Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Hukum

Para Elit PolitikElit Politik Nasional dan Lokal Perlu Menyadari Betapa Pentingya Tanah Untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Martabat Daerah maupun Kearifan Lokalnya

Hendrajit

Hendrajit·18 Februari 2023·2 menit baca

Bagikan
Para Elit Politik Nasional dan Lokal Perlu Menyadari Betapa Pentingya Tanah Untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Martabat Daerah maupun Kearifan Lokalnya

Desil Viana (Echie), Divisi Program Khusus Global Future Institute (GFI), Pegiat Sosial-Budaya, warga Langsa, Nanggro Aceh Darussalam.

Negara-negara yang rakyatnya tergolong sejahtera, ternyata berhasil mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya, oleh karena berhasil menata sistem agraria dan pertanahannya, melalui sebuah undang-undang agrarian dan pertanahan yang pro rakyat dan keadilan sosial.  

Maka itu sesuai dengan Sila Kelima Pancasilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, aktualisasi UU Agraria No. 5 tahun 1965, mutlak perlu segera jadi agenda strategis para elit politik nasional maupun daerah, untuk dapat mengelola sumberdaya alam maupun tanah secara berkeadilan bagi seluruh rakyatnya. Kita sering menyebutnya: Reformasi Agraria.

 

  1. Perlu mengaktualisasikan kembali Undang-Undang Pokok Agraria No 5 tahun 1965, yang selama ini tidak diterapkan sepenuhnya bagi hajat hidup rakyat banyak. Maka Aktualisasi UU Agraria tersebut sangatlah penting sehingga peraturan-peraturan hukum dan perundang-undangan turunan di bawahnya harus menyesuaikan diri dengan UU Agraria yang lebih menegaskan hadir dan berperannya negara dalam memihak hajat hidup dan keadilan bagi rakyat yang lemah.

 

  1. Perlu segera membentuk lembaga khusus untuk penyelesaian sengketa tanah pada semua tingkatan maupun baik nasional maupun daerah. Sehingga dirasa perlu adanya lembaga bersifat adhock yang langsung berada di bawah presiden. Perlu dirumuskan format lembaganya: Apakah semacam komisi (seprti KPK untuk memberantas mafia tanah); pengadilan khusus;  Satgas, atau badan yang senafas dengan itu.

 

  1. Dengan segera mengevaluasi dan merombak kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN), karena selama ini dirasakan sebagai lembaga sumber masalah yang menyebabkan merebaknya mafia-mafia sertifikat tanah. Banyak putusan Mahkam Agung mangkrak di Badan BPN, karena BPN tidak mau menjalankan putusan Mahkamah Agung. Sehingga BPN sebagai simbol hadirnya negara dalam memihak rakyat, sama sekali tidak terasa.

 

4.Seiring dengan pandangan tersebut, maka Presiden harus  secepatnya mengeluarkan Kepres untuk menegaskan bahwa Negara adalah pelindung rakyat, bukan penggusur rakyat, negara melayani rakyat, bukan bekerja untuk melayani kepentingan konglomerat asing maupun lokal.

 

  1. Berbagai elemen masyarakat baik tingkat nasional maupun lokal, harus segera Menyusun Action Plan (jangka Pendek, menengah, panjang): narasi, sosialisasi, dan media strategi: Untuk memberi pencerahan pada masyarakat baik pusat maupun daerah bahwa perampasan tanah adalah kejahatan kemanusiaan, kejahatan tingkat tinggi. Kalau perlu harus ada penegasan bahwa sekarang Indonesia darurat mafia tanah. Hanya Sedikit orang yang menguasai banyak tanah. Termasuk mengkompilasi dan menginformasikan kepada masyarakat kisah keberhasilan atau “success story” sejumlah kemenangan melawan mafia tanah di beberapa daerah di bumi nusantara.

 

  1. Mengorganisasi gerakan perlawan rakyat berbasis kampus, para korban perampasan tanah, dan masyarakat umumnya. Perlu adanya land reform sebagai sarana untuk pemulihan hak rakyat atas tanah
Hendrajit

Penulis

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaTransaksi Janggal: Kemerosotan Birokrasi atau Kegagalan Institusi?

Lainnya di Hukum

Lihat semua
Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Intervensi AS Terhadap Kemandirian ICC, Membahayakan Supremasi Hukum dan Keadilan
Analisis

Intervensi AS Terhadap Kemandirian ICCICC, Membahayakan Supremasi Hukum dan Keadilan

26 Mei 2026 · 4 menit baca

Fasisme dan Rasialisme Pemerintahan Presiden Trump Dalam Memperlakukan Para Imigran Asing di Amerika Serikat
Analisis

Fasisme dan Rasialisme Pemerintahan Presiden Trump Dalam Memperlakukan Para Imigran Asing di Amerika SerikatAmerika Serikat

3 Mei 2026 · 6 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents