Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Timur Tengah

TrumpTrump dan Mimpi Abad Ini

Rusman

Rusman·19 Mei 2025·2 menit baca

Bagikan
Trump dan Mimpi Abad Ini

Seperti kita tuliskan bahwa kunjungan Donald Trump ke tiga negara Arab, Qatar, UEA, dan Saudi Arabia adalah akal-akalan mereka untuk mengulur waktu dari posisi kalah di Timur Tengah.

Pertama bahwa perang Israel atas Hammas di Gaza yang memasuki tahun kedua ini didanai dan disuplai oleh industri persenjataan AS yang menguntungkan. Trump tidak akan membuang peninggalan Biden dengan semangat perdamaian di Palestina.

Kedua, ia menyadari bahwa ia salah mengkalkulasi keterlibatan AS membantu Israel dengan melancarkan serangan kepada Yaman. Yaman bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan secara langsung.

Dua armada kapal induk nuklirnya cuma menjadi hiburan saja bagi orang Yaman. Israel tetap dibom, dan Yaman masih mengontrol Bab El Mandab yang membuat perniagaan Israel bangkrut. Ia membutuhkan cara lain untuk mengalahkan Yaman.

Ketiga, keterbukaan Cina untuk melibatkan dirinya sebagai pembela Palestina dan inisiator perdamaian Arab Saudi-Iran merupakan ancaman bagi eksistensi AS di Timur Tengah.

Keempat bahwa Trump menyadari bila perang membela Israel adalah bisnis yang mahal. Ia ingin beban ini diletakkan di punggung Saudi, UEA, dan Qatar dengan seolah-olah menjadi “pembeli” arsenal militer AS.

Trump pernah melakukan ini pada 2017-2019 di era pertamanya dengan memaksa Saudi membayar 310 Milyar Dollar untuk senjata atau tetap menghadapi sanksi Kongres karena terlibat Peristiwa 911.

Pada kunjungannya minggu ini, ia mengumumkan lagi sukses pembelian 145 Milyar Dollar kepada Arab Saudi.

Kelima, Trump mesti melemahkan Yemen terlebih dahulu dengan memulai apa yang sepuluh tahun lalu pernah dilakukan dengan mengggunakan tangan koalisi Saudi yaitu Operasi Badai Gurun dan Operasi Mengembalikan Harapan.

Yang terdiri antara lain dari Mesir, Sudan, Jordan, UEA, Qatar, Bahrain, Somalia, Eritea dan tentu saja NATO.

Ia melihat bagaimana Turki, Qatar dan Saudi membantu Jounali menumbangkan Bashir Assad di Suriah yang melemahkan perlawan Hammas, Hezbollah dan mengurangi pengaruh Rusia serta Iran. Ini ingin dilakukannya terhadap Yaman dan kelak Iran.

Kelima, Trump mesti akan memaksakan konflik kembali Arab dengan Yaman dengan tentu saja Saudi, UEA, Qatar dan Bahrain yang menyediakan uang untuk membeli persenjataan.

bersambung.

Andi Hakim, Pemerhati Politik Internasional

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaMembaca Kejelasan Kebijakan Luar Negeri Donald Trump di Kawasan ArktikSelanjutnyaHentikan Genosida Israel Terhadap Warga Sipil Palestina di Gaza

Lainnya di Internasional

Lihat semua
Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analisis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 Agustus 2026 · 6 menit baca

FPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel
Internasional

FPNFPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel

8 Agustus 2026 · 4 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents