Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Politik-Keamanan

Perjuangan Internasional Menuntut Keadilan dan Pembebasan Julian AssangeJulian Assange Tetap Tak Kunjung Padam

Hendrajit

Hendrajit·16 September 2023·2 menit baca

Bagikan
Perjuangan Internasional Menuntut Keadilan dan Pembebasan Julian Assange Tetap Tak Kunjung Padam

Bertahun-tahun perjuangan berbagai elemen masyarakat sipil demi keadilan bagi Julian Assange, bukan saja tidak padam, bahkan semakin menguat. Jika sebelumnya perjuangan masyarakat sipil berpusat di London, Inggris, yang mana para aktivis hak-hak sipil berfokus pada upaya banding kepada pengadilan Inggris agar Assange dibebaskan dari penjara. Sekaligus menolak tekanan AS agar diekstradisi ke Washington.

Baca:

From Where Will the Breakthrough Come for Julian Assange?

Tekanan berbagai kalangan aktivis hak-hak asasi manusia semakin menguat dengan keterlibatan beberapa kalangan jurnalis yang juga menyerukan keadilan hukum buat Assange. Yang menarik di sini adalah argument yang jadi dasar perjuangan keadilan buat Assange adalah keberatan mereka bahwa kebebasan pers dicampur-baurkan dengan the U.S. 1917 Espionage Act yang berkaitan dengan kegiatan spionase.

Menurut para aktivis hak-hak asasi dan para advokator kebebasan berbicara (free speech) tersebut, menjerat Assange atas dasar the U.S. 1917 Espionage Act berarti sama saja menakut-nakuti kebebasan berbicara orang dengan dalih telah terlibat dalam aktivitas spionase. Menurut para advokator kebebasan berbicara tersebut, hal ini bisa jadi preseden buruk  sehingga mengancam integritas semua profesi  untuk menyuarakan kebenaran kepada publik.

Sayangnya gerakan perjuangan pembebasan bagi Julian Assange di Amerika Serikat tidak segencar di Inggris. Upaya yang dilakukan anggota kongres peremuan  Rachida Tlaib sejauh ini sepertinya tidak mendapat respon positif dari kalangan kongres. Namun bukannya sama sekali tidak berprospek dalam usaha untuk mempromosikan dukungan internasional untuk pembebasan Assange. Beberapa media massa terkemuka seperti:

  • The New York Times
  • The Guardian
  • Le Monde
  • DER SPIEGEL
  • El Pais

Media massa berpengaruh tersebut tetap konsisten menyerukan dihentikannya persekusi terhadap Assange terkait penyebarluasan informasi-informasi klasifikasi rahasia. Persekusi pihak berwenang AS pada perkembangannya bisa membahayakan kebebasan pers, terutama terkait amandemen pertama.

Namun di AS pihak Gedung Putih maupun Capitol Hill sepertinya tetap bergeming. Berbeda dengan Inggris yang pada 2022 ketika sekitar 7000 orang beramai-ramai mendatangi parlemen Inggris dan membentuk formasi barisan manusia mengepung gedung parlemen.

Bahkan pada 2022 itu pula, ketika Anthony Albanese, terpilih sebagai perdana menteri Australia baru menggantikan Scott Morrison, sempat menyatakan akan berupaya mendesak Washington menghentikan persekusi terhadap Assange. Namun hingga kini Washington masih tetap bungkam. Begitupun, pernyataan Anthony Albanese menimbulkan harapan baru dan simpati dari negeri tempat kelahiran Assange itu.

Beberapa bulan lalu, aksi demonstrasi menuntut pembebasan Assange juga melibatkan anggota keluarga dekat motor penggerak WikiLeaks tersebut. Seperti ayah kandung Assange, John Shipton, saudara kandungnya Gabriel, dan isterinya Stella Assange. Bukan itu saja. Bahkan beberapa anggota parlemen Australia berupaya mempengaruhi Washington untuk menghentikan persekusi terhadap Assange.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Penulis

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaDuduk Bercengkerama Menikmati Hidangan yang Tersedia, Pos Satgas 330 layaknya Rumah Kedua bagi Warga Intan JayaSelanjutnyaBab Pengkhianatan

Lainnya di Politik-Keamanan

Lihat semua
Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis
Analisis

Pilpres 2029Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis

9 Juni 2026 · 3 menit baca

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber Diplomacy
Analisis

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber DiplomacyNon-Aligned Cyber Diplomacy

1 Mei 2026 · 9 menit baca

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema Neokolonialisme AS di Indonesia
Analisis

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema NeokolonialismeSkema Neokolonialisme AS di Indonesia

29 April 2026 · 12 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents