Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Ekonomi & Bisnis

Peluang Atau Tantangan? Enam Tren Digital Di Industri Minyak Dan GasIndustri Minyak Dan Gas

Rusman

Rusman·26 September 2025·6 menit baca

Bagikan
Peluang Atau Tantangan? Enam Tren Digital Di Industri Minyak Dan Gas

Bagaimana industri menyeimbangkan risiko dan manfaat digitalisasi dalam mencari efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan.

Industri minyak dan gas selalu berupaya berinovasi dan mengadopsi teknologi baru demi meningkatkan keselamatan dan efisiensi. Sebuah studi terbaru oleh VDC Research menunjukkan bahwa hampir dua pertiga organisasi industri mengantisipasi pencapaian tahap “digital penuh”—yang ditandai dengan peningkatan kapabilitas digital yang proaktif dan berkelanjutan—dalam dua tahun ke depan. Namun, terlepas dari peningkatan efisiensi operasional yang tak terbantahkan, digitalisasi juga memiliki efek samping yang tidak diinginkan, yaitu membuka vektor ancaman dan membahayakan keselamatan kilang itu sendiri. Sederhananya, mustahil meningkatkan konektivitas tanpa membuka potensi ancaman siber yang lebih besar.

Kaspersky melakukan riset internal dan serangkaian wawancara dengan para profesional terkemuka di industri minyak dan gas untuk mengidentifikasi tren digital utama yang membentuk masa depan sektor ini. Diskusi ini menyoroti kebutuhan kritis dan strategi inovatif yang mentransformasi cara industri beroperasi di lingkungan yang semakin digital. Mulai dari konvergensi TI/OT hingga robotisasi dan 5G, tren-tren inti ini menggarisbawahi lanskap dinamis yang mendorong pertumbuhan, ketahanan, dan inovasi dalam sektor minyak dan gas saat ini. Jadi, apa saja tren digital utama ini?

IIoT dan Cloud Computing (Komputasi Awan)

Industrial Internet of Things (IIoT) merevolusi operasi minyak dan gas dengan memungkinkan pemantauan jarak jauh secara real-time terhadap pengeboran, jaringan pipa, dan kondisi lingkungan. Sensor-sensor ini membantu meningkatkan keselamatan, memprediksi kegagalan, dan mengoptimalkan kinerja melalui wawasan berbasis data. Komputasi awan melengkapi kemampuan ini dengan menawarkan analitik yang skalabel untuk pemantauan kilang, logistik, dan prediksi permintaan. Namun demikian, ketergantungan pada platform cloud meningkatkan kerentanan terhadap serangan siber. Seperti yang diprediksi Moody’s, sekitar 14% industri akan memanfaatkan layanan cloud publik, yang secara signifikan memperluas permukaan serangan. Musuh siber dapat mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur cloud, yang menyebabkan potensi pelanggaran data, gangguan operasional, atau bahkan kerusakan fisik.

AI, ML, dan Hiper-otomatisasi

Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran Mesin (ML) mendukung inisiatif hiper-otomatisasi yang mengoptimalkan pemeliharaan, konsumsi energi, dan alur kerja operasional. Teknologi ini memungkinkan analitik prediktif, mengurangi waktu henti, dan meningkatkan efisiensi biaya. Namun, meningkatnya ketergantungan pada sistem berbasis AI membuat industri rentan terhadap ancaman siber canggih seperti keracunan data, manipulasi model, atau malware yang menargetkan proses pengambilan keputusan otonom. Jika pelaku kejahatan siber membahayakan model AI, konsekuensinya dapat berkisar dari kekeliruan jadwal pemeliharaan hingga kegagalan operasional yang fatal.

Konvergensi TI/OT

Integrasi sistem Teknologi Informasi (TI) dan Teknologi Operasional (OT) memfasilitasi operasi jarak jauh, berbagi data, dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Meskipun konvergensi ini meningkatkan efisiensi, hal ini juga menciptakan celah keamanan yang kritis. Sistem OT lama seringkali tidak memiliki fitur keamanan modern dan tidak dirancang untuk konektivitas eksternal, sehingga menjadikannya target utama serangan siber. Sifat sistem yang saling terhubung ini berarti bahwa pelanggaran di satu area dapat menyebar ke seluruh jaringan operasional, yang membahayakan keselamatan dan kelangsungan produksi. Risiko ini diperparah oleh kecenderungan untuk mengandalkan infrastruktur yang tidak aman atau usang.

Robotisasi dan 5G

Penerapan robot, drone, dan kendaraan bawah air nirawak yang didukung AI mendukung inspeksi, diagnostik, dan eksplorasi di lingkungan berbahaya. Kehadiran konektivitas 5G meningkatkan transmisi data waktu nyata (real-time), memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat. Namun, perangkat otonom ini rentan terhadap malware dan peretasan, yang dapat menyebabkan sabotase peralatan atau manipulasi operasi penting. Seiring robot semakin menggantikan inspeksi manusia, industri menghadapi dilema dalam mempertahankan ketahanan operasional terhadap ancaman siber yang menargetkan aset yang dikendalikan dari jarak jauh ini.

Digital Twins (Kembaran Digital)

Digital twins—replika virtual dari aset fisik—memungkinkan para insinyur untuk mensimulasikan skenario, mengoptimalkan proses, dan memecahkan masalah tanpa mengganggu operasi langsung. Meskipun sangat berharga untuk efisiensi dan keamanan, Digital twins menimbulkan risiko keamanan siber yang signifikan. Digital twins yang disusupi dapat dimanipulasi untuk menyesatkan keputusan operasional atau mengekspos data sensitif. NIST merekomendasikan penerapan arsitektur zero trust untuk memitigasi ancaman tersebut, tetapi tantangannya tetap pada pengamanan model yang kompleks dan saling terhubung yang menjadi target menarik bagi penjahat siber.

Teknologi AR dan VR

Teknologi visualisasi canggih seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) memfasilitasi pelatihan dan operasi perbaikan jarak jauh, memungkinkan para ahli di seluruh dunia untuk ‘berjalan-jalan’ di fasilitas pabrik secara virtual. Namun, mengintegrasikan lingkungan imersif ini menghadirkan vektor serangan baru, terutama melalui titik akses jarak jauh yang tidak aman. Aktor berbahaya dapat memanipulasi sistem AR/VR untuk menyebabkan kesalahan operasional atau mencuri data sensitif, terutama jika melibatkan sistem OT lama. Kombinasi teknologi yang menua dan langkah-langkah keamanan yang ketinggalan zaman meningkatkan risiko intrusi siber.

Meskipun teknologi ini membantu membangun masa depan yang lebih cerdas, lebih aman, dan lebih tangguh, di mana wawasan berbasis data dan otomatisasi mendefinisikan ulang apa yang mungkin terjadi di seluruh rantai nilai, teknologi ini juga menciptakan banyak peluang untuk serangan siber. Setiap bagian dari teknologi yang terhubung mewakili area fokus potensial serangan, atau dikenal sebagai perluasan permukaan serangan. Sistem yang saling terhubung seperti itu menjadi rentan terhadap serangan siber karena koneksi ke satu komputer atau terminal memberikan akses ke permukaan infrastruktur yang lebih luas. Konsekuensi untuk keberhasilan sebuah serangan sangatlah besar. Lingkungan yang sangat terhubung menimbulkan kerentanan signifikan, terutama melalui integrasi infrastruktur lama dan tantangan konvergensi TI/OT. Banyak lokasi operasional bergantung pada sistem lama yang tidak aman dengan teknologi usang yang tidak pernah dirancang untuk konektivitas eksternal, sehingga menjadikannya rentan.

Selain itu, pemberian akses eksternal ke jaringan pipa dan kilang bagi karyawan dan vendor pihak ketiga, meskipun penting secara operasional, menciptakan titik masuk baru yang harus diamankan secara ketat untuk mencegah pelanggaran dalam satu sistem yang membahayakan seluruh jaringan operasional. Tantangan teknis ini diperparah oleh defisit personel yang kritis. Perjuangan industri yang telah lama berlangsung untuk merekrut dan mempertahankan tenaga profesional terampil semakin meningkat seiring dengan transformasi digital, menciptakan permintaan tinggi akan pekerja dengan keahlian hibrida di bidang teknik dan keamanan siber yang sulit dipenuhi. Kesenjangan keterampilan ini dapat menghambat kemampuan organisasi untuk mengelola ekosistem digital yang kompleks dan merespon insiden secara efektif.

Menanggapi ancaman yang terus berkembang ini, peraturan Perlindungan Infrastruktur Kritis (Critical Infrastructure Protection/CIP) yang ketat sedang diterapkan secara global untuk menetapkan tolok ukur keamanan bagi sektor ini. Peraturan ini umumnya mewajibkan penilaian manajemen risiko yang kuat, kebijakan keamanan yang komprehensif, perencanaan respon insiden, dan pelatihan tenaga kerja, demi menciptakan kerangka kerja yang diperlukan untuk mengamankan sistem OT dari serangan yang semakin canggih.

Untuk memanfaatkan potensi digitalisasi secara maksimal sekaligus melindungi aset dan personel, para pemangku kepentingan industri harus memprioritaskan kerangka kerja keamanan yang kuat, berinvestasi pada talenta keamanan siber yang terampil, dan mengadopsi praktik terbaik untuk mengelola sistem yang kompleks dan saling terhubung. Untuk tujuan ini, Kaspersky menawarkan ekosistem unik yang mengintegrasikan teknologi khusus sekelas OT, pengetahuan ahli, dan keahlian yang tak ternilai. Inti dari ekosistem ini adalah Kaspersky Industrial CyberSecurity (KICS)—sebuah platform deteksi dan respon lanjutan asli yang dirancang untuk perlindungan infrastruktur kritikal. Platform ini mampu mendeteksi dan merespon serangan kompleks secara terpusat di seluruh jaringan industri.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang risiko siber yang terkait dengan tren digital dan strategi mitigasinya, kunjungi halaman arahan interaktif kami.

Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaPertemuan Tingkat Tinggi Trump-Jinping Oktober 2025 dan Potensi Instabilitas Politik-Keamanan di Asia PasifikSelanjutnyaKondisi Ekonomi Inggris Dalam Krisis, Posisi Perdana Menteri Keir Starmer Berpotensi Ditumbangkan Partainya Sendiri

Lainnya di Ekonomi & Bisnis

Lihat semua
Berita Besar
Ekonomi & Bisnis

Berita Besar

15 Agustus 2026 · 3 menit baca

Perang AS vs Iran Mengguncang Ketahanan Energi, Perdagangan Dan Sistem Pangan Global
Analisis

Perang AS vs IranAS vs Iran Mengguncang Ketahanan Energi, Perdagangan Dan Sistem Pangan Global

25 Juli 2026 · 5 menit baca

Kalah Dalam Persaingan Geopolitik, AS Mengguncang Kerajaan Sutra dan Petrokimia China
Analisis

Kalah Dalam Persaingan Geopolitik, AS Mengguncang Kerajaan Sutra dan Petrokimia ChinaPetrokimia China

16 Juni 2026 · 5 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents