Sampah Plastik di Laut Pengaruhi Kualitas Ikan

Bagikan artikel ini

Sampah plastik di laut menjadi risiko kesehatan berbagai negara karena mengganggu kualitas ikan untuk dikonsumsi. Kondisi ini merupakan kekhawatiran besar ke depan dan bisa merusak stabilitas laut dan kemaritiman.

“Itu akan mengganggu perikanan dan menjadi risiko semua warga dunia yang makan ikan yang terkontaminasi,” jelas Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, Selasa (28/02/2017).

Terkait hal itu Dubes Moazzam mengatakan masalah kemaritiman sampah plastik di laut harus diatasi bersama melalui kerja sama berbagai pihak.

“Ini salah satu hal yang harus diatasi melalui kerja sama karena ini salah satu hal yang tidak bisa diatasi sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut Dubes Moazzam mengatakan, pertemuan di Bali pada pekan lalu yang membahas sampah plastik di laut merupakan diskusi untuk kerja sama ke depan.

Pemerintah Inggris, ujarnya, akan melihat pilihan cara untuk mendukung usaha pemerintah Indonesia untuk menjaga kebersihan lautnya.

Selain itu, Dubes Moazzam menilai Indonesia dapat mengembangkan potensi besar di bidang energi maritim.

Seperti diketahui Indonesia bertekad untuk mengurangi sampah plastik hingga 70 persen pada akhir 2025.

Indonesia bersama badan untuk lingkungan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), UNEP, telah memulai kampanye pembersihan sampah plastik lautan di Nusa Dua, Bali, Kamis (23/2/2017).

Pemerintah Indonesia berkomitmen menggelontorkan 1 miliar dolar AS pertahun merealisasikan program nasional Indonesia bebas sampah. (TGR07/ANT)

Facebook Comments