Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Sains & Teknologi

Rio Panca PutraRio Panca Putra, Sarjana Hukum yang Membawa Revolusi Digitalisasi Dokumen lewat Signing.id

Rusman

Rusman·2 Juli 2025·3 menit baca

Bagikan
Rio Panca Putra, Sarjana Hukum yang Membawa Revolusi Digitalisasi Dokumen lewat Signing.id

Di sebuah kantor di kawasan Blok M Jakarta Selatan yang nyaman dan tenang, Rio Panca Putra membuka laptopnya. Di layar, ia memamerkan tampilan antarmuka platform digital yang dirintisnya: Signing.id. Dengan semangat yang terukur dan tutur yang sistematis, ia menjelaskan betapa besar potensi masa depan digitalisasi dokumen—mulai dari materai elektronik, tanda tangan digital, hingga legalitas kerja sama bisnis yang bisa difinalisasi tanpa selembar pun kertas.

Bagi sebagian orang, istilah dokumen digital masih terdengar asing atau bahkan rumit. Namun bagi Rio, justru di sanalah letak peluang masa depan. “Dulu orang juga tak membayangkan kalau internet bakal jadi kebutuhan pokok seperti sekarang. Sekarang lihat saja, smartphone bukan cuma alat komunikasi tapi juga alat transaksi, kerja, hingga pendidikan. Dokumen digital akan menyusul ke arah itu,” ujar Rio penuh keyakinan.

Lulusan sarjana hukum dari sebuah universitas swasta ternama di Jakarta ini memang tak mengambil jalan karier yang konvensional. Alih-alih menjadi pengacara atau bekerja di kantor hukum, Rio justru memilih terjun ke dunia teknologi. Ia menyadari ada jurang besar antara kebutuhan legal masyarakat dan lambatnya sistem administratif berbasis kertas.

“Sebagai lulusan hukum, saya tahu betul pentingnya legalitas dalam dokumen. Tapi juga melihat bagaimana proses yang berbelit-belit menghambat efisiensi. Saya ingin menjembatani hukum dan teknologi,” jelasnya.

Pilihan itu membawanya menggandeng PT Astha Pandava Inovasi Teknologi, perusahaan yang kini tercatat sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Dengan dukungan Product Digital Service dari PERURI—Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia—Rio dan tim mengembangkan Signing.id, aplikasi yang memungkinkan siapa pun membuat dan mengelola dokumen legal dalam format digital, sah secara hukum, dan aman secara teknologi.

Signing.id bukan sekadar platform untuk tanda tangan digital. Lebih dari itu, aplikasi ini menyediakan layanan lengkap untuk otentikasi dan validasi dokumen secara elektronik, termasuk integrasi e-Materai resmi dari PERURI. Dalam platform ini, pengguna dapat mengunggah dokumen, membubuhkan tanda tangan digital, membeli dan menempelkan materai elektronik, serta mendistribusikan dokumen dengan pengamanan berlapis.

“Yang paling banyak pakai saat ini adalah peserta CPNS dan PPPK. Mereka biasanya butuh tanda tangan dan materai untuk dokumen lamaran. Daripada antre dan beli materai fisik, semua bisa lewat Signing.id,” jelas Rio.

Namun pangsa pasar yang dituju Signing.id bukan hanya individu. Rio dan timnya melihat potensi besar pada segmen korporasi, UMKM, serta institusi pendidikan dan pemerintahan. “Bayangkan saja, semua kerja sama bisnis, MoU, atau kontrak bisa diselesaikan tanpa harus duduk bersama secara fisik. Hemat waktu, hemat biaya, dan tetap sah,” tegasnya.

Meski terdengar menjanjikan, perjalanan Rio tidak selalu mulus. Tantangan terbesar adalah edukasi. Banyak masyarakat Indonesia yang masih meragukan legalitas dokumen digital. Belum lagi anggapan bahwa sistem digital rentan terhadap manipulasi dan peretasan.

“Mentalitas kita masih suka dengan kertas yang ada cap dan tanda tangan basah. Padahal keamanan digital justru bisa lebih kuat kalau sistemnya benar,” ujarnya.

Karena itu, salah satu fokus utama Rio saat ini adalah kampanye edukasi publik. Lewat media sosial, webinar, dan kerja sama dengan institusi pendidikan dan pemerintahan, ia terus mengenalkan pentingnya transformasi digital dalam urusan administrasi dan hukum.

Rio tak ingin Signing.id sekadar menjadi aplikasi. Ia bercita-cita membangun ekosistem digital nasional untuk dokumen legal. Di masa depan, ia membayangkan semua proses pengesahan dokumen bisa dilakukan di ponsel: dari membuat akta jual beli, perjanjian kerja, kontrak sewa-menyewa, hingga pengajuan kredit bank.

Ia pun menyadari pentingnya kolaborasi. Menurutnya, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil harus bahu membahu membentuk regulasi dan ekosistem digital yang aman dan inklusif.

“Kita sedang menghadapi revolusi baru. Kalau tak siap, kita akan tertinggal. Tapi kalau bisa mengelola dengan baik, Indonesia punya potensi jadi pemimpin digital di Asia Tenggara,” kata Rio dengan nada optimistis.

Rio Panca Putra adalah contoh nyata bagaimana latar belakang pendidikan hukum bisa menjadi fondasi kuat untuk berinovasi di bidang teknologi. Dengan keberanian keluar dari zona nyaman, ia tak hanya menciptakan solusi, tapi juga mengubah cara orang berpikir tentang legalitas dan keabsahan dokumen di era digital.

“Digitalisasi dokumen bukan sekadar tren. Ini kebutuhan masa depan. Dan masa depan itu, dimulai dari sekarang,” pungkasnya.

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaPentingnya Dokumentasi DigitalSelanjutnyaLaporan Kaspersky: Serangan Pada Ponsel Pintar Meningkat di Awal Tahun 2025

Lainnya di Sains & Teknologi

Lihat semua
Chatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum
Budaya

Chatbot AIChatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum

15 Juli 2026 · 6 menit baca

140 Juta Upaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI
Sains & Teknologi

140 Juta Upaya PhishingUpaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI

9 Juli 2026 · 3 menit baca

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026
Sains & Teknologi

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia TenggaraAsia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026

6 Juli 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents