Buku Pameran Foto: Jugun Ianfu

Bagikan artikel ini

Dalam setiap konflik bersenjata berskala besar, perempuan menjadi korban kekerasan seksual. Pada umumnya, hal ini dirahasiakan – oleh para korban, para pelaku kejahatan dan para pemimpin pemerintahan. Kokohnya tabu dihadapi Jan Banning dan Hilde Janssen pada waktu mereka mulai mencari para “Jugun Ianfu” atau “wanita penghibur”,  perempuan yang dipaksa memberi pelayanan seks kepada balatentara Jepang selama Perang Dunia II.

Saat itu mereka masih gadis muda, kini mereka telah menjadi nenek-nenek. Rasa malu, stigma dan rasa bersalah telah membuat mereka selama puluhan tahun tetap membisukan pengalaman masa perang mereka.

Para perempuan yang ditampilkan dalam pameran ini, memiliki keberanian untuk berbagi masa lalu mereka yang terpendam. Kebanyakan yang lain tetap tinggal membisu.

Konspirasi kebisuan ini menguntungkan bagi pihak yang bersalah. Mereka pada umumnya tidak pernah menghadapi akibat dari perbuatan mereka, bahkan sampai hari ini. Di tahun 2008, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui resolusi nomor 1820, yang dimaksudkan untuk selamanya mencegah para pelanggar seperti itu dapat bebas begitu saja.

Resolusi tersebut mengutuk penggunaan kekarasan seksual secara sistematis sebagai suatu alat berperang dalam konflik bersenjata. Sekarang dunia tidak dapat lagi menutup matanya.

Proyek Jugun Ianfu atau Wanita Penghibur ini adalah sebuah inisatip bersama dari wartawati Hilde Janssen dan fotofrafer Jan Banning.

Persiapan awal mulai pada pertengahan tahun 2007, sedangkan wawancara lengkap dan pemoteratan dilaksanakan pada periode Mei 2008-Juli 2009.

Proyek ini menghasilkan karya pameran foto Jugun Ianfu dan publikasi dua buku, yaitu buku foto Jugun Ianfu oleh Jan Banning dengan teks Hilde Janssen, dan buku dalam bahasa Belanda Aib tanpa Dosa.

Kebisauan Jugun Ianfu tentang masa kelabunya oleh Hilde Janssen dengan foto oleh Jan Banning. Seorang film dokumenter Belanda, Frank van Osch, mengikuti Janssen dan Banning beberapa kali dalam perjalanan dengan kameranya, yang telah menjadi film dokumenter Karena kami cantik.

Pameran foto Jugun Ianfu telah dibuka pertama kali di Kunsthal du Rotterdam dan akan keliling di Belanda dan negara lain.

Buku foto berbahasa Belanda dan Inggris, Comfort Women/Toostmeisjes oleh Jan Banning, ditertitkan oleh Facto/Seltmann Sohne Ludenscheid, ISBN 9.789.077.386.071.

Buku dalam bahasa Belanda Schaamte en Onschuld. Het verdrogen oorlogsverleden van troostmeisjes in Indonesie, diterbitkan oleh Nieuw Amsterdam, ISBN 9789046807132.

Untuk informasi lanjut: www.jabanning.nl; ww.hildenjanssen.nl

INFO BUKU
Fotografer: Jan Banning
Teks dan copy editor: Hilde Janssen (Wartawati)
Penerjemah Bahasa Indonesia: Hilde Janssen, Gulontam situmorang
Penerjemah Bahasa Inggris: Hilde Janssen, Wim Roefs
Layout : Regina Ariati
Percetakan: PT Aksaramas Pustaka, Jakarta
Halaman: 44 halaman

Untuk informasi lebih lanjut:
www.janbanning.nl ; www.hildejanssen.nl

Facebook Comments
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com