Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

Sebagai Kekuatan Kontra Hegemoni Terhadap AS, SCOSCO Semakin Penting dan Strategis

Hendrajit

Hendrajit·30 Maret 2026·4 menit baca

Bagikan
Sebagai Kekuatan Kontra Hegemoni Terhadap AS, SCO Semakin Penting dan Strategis

Bermula hanya untuk mengimbangi hegemoni Amerika Serikat (AS) di Asia Tengah, saat ini Organisasi Kerja Sama Shanghai atau yang sekarang lebih dikenal Shanghai Cooperation Organization (SCO), saat ini ruang lingkupnya semakin meluas. Merujuk pada Konferensi Tingkat Tinggi SCO pada September 2025 lalu, dihadiri 30 kepala negara (antara lain Presiden Korea Utara Kim-Jong-un,Perdana Menteri Slovak Robert Fico, Presiden Serbia Aleksandar Vucic). Bahkan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterez, juga hadir dalam KTT SCO di kota pelabuhan, Tianjin, Republik Rakyat Cina.

SCO tepatnya berdiri pada 15 Juni 2001, atas prakarsa kerja sama lima negara (Cina, Rusia, Kazakhstan, Kyrgiztan dan Tajikistan). Terbentuknya SCO didahului dengan pembahasan dan telaah strategis menyangkut upaya membangun kerja sama atas dasar saling percaya dalam bidang militer terutama di wilayah perbatasan.

2025 Shanghai Cooperation Organization Summit

Saat ini, menjelang KTT SCO pada September 2026 mendatang, negara-negara anggota SCO sudah bertambah dengan bergabungnya Belarus, India, Pakistan, Uzbekistan, dan Iran. Bayangkan, India dan Pakistan yang selama ini selalu terlibat konflik perbatasan terutama di wilayah Kasmir, dapat duduk satu meja di forum SCO. Cina dan India sendiri yang sejak memanasnya era Perang Dingin 1960-an, terlibat dalam konflik Tibet, juga dapat duduk satu meja.

Pada KTT SCO September 2026 mendatang, Kyrgyztan akan bertindak sebagai tuan rumah, menggantikan Cina yang saat ini menjabat Keketuaan SCO. Adapun hasil paling penting dari KTT SCO 2025 adalah Deklarasi Tianjin, yang menegaskan dan memastikan kesepakatan untuk membentuk Bank Pembangunan SCO, yang mana proyek ini sudah dirancang jauh-jauh hari oleh pemerintah Cina. Hanya saja kapan persisnya secara resmin terbentuknya lembaga keuangan di luar skema Bank Dunia tersebut, masih belum bisa dipastikan.

Pergeseran fokus perhatian kerja sama SCO dari isu-isu keamanan ke kerja sama ekonomi juga merupakan salah satu hasil yang tidak kalah pentingnya. Dalam Deklarasi Tianjin ini pula, Tianjin ditetapkan sebagai daerah kunci yang berfungsi sebagai titik hubung logistic (the key logistic hub) dari One Belt One Road (OBOR), yang merupakan penjabaran dari Strategi Nasional Cina, The Silk Road Maritime Initiative), yang melibatkan negara-negara anggota SCO.  Silk Road Maritime Initiative yang dituangkan menjadi Strategi Nasional Cina, ide dasarnya adalah untuk membangun kerja sama ekonomi-perdagangan Cina dengan negara-negara yang berada dalam lintasan Jalur Sutra. Dengan kata lain, ini merupakan  konektivitas  antara kerja sama ekonomi-perdagangan dan lokasi geografis sebagai aset geopolitik.

2025 Shanghai Cooperation Organization Summit

Otoritas SCO juga mengumumkan dalam KTT SCO akan mengalokasikan 2 miliar yuan atau 275 juta dolar AS dalam bentuk Hibah/Grant kepada negara-negara anggota SCO pada akhir tahun 2025. Bahkan juga akan menyediakan 10 miliar dolar yuan atau 1.4 miliar dolar AS dalam bentuk pinjaman melalui the SCO inter-bank association.

Sekadar informasi, Konsorsium Antar Bank Organisasi Kerja Sama Shanghai (disingkat SCO IBC ) adalah platform untuk pembiayaan bersama proyek-proyek pembangunan oleh anggota dan peserta lain dari Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).

Tentu saja ini merupakan perkembangan terbaru yang cukup progresif bagi kinerja SCO mengingat sedang gencar-gencarnya Perang Tarif yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara yang dipandang tidak bersahabat, apalagi bermusuhan oleh Amerika. Justru di saat seperti itulah, Rusia dan Cina pada pertemuan puncak SCO itu mengajukan visi bersama mereka tentang sistem internasional seraya menawarkan insentif keuangan baru kepada negara-negara yang bersekutu dengan blok ekonomi dan keamanan yang diprakarsai Cina dan Rusia.

Baca sebagai rujukan pembanding:

SCO Summit 2025: Optics, Alliances, and a Shifting World Order

Yang juga tak kalah penting dari Deklarasi Tianjin adalah penegasan kembali komitmen negara-negara SCO dalam kerja sama bidang keamanan, termasuk dalam memberantas terorisme dan perdagangan narkboba yang notabene merupakan Kejahatan Lintas Negara/Trans-National Crime).

Para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan SCO juga sepakat menggarisbawahi pentingnya menghadapi sebuah tantangan baru: Melakukan Aksi Kontra terhadap Resiko dari semakin maraknya Artificial Intelligence (AI). Seraya mendukung kedaulatan nasional masing-masing negara untuk membuat regulasi mengelola internet.

KTT SCO 2025 juga semakin memperlihatkan independensi dan kemandiriannya untuk bebas dari pengaruh AS ketika seluruh anggota SCO mengutuk serangan militer AS dan Israel ke Iran, dan tewasnya warga sipil Palestina di Gaza.

Menjelang KTT SCO berikutnya yang akan diselenggarakan di Bishkek, Kyrgiztan, pada Agustus 2026 mendatang, keberhasilan yang berhasil dicapai pada September 2025 lalu, kiranya harus menjadi pedoman untuk semakin meningkatkan kualitas kerja sama antar negara anggota SCO.

Prospek SCO yang semakin bagus dan cerah di masa depan tampaknya semakin nyata dengan ditandai semakin meluasnya kerja sama berbasis multipolar alih-alih Unipolar yang selama ini AS menjadi kekuatan hegemoni tunggal sejak berakhirnya Perang Dingin. Dan untuk memainkan perang strategis sebagai Kekuatan Kontra Hegemoni, SCO merupakan organisasi internasional yang semakin penting dan strategis kini dan beberapa tahun mendatang.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Penulis

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaNegara Bukan Kerupuk: Konstitusi itu Garis Merah, Bukan Garis Putus-Putus!SelanjutnyaMeluruskan Salah Pikir MPR Tentang Cita-Cita Try Sutrisno

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikGeopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents