Ketika Bijak dalam Menyikapi Perbedaan

Bagikan artikel ini

Jangan mencemooh adat dan kebudayaan di daerah lain, karena beda agama, beda adat dan budaya beda tentu juga akan berbeda kebijakannya. Coba bayangkan saja, andai adat peraturan dan kebijakan di kotamu jadi bahan cemooh,atau gunjingan, lantas apa yang akan kamu katakan dan jelaskan?

Lantang teriak ke-Bhinekaan tapi masih nyinyir dalam perbedaan, agama adat dan kebudayaan dari daerah lain. Apalgi jika itu berkenaan dengan kebijakan dalam agama islam, maka akan mudah sekali dicemooh dan ditertawakan bahkan dianggap menggelikan. Miris sekali melihat banyaknya ejekan tentang Islam yang contohnya ada di dunia maya seperti di FB, terlebih kalau dilakukan oleh dalam pertemanan FB akun sendiri.

Sekedar berbagi pengalaman, ketika saya tinggal di Bali, banyak sekali keunikan yang saya temui dengan segala peraturannya yang berlaku, terutama ketika acara keagamaan. Menghormati, dan sadar setiap daerah punya kebijakan sendiri dalam adat,agama,dan bagaimana adab berbusana yang tentunya mengikuti peraturan ketika aturan itu diberlakukan. Bahkan ketika nyepi, kita akan melihat semua orang tidak boleh menyalakan lampu,dan tidak boleh keluar rumah, karena harus mengikuti aturan keagamaan yang tengah berlangsung

Atas sepenggal cerita dan pengalaman tentang adat di Bali seperti di atas, lalu saya heran kenapa kalian masih memandang sinis ketika tahu standar peraturan dan kebijakan dari daerah lain yang berbeda. Setidaknya hargai perbedaan,jangan hanya teriak Ke-Bhinekaan jika kebenarannya masih saja  sinis dan mencemooh budaya yang berbeda dari daerah lain.

Guna berefleksi atas fenomena budaya itu, coba saja tinggal dan menetap yang bukan di tanah kelahiran,keluar dari zona amanmu, agar tahu dan merasakan indahnya perbedaan yang sebenarnya bukan hanya gaung kosong agar anda setidaknya bisa menghargai, sehingga tidak lagi memandang picik dan sempit budaya lain.

Frametha Firdaus Pesik, Pegiat Sosial Budaya yang pernah menetap di Bali

Facebook Comments