Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Mengurai bagaimana penaklukan di era modern bekerja tanpa kekuatan militer: melalui penetrasi ideologi, penguasaan ekonomi, dan perang informasi.
Buku ini berangkat dari satu pertanyaan yang mengganggu: mengapa sebuah bangsa bisa kehilangan kedaulatannya tanpa pernah benar-benar dikalahkan dalam peperangan? Hendrajit menjawabnya dengan konsep perang asimetris, sebuah bentuk penaklukan yang tidak lagi mengandalkan tank dan meriam, melainkan penetrasi ke ruang-ruang yang paling lunak dari sebuah negara: kesadaran publik, kebijakan ekonomi, dan tata kelola informasi.
Dengan latar pengalamannya sebagai jurnalis sekaligus pengkaji geopolitik, penulis menautkan teori dengan sejumlah studi kasus konkret. Ia menunjukkan bagaimana rekayasa opini, ketergantungan teknologi, dan liberalisasi yang dipaksakan dapat menjadi instrumen penjajahan gaya baru yang jauh lebih sulit dideteksi ketimbang kolonialisme klasik.
Bagian paling kuat dari buku ini adalah ajakannya untuk membaca ulang posisi Indonesia. Alih-alih berhenti pada kecemasan, Hendrajit menawarkan kerangka bagaimana sebuah bangsa bisa membangun daya tahan, mulai dari kemandirian ekonomi hingga literasi geopolitik warga.
Tidak mengherankan bila buku ini menjadi rujukan di berbagai lembaga pendidikan pertahanan di Indonesia. Ditulis dengan bahasa yang lugas namun tetap analitis, ia berhasil menerjemahkan konsep yang rumit menjadi bacaan yang relevan bagi siapa pun yang peduli pada masa depan kedaulatan nasional.
Yudi Kobo
Redaktur The Global Review.


