh kerjasama bilateral di bidang perdagangan dan investasi, pada perkembangannya akan semakin mendorong terciptanya reunifikasi Eropa dan Asia serta mengurangi ketegangan di kawasan Asia Pasifik. Sebaliknya AS akan semakin berkurang pengaruhnya sebagai kekuatan penyeimbang di kawasan ini. Bahkan bisa hilang kekuatan hegemoniknya di kawasan Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara.

Apalagi saat ini AS sudah gagal menyingkirkan pengaruh besar Cina di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Dengan demikian bisa jadi malah sebaliknya. Justru Cina yang akan menjadikan India sebagai sekutu untuk membendung pengaruh AS di kawasan ini.

Logis jika Washington mencoba melalui berbagai cara untuk merenggangkan kembali kerjasama antara New Delhi-Beijing yang saat ini semakin erat.

Celakanya, berbeda dengan Cina, Washington sama sekali tidak memberikan alternatif yang sama efektifnya dengan Cina untuk mengimbangi kerjasama ekonomi dan perdagangan antara Cina-India.  AS sama sekali tidak menawarkan program-program yang menarik untuk memodernisasikan perekonomian India.

Yang dilakukan AS dalam membujuk New Delhi untuk bersekutu dengan AS-NATO dalam skema QUAD, selalu menggunakan retorika anti-Cina.

Hendrajit, pengkaji geopolitik, Global Future Institute

 

Hendrajit

Penulis

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaPenempatan Rudal Jarak Menengah AS di Asia Pasifik, Memicu Cina Tingkatkan Eskalasi Militer dan Persenjataan StrategisnyaSelanjutnyaMembaca Geopolitik Militer AS-NATO versus Cina di Asia Pasifik

Lainnya di Geopolitik

Lihat semua
Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Program Nuklir AS-Arab Saudi Memantik Destabilisasi Kawasan Timur Tengah
Analisis

Program Nuklir AS-Arab Saudi Memantik Destabilisasi Kawasan Timur TengahTimur Tengah

13 Agustus 2026 · 4 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents