Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

Membaca Praktek Bernegara Pasca Amandemen UUDAmandemen UUD 45 dan Saran Perubahannya (Bagian Pertama)

Rusman

Rusman·3 Januari 2025·2 menit baca

Bagikan
Membaca Praktek Bernegara Pasca Amandemen UUD 45 dan Saran Perubahannya (Bagian Pertama)

Kajian Praktek Politik di Indonesia dari Perspektif kesisteman

Baik atau buruknya sebuah “sistem”. entah sistem apapun, selain dinilai dari sisi ouput, sebaiknya dilihat juga dari aspek dan/atau bagaimana outcome-nya. Tidak bisa tidak. Efek (postif) dan dampak (negatif) atas bekerjanya sebuah sistem, entah itu di perusahaan, pada entitas tertentu, ataupun pada suatu organisasi seperti negara misalnya, bisa dirasakan dan dinilai oleh stakeholder-nya, lebih banyak mudarat atau lebih banyak manfaatnya? Juga, dari hal-hal yang eksesif dari output-nya, dari prosesnya, serta kualitas input-nya.

Strata dan varian kesisteman itu banyak sekali mulai level supra-sistem yang sifatnya makro, sampai dengan sistem, sub-sistem dan sub-sub sistem yang bersifat mikro, bahkan sampai ke tingkat yang bersifat teknis. Seluruh level dari sebuah kesisteman itu harus selalu saling terhubung satu dan lainnya, baik secara vertikal maupun horisontal. Begitulah seharusnya sebuah kesisteman.

Namun, prinsip pokok dari sebuah sitem pada level apapun adalah adanya input, proses, output dan output. Dan sekali lagi, baik dan buruknya sebuah sistem sebaiknya dilihat dari dan bagaimana outcome-nya, bukan hanya dilhat dari output-nya, bukan bagaimana prosesnya dan juga bukan bagaimana input-nya.

Sebuah sistem yang baik akan terhindar dari GIGO (Gargage In, Gargage Out). “Sampah masuk, sampah keluar”, kenapa? Sebab, GIGO itu berawal dari input, jika input-nya buruk, maka hasil alias keluarannya yang disebut ouput dipastikan buruk. Dalam sebuah kesisteman yang mengabaikan kualitas dari input, apakah itu raw material input, instrumental input maupun envoronmental input, sangat berpeluang menghassilkan ouput yang garbage, karena prinspinya, begitu yang masuk maka begitulah pula yang keluar. Ilustrasinya, kalau tepungnya yang sudah apek dijadikan bahan adonan kue, hasil kuenya bakalan apek. Jadi, jangan berpikir tentang kuenya bisa disukai orang. Kalau produksi kue saja sudah apek, sedangkan kue yang bagus saja belum tentu disukai orang, apalagi ini kue yang apek dan apeknya itu karena tepung yang dipakai juga apek.

Kalau ouput-nya yang dijadikan tujuan, belum tentu outcome bakal bagus, karena bisa saja untuk mencapai tujuan yang disebut sebagai output itu, dilakukanlah sebuah rekayasa, atau mungkin juga melalui serangkaian tipu-tipu, proses dan outcome-nya diabaikan. Padahal, melalui outcome pun bisa dinilai baik dan buruknya sebuah sistem. Itulah penjelasan singkat tentang “sistem” dan kesisteman.

Dari perspektif kesimteman, kami menganggap bahwa UUD 1945 setelah amandeman empat kali (1999-2022) itu seperti halnya UUD 1945 (Naskah Asli) adalah sebuah supra-sistem Politik dalam Penyelenggara Pemerintahan Negara. Maka, mari kita renungkan, mari kita nilai bagaimana outcome memberi dampak positif dan atau negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertanyaan menggelitiknya adalah “Seberapa besar mudarat dan manfaat yang diperoleh masyarakat dari sistem penyelengaraan negara yang berdasarkan sistem politik eksisting ini.

Oleh Taufiequrachman Ruki dan M Arief Pranoto **

** Penulis adalah dua orang Purnawirawan Pati Polri berbeda generasi, tetapi tetap setia kepada Tiga Kesepakatn Utama yang menjadi spirit terbentuknya NKRI, yaitu Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 dan Undang Undang Dasar tahun 1945 secara utuh dan menyeluruh sebagaimana yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaMembaca Praktek Bernegara Pasca Amandemen UUD 45 dan Saran Perubahanya (Bagian Kedua)SelanjutnyaSistem Kolonialisme Gaya Baru dan Kontra Skemanya

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents