Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

Terkait BRICS, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas-Aktif Mensyaratkan Adanya Kemandirian

Hendrajit

Hendrajit·27 Februari 2024·2 menit baca

Bagikan
Terkait BRICS, Politik Luar Negeri Bebas-Aktif Mensyaratkan Adanya Kemandirian

Teguh Santosa MA, Staf Pengajar Fakultas Ilmu Sosial-Politik jurusan Hubungan Internasional, UniversitaUniversitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

(Presentasi di depan Focus Group Discussion (FGD) dengan Topik Indonesia Bergabung BRICS: Peluang dan Tantangan).

Isu tentang blok kerja sama ekonomi-perdagangan yang kita kenal sebagai BRICS memang marak akhir-akhir ini jadi bahan perbincangan dari berbagai kalangan. Sayapun yang selama juga mendalami berbagai isu internasional maupun sebagai pelaku media, juga banyak dimintai tanggapan.

Kalau menurut saya alangkah baiknya jika sebelum survei dilakukan, terlebih dahulu mengundang para para pakar seperti Pak Dian Wirengjurit atau Pak Edy Prasetyono, sehingga bisa lebih mendalam lagi. Tapi saya bisa paham bahwa survei merupakan salah satu bagian dari upaya untuk memberi maasukan pada pemerintah.

Tapi kalau saya boleh berpendapat, terkait BRICS ataupun berbagai bentuk kerja sama multilateral lainnya, bangsa kita latah. Maka itu satu hal yang mau saya sampaikan, jika kita ingin mengaplikasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif, kita harus punya kemandirian. Seperti Bung Karno, presiden pertama kita pernah bilang, agar bisa ikut mengatur isu-isu strategis global, kita sebagai bangsa tidak boleh tergantung pada negara-negara besar. Kalau tidak, maka bangs kita hanya akan jadi agen-agen proksi negara-negara adikuasa yang mana kita bergantung padanya.

Nah untuk bisa bergabung dengan BRICS atau organisasi-organisasi internasional lainnya, maka pertanyaan pentingnya adalah, kita sebagai bangsa bisanya apa? Dengan kata lain apa keunggulan komparatif yang kita punya? Mampukah bangsa kita membangun suatu kemandirian? Bisakah kita mandiri dari segi politik, ekonomi dan kebudayaan?

Dengan kata lain, terlepas kita menjalin kerja sama dengan negara lain atas dasar bilateral ataupun multilateral, tetap pertanyaan strategisnya apa yang jadi tumpuan keunggulan kita dalam menjalin hubungan dengan negara-negara lain.

Kalau tidak, kerja sama yang terjalin di level manapun kita, Cuma akan jadi event organization saja seperti tuan rumah G-20  atau KTT ASEAN. Selama kita sebagai bangsa hanya bersifat konsumtif, maka kerja sama internasional pada level manapun tak gunanya.

Tantangan bagi kita sebagai bangsa, bisakah eksistensi kita di berbagai forum internasional diakui keberadaannya. Masalah krusial saat ini bangs tak punya produk, tidak punya teknologi. Kita hanya solid karena negara kita merupakan pangsa pasar. Coba tengok Cina, sekarang fokus pada hardware/perangkat keras. India, fokus pada software/perangkat lunak.  Jadi sekali lagi saya tegaskan, Politik Luar Negeri RI Bebas dan Aktif harus bertumpu pada kemandirian kita sebagai bangsa. Atau menurut istilah Bung Karno, Berdiri di atas kaki sendiri.

Disusun oleh Tim Redaksi Global Review

Hendrajit

Penulis

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaTerkait Bergabungnya Indonesia Dalam BRICS, Perlu Kajian Berbasis Cost and Benefit AnalysisSelanjutnyaMembunuh UUD 1945, Mengubur Pancasila!

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
Analisis

Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

23 Agustus 2026 · 5 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents