Memahami Pola Pikir Syaikh Imran Husain dalam Pendekatan Geopolitik

Bagikan artikel ini

Abu Bakar Bamuzaham, Network Associate Global Future Institute (GFI)

Uniknya Syaikh Imran Husain adalah membahasakan “auliya” atau “pertemanan” di dalam ayat Al Qur’an itu maknanya adalah Koalisi atau Sekutu Negara.

Karena Syaikh Imran Husain memandang, bahwa dalam memahami pesan ayat Al Quran itu kita akan bisa mendapatkan Ilmunya secara paripurna, manakala kita bisa menghayatinya dari wacana global atau melalui pendekatan Geopolitik Dunia.

Pertemanan dalam ayat Al Quran itu maknanya adalah koalisi atau sekutu geopolitik negara.

Nah, menariknya lagi, dalam setiap ceramahnya hampir-hampir Syaikh Imran Husein (SIH) selalu menyampaikan pesan bahwa di dalam Al Quran disebutkan ada dua jenis Nasrani yang berbeda karakter.

Untuk memudahkan memahami maksud SIH ini, ini saya sampaikan ayat yang dimaksud SIH, yaitu:

1. Nasrani yang berkoalisi dengan Yahudi. Yakni di surah Al Maidah ayat 51, yang bunyinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya (sekutu) maka sesungguhnya mereka itu termasuk golongan mereka (Yahudi)  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Maidah: 51)

Menurut SIH, Nasrani yang ini adalah Nasrani yang berkoalisi dengan Yahudi. Menghadapi Nasrani yang seperti ini maka umat Islam wajib menjauhi dan dilarang berkoalisi dengan mereka.

Disebutkan dalam ayat yang lain tentang bocoran karakter sifat mereka (Yahudi yang berkoalisi dengan Nasrani) itu buruk, dan selalu ingin mencelakakan kamu (umat Islam). Karena Nasrani jenis yang satu ini telah serupa (sama saja) dengan Yahudi, alias telah larut jadi Pendukung setianya kebijakan Yahudi.

2. Adapun Nasrani yang kedua adalah Nasrani yang memiliki Rahib. Nasrani yang model ini, diartikan oleh SIH sebagai Nasrani yang baik hati dan kita disarankan boleh berkoalisi dengan mereka. Adapun bunyi ayatnya adalah:

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.” (QS Al Maidah: 82)

Sekarang secara pemahaman Geopolitik, siapakah kedua Nasrani ini?

1. Nasrani yang berkoalisi dengan Yahudi di sebut oleh SIH adalah Nasrani yang berkoalisi dengan Israel. Yakni Nasrani AS. Merekalah pendukung setianya gerakan Zionisme. Dalam kacamata geopolitik, mereka adalah AS sebagai Yahudi-nya dan NATO (Inggris dkk) adalah Nasrani pemuja Zionisme Israel. Nasrani ini dianut oleh AS-Inggris dan kawan-kawan. Sering diistilahkan Nasrani Khatolik. Adapun pusatnya di vatikan Roma.

Menurut SIH, Umat Islam dilarang berkoalisi atau secara mudahnya, dalam bahasa geopolitik negara, jangan terlalu mudah percaya kepada mereka. Karena mrk selalu menghendaki kemudhorotan bagimu (umat Islam).

Dalam hal ini SIH mengkritisi Negara-negara seperti KSA, Turki dan kawan-kawan yang justru merapat dan menjalin koalisi kepada AS dan NATO.

2. Adapun Nasrani yang kedua adalah Nasrani yang memiliki Rahib. Diartikan oleh SIH sebagai Nasrani Ortodox. Nasrani Ortodox ini sangat berbeda dengan Nasrani Khatolik. Bahkan bertolak belakang. Mengapa? Karena Nasrani Ortodox ini meyakini dan memahami bahwa pembunuh Nabi Isa itu orang Yahudi. Sehingga mereka benci kepada Yahudi.

Dalam kajian Geopolitik, mereka ini adalah Rusia di tangan Putin hari ini.

Gara-gara ceramahnya ini, SIH jadi sering diundang ke Rusia oleh para penganut Kristen Ortodox dan juga ke negara-negara Balkan.

Mereka sangat kaget setelah mendengar ceramah SIH ini dan tertarik apa yang disampaikan Oleh SIH. Mereka mengungkapkan bahwa apa yg disampaikan SIH ini sangat benar adanya.

Mereka (Nasrani Ortodok) terheran-heran, “koq SIH bisa tau tentang hal ini, sedangkan dia bukan penganut Nasrani Ortodox.”

Bahkan SIH menjabarkan lebih lanjut bahwa para Nasrani Ortodox ini berbeda sifat dalam melakukan ekspansi militernya.

Kalau Nasrani Khatolik itu sangat serakah dalam menyedot SDA, tetapi kalau Nasrani Ortodok (Rusia) masih baik hati, bahasa SIH, mereka hanya cukup seperlunya saja sebatas strategis kebutuhan mereka. Inilah beda karakter Rusia dan AS dalam kacamata SIH.

Dalam sebuah video, SIH berceramah atas undangan negara di Balkan. SIH membedakan kedua Nasrani tersebut dengan Istilah:
Nasrani yang mempercayai sinterklas (maksudnya adalah AS dan Enggris) dan Nasrani yang tidak mempercayai sinterklas (maksudnya adalah Nasrani Ortodox).

Mengapa Nasrani Ortodox tidak mempercayai sinterklas?

Walhasil, Nasrani yang mempercayai sinterklas itulah para pembual yang sesungguhnya. Mereka itulah Zionis atau kaum Hawkish atau para pemilik korporasi dunia.

Banyak dalam ceramah SIH dilain judul yang secara khusus mengutarakan tentang siapakah kaum Hawkish ini. Mereka adalah para pemilik IMF dan para pembuat kebijakan Petrodollar dan lain-lain.

Salam.

Facebook Comments