Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

Ada False Flag Di Atas False Flag OperationFalse Flag Operation

Rusman

Rusman·20 Agustus 2023·2 menit baca

Bagikan
Ada False Flag Di Atas False Flag Operation
Telaah Kecil Prakiraan Situasi Jelang Tahap Pendaftaran Capres/Cawapres 2024
Judul dan clue di atas cukup menarik. Mengaduk-aduk pikiran publik. Pada satu sisi, ada pihak yang menumpang dalam gejolak massa guna meloloskan agendanya lewat false flag operation (seolah-olah bekerja untuk kepentingan musuh, padahal demi kepentingan sendiri/kawan). Atau, katakanlah itu ‘kegentingan memaksa’. Tak lain. Upaya penciptaan kondisi (cipkon) yang harus ‘diraih’ melalui gejolak sosial berskala besar agar ada dalih untuk menunda pemilu, contohnya, ataupun upaya memperpanjang masa jabatan presiden akibat kegentingan memaksa. Akan tetapi, di sisi lain, bagaimana caranya menunda pemilu dan/atau perpanjangan masa jabatan presiden?
Bila melalui Dekrit Presiden misalnya, selain tidak terumus dalam konstitusi, juga tidak cukup power guna menganulir konstitusi itu sendiri, apalagi cuma Perppu. Nonsense. Maka satu-satunya cara ialah via Ketetapan/TAP MPR selaku Lembaga Tertinggi Negara yang TAP-nya bersifat regeling alias mengatur.
Lantas, bagaimana bisa terbit TAP MPR sedangkan MPR sudah di-downgrade menjadi Lembaga Tinggi Negara dimana TAP-nya cuma sekadar administratif seremonial belaka?
Ada dua cara untuk mengembalikan MPR selaku Lembaga Tertinggi Negara agar ia berfungsi selaku puncak piramida politik dan berperan sebagai penjelmaan rakyat pemegang tertinggi kedaulatan rakyat. Antara lain adalah:
Pertama, Kesepakatan/Konsensus Nasional. Alasan filosofinya, NKRI adalah negara kesepakatan. Dan kini, kredo dimaksud dimunculkan lagi untuk mengembalikan kedudukan dan status MPR sebagai Lembaga Tertinggi Negara;
Kedua, jika ingin berbasis konstitusi maka digunakan pasal 37 UUD NRI 1945 tentang perubahan UUD via amandemen ke-5 dalam rangka mengembalikan kembali status MPR selaku penjelmaan rakyat alias Lembaga Tertinggi Negara.
Singkat narasi, bahwa upaya false flag alias cipkon menuju kegentingan memaksa guna ‘meraih’ TAP MPR yang bisa memperpanjang masa jabatan presiden ataupun penundaan pemilu, contohnya, maka akan tergiring false flag operation pula yaitu mengembalikan Kedaulatan Rakyat yakni MPR kembali sebagai Lembaga Tertinggi Negara.
Tahap lanjutan ialah pertempuran senyap —perang pikiran— di Gedung DPR/MPR dalam rangka memperebutkan siapa dan apa kriteria Utusan Golongan dan Utusan Daerah sebagai unsur dalam MPR selain anggota DPR. Ini tak kalah sengit dan cukup menguras energi bangsa namun bersifat elitis, kurang melibatkan massa.
Lalu, bagaimana kedudukan anggota DPD? Mereka akan dilebur sebagai anggota DPR dari Fraksi Perorangan.
Di Bumi Pertiwi ini, masih banyak tamu tak diundang di antara rerumpun kembang sore dan bunga-bunga sedap malam.
M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)
Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaNiger, Obyek Eksploitasi Penjajahan Barat dan Kejahatan Ekonomi IMF-Bank DuniaSelanjutnyaPara Investor Nikel AS-Eropa Menghalangi Pengembangan Ekspor Nikel Berbentuk Bahan Olahan di Indonesia

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents