Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Sains & Teknologi

Waspada Email PalsuWaspada Email Palsu Meniru Gaya Komunikasi CEO Perusahaan Untuk Mencuri Uang

Rusman

Rusman·31 Mei 2025·2 menit baca

Bagikan
Waspada Email Palsu Meniru Gaya Komunikasi CEO Perusahaan Untuk Mencuri Uang

Selama beberapa minggu terakhir, Kaspersky mendeteksi serangkaian upaya serangan canggih yang bertujuan untuk menipu departemen keuangan organisasi tertentu agar membayar faktur palsu. Email yang meniru korespondensi antara CEO organisasi dan perusahaan kontraktor dikirim ke departemen keuangan organisasi untuk membujuk mereka membayar “faktur” mendesak yang diduga sebagai “layanan konsultasi”. Upaya serangan ini menyoroti tren dari skema tertarget yang mencatut identitas eksekutif palsu untuk mengeksploitasi kepercayaan perusahaan.

Upaya serangan yang dianalisis adalah contoh serangan kompromi email bisnis (BEC/ Business Email Compromise). Skema umumnya, serangan tersebut dilakukan atas nama perwakilan manajemen dari perusahaan yang ditargetkan. Paling utama dalam semua kasus yang dianalisis, pengirimnya adalah palsu, di mana alamat asli tempat email berasal tidak memiliki kesamaan dengan nama pengirim yang ditampilkan. Trik ini digunakan untuk meyakinkan para korban bahwa email itu sah.

Beberapa insiden melibatkan email yang meniru korespondensi antara CEO perusahaan dan firma hukum kontraktor yang diduga, mendesak departemen keuangan untuk membayar faktur palsu terlampir. Korespondensi palsu dengan CEO perusahaan korban digunakan sebagai “bukti” bahwa permintaan pembayaran itu sah. Dalam serangan ini, nama perusahaan mitra fiktif hanya dicantumkan di kolom nama pengirim, dan alamat email yang sebenarnya berbeda serta berubah dari satu email ke email lainnya.

Contoh Email Penipuan

Contoh Faktur Palsu

Insiden lainnya menampilkan email serupa yang meniru komunikasi antara CEO dan perusahaan kontraktor untuk meminta pembayaran mendesak atas faktur palsu, tetapi kali ini faktur itu sendiri tidak dilampirkan.

“Serangan ini menonjol karena perhatiannya terhadap detailnya yang sangat cermat serta eksploitasi hubungan tepercaya. Dengan membuat rangkaian email meyakinkan yang menyamar sebagai eksekutif tingkat tinggi, penyerang mengandalkan rasa sungkan karyawan untuk mempertanyakan permintaan yang tampaknya asli. Perusahaan harus memprioritaskan pelatihan karyawan dan sistem verifikasi email yang kuat untuk melawan ancaman yang terus berkembang ini,” komentar Anna Lazaricheva, analis spam di Kaspersky.

Untuk menghindari menjadi korban email penipuan dan khususnya serangan peretasan email bisnis, para ahli Kaspersky memberikan saran berikut ini:

  • Periksa alamat email pengirim dan jangan mengandalkan nama pengirim yang ditampilkan, karena alamat email aslinya mungkin tidak ada hubungannya dengan perusahaan dan orang yang ditampilkan sebagai pengirim email tersebut.
  • Buka email dan klik tautan hanya jika Anda yakin dapat mempercayai pengirimnya; pastikan alamat pengirimnya sah.
  • Jika pengirimnya sah, tetapi isi pesannya tampak aneh, sebaiknya periksa pengirimnya melalui cara komunikasi alternatif.
  • Periksa ejaan URL situs web jika Anda menduga tengah dihadapkan pada halaman phishing. URL mungkin berisi kesalahan yang sulit dikenali pada pandangan pertama, seperti angka 1 sebagai ganti I atau 0 sebagai ganti O.
  • Gunakan solusi keamanan yang terbukti saat menjelajahi web.
Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaTralalero Tralala, Chatbot AI, dan Sprunki: Apa yang Dicari dan Ditonton Anak-Anak Secara Online Tahun 2025SelanjutnyaAirBorne: Serangan Pada Perangkat Apple Melalui Kerentanan di AirPlay

Lainnya di Sains & Teknologi

Lihat semua
Chatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum
Budaya

Chatbot AIChatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum

15 Juli 2026 · 6 menit baca

140 Juta Upaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI
Sains & Teknologi

140 Juta Upaya PhishingUpaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI

9 Juli 2026 · 3 menit baca

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026
Sains & Teknologi

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia TenggaraAsia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026

6 Juli 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents