Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

Sepintas Tentang Metafisika GeopolitikMetafisika Geopolitik

Rusman

Rusman·7 September 2024·3 menit baca

Bagikan
Sepintas Tentang Metafisika Geopolitik
Ada dua hal yang senantiasa berpasang-pasangan di dunia ini, contohnya, ada siang/ada malam, laki/perempuan, naqli–aqli, lahir batin, baik buruk, (Dunia) Barat-Dunia Timur, fisika-metafisika, dan lain-lain. Itulah ujud kasih sayang Tuhan kepada makhluk-Nya. Arrahman Arrahim. “Maha Pengasih, Maha Penyayang”.
Terkait ‘dua yang berpasangan’ di atas, ketika aksiologi ilmu geopolitik yang kerap dijadikan pisau bedah mengurai persoalan negara, misalnya, sebenarnya ada metafisika geopolitik yang diabaikan publik khususnya kaum intelektual. Padahal, ia itu ada (being), nyata (reality) dan berada/berperan (exsistence), namun tidak terpublis secara terbuka, hanya menjadi bahasan kecil di kalangan sedikit, mengapa? Kerap kali, bahasan metafisika geopolitik dinilai unlogical, ranah perdukunan, dianggap klenik dan seterusnya, sedangkan mereka tidak punya kemampuan. Tidak ada pengetahuan tentang itu. Hal (peristiwa metafisika geopolitik) inilah yang kerap ‘disembunyikan’ oleh Barat. Entah kenapa.
Bukti dan contoh aksi metafisika geopolitik justru lebih dahsyat dibanding geopolitik, misalnya, peristiwa 10 Nopember 1945 tempo doeloe di Surabaya. Betapa Amerika dan sekutu selaku pemenang Perang Dunia II bisa dipukul mundur oleh ‘embrio tentara’ di negara yang baru berdiri tiga bulan (Indonesia). Luar biasa. Jenderalnya (Mallaby) tewas di Surabaya. Atau, pengusiran tentara Amerika oleh Veitcong di Vietnam, ataupun peristiwa mundurnya NATO di Irak, Afghanistan dll termasuk munculnya ‘pasukan lain’ di Gaza, dan lainnya.
Jika dikaji lebih dalam, arrahman itu jatuh ke lelaki ditandai adanya fisik, sedang arrahim turun ke perempuan berupa nonfisik semacam batin, misalnya, atau jiwa, spiritual dan lain-lain. Maka yang mengukir fisik si anak sesungguhnya adalah si bapak, sedang rasa atau perasaan si anak —batin— dominan diukir oleh ibunya. Mau tidak mau, percaya atau tidak, itu keniscayaan pada kehidupan fana ini.
Berkait judul di atas, Dunia Barat adalah asal dan tempatnya hal-hal yang bersifat fisik seperti ilmu fisika, geopolitik, dan lain-lain, sedangkan Dunia Timur gudangnya ilmu metafisika perihal batin, misalnya, spiritual, metafisika geopolitik dan seterusnya.
Sekali lagi, bahwa metafisika geopolitik itu ada, nyata dan sangat berperan di dunia ini. Lantas, apa kira-kira definisi dan arti yang tepat untuk menjelaskan metafisika geopolitik?
Karena tidak ada referensi yang menjawab pasti, agaknya ChatGPT punya jawaban sebagai berikut:
“Metafisika geopolitik adalah konsep yang menggabungkan prinsip-prinsip metafisika dengan analisis geopolitik untuk memahami dinamika kekuasaan dan hubungan internasional pada tingkat yang lebih filosofis dan mendalam.”
Dalam konteks ini, “metafisika” mengacu pada studi tentang hakikat realitas yang melampaui fenomena fisik atau material, sementara “geopolitik” biasanya berkaitan dengan pengaruh geografis dan strategis suatu wilayah dalam politik global. Metafisika geopolitik berusaha menggali di balik faktor-faktor material dan strategis yang biasa dianalisis dalam geopolitik tradisional, untuk memahami elemen-elemen yang lebih esensial seperti ideologi, persepsi, nilai-nilai budaya, dan narasi sejarah yang memengaruhi tindakan negara, kebijakan luar negeri, dan dinamika internasional.
Pendekatan ini mungkin melibatkan pertanyaan tentang bagaimana identitas, kepercayaan, nilai-nilai, dan pandangan dunia suatu bangsa membentuk strategi geopolitik mereka, serta bagaimana hal-hal ini memengaruhi hubungan antarnegara. Ini juga bisa berarti mempertimbangkan realitas “tak terlihat” atau “tak terukur” yang memengaruhi politik global, seperti psikologi kolektif, struktur kekuasaan tak kasat mata, atau dinamika simbolis.
Dengan demikian, metafisika geopolitik dapat menjadi alat analisis yang lebih dalam untuk memahami konflik global, aliansi, dan perubahan dalam tatanan dunia yang tidak hanya didasarkan pada kepentingan material tetapi juga pada dinamika spiritual, filosofis, dan psikologis”.
Nah, kali ini saya sependapat dengan ChatGPT meski ia tak boleh dijadikan rujukan pasti. Terima kasih.
M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)
Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaMembaca Metafisika Geopolitik Di Bumi PertiwiSelanjutnyaSistem Aliansi QUAD Tidak Efektif, AS Bebas Hambatan Menata Arsitektur Pertahanan Regional Asia Pasifik

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents