Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Sosial

Sejarah SotoSoto

Rusman

Rusman·23 September 2024·2 menit baca

Bagikan
Sejarah Soto

Ada yang menyebut: Soto, Coto (Makassar), Tauto (Tauto = Tauco soto, Pekalongan), Sroto (Purwokerto – Banyumas). Tergantung dari daerah masing-masing di Indonesia. Istilah Soto sendiri dikenal secara luas. Tergantung penggunaan bahan utama masakan berkuah tersebut.

Ada soto ayam, soto sapi, soto kerbau, soto itik (bebek), soto kikil, soto bekicot dan sebagainya. Juga Soto dengan embel-embel penamaan wilayah atau kotanya. Seperti Soto Betawi, Soto Mie Bogor, Soto Semarang, Soto Kudus, Soto Bandung, Soto Lamongan, Soto Madura, Soto Padang, Soto Banjar dan lain-lain.

Masakan Khas Tionghoa

Denys Lombard, sejarawan Perancis, pernah menulis dalam bukunya: Nusa Jawa Silang Budaya: Jaringan Asia, mencatat orang-orang Tionghoa sangat berperan penting bagi kelahiran masakan Soto.

Kata Soto awalnya dari bahasa Mandarin: caudu atau jao to. Masakan khas Tionghoa tersebut, lanjut Denys Lombard, kali pertama populer di Semarang pada abad ke-19. Soto pun menjadi produk hibrid, mengakar pada percampuran beragam tradisi budaya kuliner.

Penelitian Ary Budiyanto dan Intan Kusuma Wardhani bertajuk “Menyantap Soto Melacak Jao To Merekonstruksi (Ulang). Jejak Hibriditas Budaya Kuliner Cina dan Jawa” (2013) dari Institute for Research and Community Service Petra Christian Univesity mengungkapkan bahwa soto sebenarnya datang dari Cina.

Dijelaskan, istilah “soto” merujuk dari salah satu jenis makanan Cina yang dalam dialek Hokkian disebut : cau do, jao to, atau chau tu, yang artinya jeroan dengan berbagai jenis rempah-rempah.

Di Indonesia, soto pertama kali dikenal di pesisir pantai utara Jawa pada abad ke-19 Masehi, yakni masakan berkuah dengan potongan daging atau jeroan.

Dalam catatan Troppenmuseum Belanda 1919, Soto disebut sebagai: Chinese soep, dimasak di atas komfoor (anglo), diberi rode lombok en lombok rawit, een fles ketjap (soja), saat menyajikan pedagangnya duduk di atas Javaans houten bankje (alias dingklik) dijajakan dengan menggunakan platte pikoelan van bamboe.

Pakai Kunyit Pengaruh India

Pengaruh Tionghoa tercermin pada paduan bahan soto seperti: mie, bihun atau soun, bawang putih goreng, tauco, penggunaan sendok bebek dan mangkuk sup keramik Tiongkok. Sementara pengaruh India dari penggunaan kunyit di beberapa Soto seperti kari di India.

Dari dapur kaum Tionghoa, soto menjalar ke masyarakat lokal pada saat itu. Penggunaan daging pun tak sebatas daging ayam dan daging sapi, makin lama semakin beragam. Seperti Soto Bebek dari Tegal, Soto Kelinci di Lembang, Soto Kerbau dari Kudus, Soto Kepiting dari Banjarmasin, Soto Bandeng di Lamongan dan Bangkalan, dan Soto Bekicot di Kediri.

Daniel Supriyono (dari berbagai sumber)

Foto: KITLV / Troppenmuseum Netherlands.
SC FB FAKTA SEJARAH NUSANTARA

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaGiri Basuki dan Drigo Tobing Di Seminar GFI Mengulas Teknologi, Literasi dan KebudayaanSelanjutnyaBelajar Dari Cina dan India Memanfaatkan Senjata Nonmiliter Menghadapi Perang Nirmiliter Asing

Lainnya di Sosial

Lihat semua
Anak Sekarang Tidak Suka Baca Buku
Sosial

Anak Sekarang Tidak Suka Baca BukuBaca Buku

14 Agustus 2026 · 1 menit baca

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan Lokal
Sosial

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan LokalKearifan Lokal

28 Juli 2026 · 5 menit baca

Sejatinya Amerika di Balik Pundi-Pundi Dollar Ajang Piala Dunia Amerika Serikat 2026
Geopolitik

Sejatinya Amerika di Balik Pundi-Pundi Dollar Ajang Piala Dunia Amerika SerikatAmerika Serikat 2026

24 Juli 2026 · 7 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents