Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Asia Tenggara

BRICSBRICS GAMES Juni 2024, Pilot Project Terciptanya Independensi Olah Raga Dari Campur-Tangan Politik

Hendrajit

Hendrajit·2 Oktober 2023·2 menit baca

Bagikan
BRICS GAMES Juni 2024, Pilot Project Terciptanya Independensi Olah Raga Dari Campur-Tangan Politik

Pada Juni 2024 mendatang, negara-negara yang tergabung dalam forum kerja sama ekonomi dan perdagangan, akan meluaskan lingkup kerja samanya ke bidang yang sama sekali tidak beraroma politik. Yaitu Olah Raga. Kementerian Olah Raga Rusia menyatakan bahwa BRICS GAMES akan diselenggarakan pada Juni tahun depan. Jadi selang sebulan sebelum berlangsungnya Olimpiade yang akan diselenggarakan di Paris, Prancis.

BRICS GAMES yang akan diselenggarakan di salah satu kota di Rusia, Kazan, sebagai tuan rumah, diharapkan akan ikut serta negara-negara motor utama BRICS yaitu Brazil, Rusia, China, India dan Afrika Selatan. Menurut rencana 22 cabang olah raga akan dipertandingkan di 12 tempat yang berlokasi di Kazan. Juga diharapkan akan diikuti oleh sekitar 5000 olahragawan dari pelbagai negara.

Baca:

Russia to hold BRICS Games one month before Paris 2024

Menurut keterangan Menteri Olah Raga Rusia Oleg Matytsin menyusul pertemuannya dengan beberapa negara anggota BRICS di Afrika Selatan pada KTT Agustus lalu, berdasarkan situasi dan kondisi yang berkembang saat ini, BRICS telah mampu berperan dalam memecahkan beberapa isu global semakin tumbuh-berkembang. Selain itu BRICS telah menjadi role model atau percontohan yang berhasil dari kerja sama internasional yang berbasis multi-lateralisme atas dasar saling menghormati antar satu negara dengan negara lainnya.

 

 

 

BRICS yang semula merupakan  blok kerja sama ekonomi-perdagangan, saat ini bergabung enam anggota baru. Keenam anggota baru itu adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Iran, Argentina, dan Etiopia.

Maka itu diselenggarakannya BRICS GAMES pada Juni 2024 mendatang merupakan momen yang tepat di tengah ketegangan internasional yang semakin memanas akhir-akhir ini antara AS dan Uni Eropa versus China di kawasan Asia Pasifik, kiranya bisa menciptakan suasana baru yang menyegarkan mengingat BRICS GAMES didasarkan gagasan untuk menciptakan olah raga yang bebas dari campur tangan politik.

Apalagi terbetik kabar bahwa pada Olimpiade di Paris sebulan setelah diadakannya BRICS GAMES, Rusia akan ditolak ikut serta dalam Olimpiade di Paris.

Jika BRICS GAMES mampu menjadikan ajang olah raga berskala internasional tersebut sebagai pilot project terciptanya independensi Olah Raga dari campur tangan dan pengaruh politik, pernyataan menteri Olah Raga Rusia bahwa saat ini BRICS telah berhasil memainkan peran dalam memecahkan berbagai isu global kiranya bukan hanya omong kosong belaka.

 

 

Berarti jika benar Olimpiade Prancis akan menolak Rusia ikut serta, berarti Olimpiade Paris telah mencampur-adukkan olah raga dan politik. Atau yang lebih buruk lagi, ketika International Olympic Committee (IOC) kemudian menjadi alat politik untuk menentukan negara-negara mana saja yang boleh ikut serta dan tidak boleh ikut serta dalam Olympic Games.

Maka itu harus ada ketentuan tegas bahwa Olah Raga dan Politik harus merupakan dua hal yang terpisah dan tidak boleh dicampur-baurkan. Berarti Olah Raga harus berada di luar politik.

Dengan demikian, Indonesia meskipun tahun ini batal bergabung ke dalam BRICS padahal semula sempat masuk di deretan negara-negara calon anggota baru, harus ikut serta agar semakin meningkatkan kewibawaannya di bidang olah raga seraya berkesempatan memperluas pengalaman dan relasinya dengan negara-negara lintas kawasan melalui arena olah raga.

Hendrajit, pengkaji geopolitik, Global Future Institute.

 

 

 

Hendrajit

Penulis

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaIndonesia Harus Membendung Internasionalisasi Aktivitas Kaum LGBTQI Dengan Dalih Perlindungan HAMSelanjutnyaPeran Strategis Indonesia Menghidupkan Kembali Spirit KAA Bandung 1955 dan Gerakan Nonblok Beograd 1961 Lewat BRICS

Lainnya di Internasional

Lihat semua
Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analisis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 Agustus 2026 · 6 menit baca

FPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel
Internasional

FPNFPN: Indonesia Harus Hentikan Seluruh Hubungan dengan Israel

8 Agustus 2026 · 4 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents