Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Ekonomi & Bisnis

Eurasia Sangat Penting dan Strategis Bagi Indonesia Dari Perspektif Politik Luar NegeriPolitik Luar Negeri Bebas-Aktif

Hendrajit

Hendrajit·19 Mei 2023·3 menit baca

Bagikan
Eurasia Sangat Penting dan Strategis Bagi Indonesia Dari Perspektif Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Indonesia sebenarnya punya alasan yang cukup masuk akal untuk optimis terhadap prospek kerjasama dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Kalau kita perbandingkan total neraca perdagangan Indonesia dan EAEU pada 2022 lalu misalnya, berhasil mencapai 4,35 miliar dolar AS atau 30 persen dibandingkan neraca perdagangan pada 2021 yang hanya berhasil mencapai 3,33 miliar.

Bagaimana dengan ekpor-impor? Ekspor Indonesia ke EAEU tercatat sebesar 1,50 miliar dolar AS. Adapun impor Indonesia dari EAEU tercatat sebesar 2,86 miliar dolar AS.

Ekspor andalan Indonesia ke EAEU pada 2022 adalah minyak kela[a sawit, minyak kelapa kopra, perangkat televisi, bagian mesin, karet alam, alas kaki kulit, dan kopi. Nampak jelas bahwa ekspor Indonesia berbasis bahan-bahan pertanian punya prospek yang cukup cerah di negara-negara yang tergabung dalam EAEU. Sebaliknya impor utama Indonesia dari EAEU antara lain adalah pupuk mineral/kimia (kalium), produk setengah jadi besi baja bukan paduan, batu bara, dan paduan fero.

Baca:

Pererat Kerja Sama dan Percepat Penyelesaian Perundingan FTA Indonesia-EAEU

Tak heran jika pemerintah Indonesia maupun pihak EAEU nampaknya memandang kerjasama ekonomi-perdagangan RI-EAEU saling menguntungkan kedua belah pihak. Hal itu tersurat melalui pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang menegaskan bahwa kerja sama ekonomi Indonesia dan EAEU harus dipererat, maka itu persetujuan perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) antara RI-EAEU harus segera diselesaikan dan dituntaskan. Pernyataan Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan mengisyaratkan adanya komitmen antara RI-EAEU mengingat fakta bahwa pernyataan Zulkifli Hasan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Anggota Dewan Menteri Integrasi dan Ekonomi Makro Komisi Ekonomi EAEU Sergei Glazyev di Jakarta pada 27 Januari 2023 lalu.

 

Aktivitas bongkar muat peti kemas ke dalam kapal barang di terminal peti kemas New Priok Container Terminal (NPCT) 1, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2022). Kinerja investasi dan kinerja ekspor yang tumbuh 21,64 persen dengan kontribusi 26,23 persen menjadi salah satu pendukung tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2022 yaitu 5,72 persen secara tahunan.

 

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan memandang peluncuran Perundingan EAEU FTA pada Desember 2022 lalu sebagai momentum bersejarah untuk meningkatkan hubungan bilateral pada skala yang lebih tinggi.

Kerjasama strategis RI-EAEU tersebut nampaknya memang cukup strategis mengingat cakupan isu yang diagendakan dalam perundingan RI-EAEU antara meliputi perdagangan barang, aturan asal barang (rules of origin), pengamanan perdagangan (trade remedies), prosedur kepabeanan fasilitasi perdagangan (customs procedure and trade facilitation), sanitasi dan fitosanitasi, kekayaan intelektual, hambatan teknis untuk perdagangan dan investasi.

 

 

Selain itu, ada dua pertimbangan strategis mengapa EAEU itu penting bagi Indonesia. Sebagai forum kerjasama ekonomi Eropa-Asia yang dimotori Cina dan Rusia, saat ini telah tercatat menempati posisi ke-30 sebagai sumber investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia dengan nilai investasi sebesar 23,2 juta dolar AS yang terdiri dari 214 proyek. Berarti, nilai ini meningkat 404,49 persen dibanding pada 2020 lalu yang hanya tercatat sebesar 4,6 juta dolar AS.

Baca:

Indonesia-EAEU Perluas Pasar Ekspor Nontradisional

Lebih dari pada itu, terintegrasinya Indonesia ke dalam skema kerjasama ekonomi-perdagangan EAEU, maka Indonesia bersama-sama dengan negara-negara Asia lainnya punya pilihan alternatif di luar skema AS dan Uni Eropa yang akhir-akhir ini cenderung memberlakukan embargo perdagangan yang ketat terhadap negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia. Belum lagi AS dan Uni Eropa punya kecenderungan kuat mengatur negara-negara mitra dagangnya dengan mengajukan syarat-syarat politis dengan melakukan politisasi demokrasi, hak-hak asasi manusia dan lingkungan hidup.

Potensi EAEU sebagai kekuatan penyeimbang terhadap Uni Eropa dan AS, juga telah membuka terobosan-terobosan baru bukan saja di bidang ekonomi dan perdagangan, melainkan juga meluas ke bidang politik-internasional, militer dan budaya. Sekadar ilustrasi, semakin eratnya kerjasama perdagangan dan investasi antara India dan Cina baik secara biletal maupun dalam skema BRICS dan EAEU, telah mengilhami ide untuk menyelesaikan pertikaian daerah perbatasan kedua negara melalui cara-cara damai. Sehingga malah jadi mekanisme efektif untuk membendung pengaruh AS untuk membujuk India masuk dalam Pakta Persekutuan Militer Indo-Pasifik (QUAD) empat negara AS, Australia, Jepang dan India.

Pemerintah Indonesia yang sejak 1948 menganut azas Politik Luar Negeri Bebas-Aktif, sudah seharusnya memandang EAEU bukan sekadar kerjasama ekonomi-perdagangan. Melainkan untuk bersama-sama negara-negara Asia-Afrika-Timur-Tengah dan Amerika Latin yang notabene masih dalam taraf negara sedang berkembang, punya kekuatan keseimbangan baru/balancing strategy menghadapi hegemoni AS dan Uni Eropa bukan saja di bidang ekonomi, melainkan juga politik dan militer, di kawasan Asia Pasifik.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Penulis

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaPara Investor Nikel AS-Eropa Menghalangi Pengembangan Ekspor Nikel Berbentuk Bahan Olahan di IndonesiaSelanjutnyaKerjasama Strategis Indonesia-Eurasian Economic Union (EAEU) Bisa Menjadi Kekuatan Keseimbangan Baru Menghadapi Hegemoni AS-Uni Eropa

Lainnya di Ekonomi & Bisnis

Lihat semua
Berita Besar
Ekonomi & Bisnis

Berita Besar

15 Agustus 2026 · 3 menit baca

Perang AS vs Iran Mengguncang Ketahanan Energi, Perdagangan Dan Sistem Pangan Global
Analisis

Perang AS vs IranAS vs Iran Mengguncang Ketahanan Energi, Perdagangan Dan Sistem Pangan Global

25 Juli 2026 · 5 menit baca

Kalah Dalam Persaingan Geopolitik, AS Mengguncang Kerajaan Sutra dan Petrokimia China
Analisis

Kalah Dalam Persaingan Geopolitik, AS Mengguncang Kerajaan Sutra dan Petrokimia ChinaPetrokimia China

16 Juni 2026 · 5 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents