Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

Membaca (Pro Kontra) Isu Pemerkosaan Massal Pada Mei 1998Mei 1998 di Jakarta dari Perspektif Asymmetrical War

Rusman

Rusman·29 Juli 2025·2 menit baca

Bagikan
Membaca (Pro Kontra) Isu Pemerkosaan Massal Pada Mei 1998 di Jakarta dari Perspektif Asymmetrical War

Telaah Kecil Geopolitik Dalam perang asimetris (nirmiliter) atau asymmetrical war, ada pola ajeg yang berlangsung senyap yaitu Isu – Tema/Agenda – Skema atau disingkat: ITS. Inilah pisau analis pada telaah singkat sesuai judul di atas. Awalnya, Isu ditebar ke publik…

Telaah Kecil Geopolitik
Dalam perang asimetris (nirmiliter) atau asymmetrical war, ada pola ajeg yang berlangsung senyap yaitu Isu – Tema/Agenda – Skema atau disingkat: ITS. Inilah pisau analis pada telaah singkat sesuai judul di atas.
Awalnya, Isu ditebar ke publik baik di tingkat lokal maupun di publik global, entah sebagai modus (test the water), ataupun isu sebagai pola (pintu pembuka). Misal, jika sebagai pola maka akan ditindaklanjuti dengan Agenda/Tema, kemudian lanjut ke Skema. Kalau isu sebagai modus, sifatnya hanya cek ombak. Sekadar melihat riak reaksi, besar-kecilnya respon publik. Tak lebih. Dan keduanya, entah isu sebagai pola atau isu sebagai modus, dikerjakan tanpa letusan peluru. Tanpa asap mesiu.
Kelaziman kronologi, bahwa usai Isu ditebar, maka Agenda/Tema akan didorong ke publik. Selain untuk penebalan isu, ataupun penguatan opini, memperluas persepsi publik, juga — yang utama untuk memanipulatif alam bawah sadar khalayak bahwa persoalan (isu) itu seakan ada dan nyata, seolah-olah berada (existence).
Skema-lah tujuan akhir dari asymmetrical war. Contoh. Merujuk judul — viral berita: “ada pemerkosaan massal pada rusuh massa di Jakarta dulu”. Nah, itu Agenda yang ditancapkan di publik pasca kerusuhan massa Mei 1998.
Lalu, apa isunya?
Setelah dikulik, ternyata isunya justru disebar jauh hari sebelum kerusuhan terjadi. Isu diskriminasi telah bergema di luar negeri (khususnya Amerika) melalui agitasi dan propaganda bahwa masih ada diskriminasi di tengah HAM yang mengglobal. Narasinya, bahwa ada perlakuan diskriminatif di Indonesia terhadap nonpribumi (nonpri). Itu gema isu di luar.
Lantas, apa skemanya?
Skema atau tujuannya ternyata ada dua, yakni:
Pertama, pencabutan istilah pribumi melalui UU. Apa boleh buat. Publik kini, dilarang secara formal menggunakan diksi: “pribumi dan nonpri”.
Sedangkan puncak Skema (tujuan) ialah poin kedua di bawah ini, yakni:
PENGHILANGAN KATA “ASLI” DALAM PASAL 6 UUD NRI 1945 PRODUK AMANDEMEN EMPAT KALI (1999-2002)
Retorika gelisahnya, “Suatu saat nanti, Indonesia bisa dipimpin warga negara keturunan Londo, peranakan Prancis, ataupun China?”
Inilah salah satu keberhasilan peperangan asimetris yang digelar oleh asing di republik tercinta ini. Tanpa asap mesiu. Dan hal tersebut terbilang sangat sukses, tatkala mayoritas anak bangsa justru menari-nari dalam gendang yang ditabuh oleh asing.
Di Bumi Pertiwi ini, masih banyak kembang sore dan bunga-bunga sedap malam.
M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)
Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaKenapa Umat Islam Kerap Dijadikan Sasaran Adu Domba?SelanjutnyaKeberadaan SITCA, Bukan Solusi untuk Mengatasi Akar Penyebab Konflik Rusia-Ukraina Sejak 2022

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents