Pentagon Menyembunyikan Berapa Pastinya Jumlah Pangkalan Militer AS yang Tersebar di 160 Negara

Bagikan artikel ini

Resminya Amerika Serikat menguasai 95% lokasi pangkalan militer di luar negeri dan memiliki personil di 160 negara di 7 benua. Namun masih ada ratusan lokasi pangkalan militer AS di berbagai negara yang tidak masuk dalam laporan resmi pihak Pentagon (kementerian pertahanan AS).

Adapun menurut daftar resmi laporan yang dirilis Pentagon yang diberi nama Official Properti Portofolio, ada 4775 lokasi pangkalan militer yang tersebar di 50 negara bagian AS dan 45 negara-negara di mancanegara, termasuk 514 lokasi pangkalan militer AS yang tersebar di luar negeri.

Anggaran militer yang dialokasikan untuk penyebaran pasukan militer AS ke luar negeri, maupun biaya operasional pangkalan-pangkalan asing AS di luar negeri, sebesar 150 miliar dolar AS per tahun.

Dengan kata lain, AS menguasai 95 persen pangkalan asing yang ada di luar negeri. Namun demikian dengan tetap dirahasiakannya ratusan lokasi-lokasi pangkalan asing AS di luar negeri, sepertinya dimaksudkan untuk mencegah munculnya kontroversi di kalangan publik Amerika terkait penggunaan anggaran negara maupun bahaya kemungkinan adanya penyelidikan dari berbagai komunitas internasional maupun ketegangan diplomatik dari negara-negara lain.

Maka itu menarik untuk mencermati ketika nantinya pasukan militer AS akan ditarik mundur dari Suriah. Apakah termasuk akan ditarik mundur dari lokasi pangkalan militer di al-Tanf? Sebab menurut Nick Turse dalam artikelnya yang bertajuk:

The US Has Military Forces in Over 160 Countries, but the Pentagon Is Hiding the Exact Numbers

Al-Tanf merupakan lokasi pangkalan militer AS di Suriah yang tidak termasuk dalam daftar Official Property Portofolio yang diinvarisasi oleh Pentagon. Padahal pemerintah Suriah mengklaim al-Tanf merupakan markas pelatihan bersenjata untuk Islamic State (ISIS). Lokasi al-Tanf tersebut terletak di perbatasan antara Irak dan Yordania.

dod personnel countries akrotiri

Pihak berwenang Rusia bahkan menggambarkan al-Tanf merupakan sarang pembinaan milisi-milisi bersenjata untuk aksi-aksi terorisme. Dalam lokasi pangkalan militer di al-Tanf itu, terdapat ratusan personel marinir dan pasukan khusus AS.

Menurut Jenderal Joseph Votel, Panglima Angkatan Bersenjata AS di Timur-Tengah,  keberadaan pasukan marinir dan pasukan khusus AS itu  bukan  saja untuk menumpas kelompok ISIS, tapi juga untuk menangkal manuver militer Iran dan sekutu-sekutunya.

Celakanya, pangkalan militer al-Tanf itu statusnya saat ini seperti ada dalam tiada. Karena tidak masuk dalam Portofolio Properti Pentagon yang terdaftar secara resmi. Adapun dari 514 pangkalan asing di luar negeri, termasuk yang ada di Diego Garcia, Samudra Hindia, di Jiboti, Tanduk Afrika, Peru, Portugal, Uni Emirat Arab, dan Kerajaan Inggris.

Namun berdasarkan laporan Pentagon yang bernama The Base Structure Report (BSR), tidak mencantumkan lokasi-lokasi pangkalan militer AS yang tersebar di Tunisia, Kamerun, atau Somalia. Maupun lokasi-lokasi pangkalan militer AS lainnya Termasuk yang berada di Suriah, seperti sekilas saya sampaikan tadi.

Bahkan menurut David Vine, penulis buku bertajuk Base Nation: How U.S. Military Bases Abroad Harm America and the World, masih ada sekitar 800 lokasi pangkalan militer yang tersebar di luar 50 negara bagian AS. Menyikapi fakta-fakta yang disampaikan David Vine tersebut, Pentagon tetap bungkam seribu bahasa. Sehingga publik Amerika pun sama sekali tidak tahu-menahu.

Begitulah. AS menguasai 95 pos pangkalan militer di luar negeri. Sedangkan Prancis, Rusia, dan Inggris, mengusai antara 10-20 persen pangkalan militer di luar negeri. Jika benar AS menguasai 95 persen  pangkalan militer di luar negeri, berarti sejatinya pangkalan militer AS tersebar di 160 negara. Bukan 45 negara sebagaimana tercantum dalam Official Property Portofolio.

Keberadaan pangkalan militer AS di zona perang seperti Irak, termasuk salah satu yang dirahasiakan oleh Pentagon. The Base Structure Report  mengabaikan fakta bahwa sejak menduduki Irak menyusun invasi militer menggulingkan Saddam Hussein pada 2003, ada sekitar 505 pangkalan militer AS di Irak. Mulai dari pos terpencil hingga markas militer dan fasilitas militer berskala besar.

Di Afghanistan, yang diinvasi oleh Amerika pada 2001, International Security Assistance Forces (ISAF) menguasai 550 pangkalan militer. Bahkan ada kemungkinan saat ini mencapai 750 pangkalan militer.

Sebuah investigasi mengenai keberadaan pangkalan militer AS di Afrika, sebuah dokumen berasal dari US Africa Command (AFRICOM), mengungkap adanya 34 jaringan pangkalan asing yang tersebar di sebelah Barat dan Utara Afrika, termasuk di Tanduk Afrika.

 Diolah kembali oleh Hendrajit, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)

Facebook Comments