Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Politik-Keamanan

Membaca Isyarat RungkadIsyarat Rungkad Dari Istana

Rusman

Rusman·23 Agustus 2023·2 menit baca

Bagikan
Membaca Isyarat Rungkad Dari Istana
Melihat Fakta di Balik Peristiwa atas Viral Isu MPR Kembali Jadi Lembaga Tertinggi
Hari ini, sepertinya tengah terjadi upaya pembelahan ataupun pelemahan kekuatan secara masif oleh invesible hands supaya isu-isu hulu, khususnya isu MPR kembali menjadi Lembaga Tertinggi Negara tidak menjadi trending topic. Tak jadi perhatian publik. Ini asumsi awal catatan ini.
Ya, mengembalikan MPR selaku lembaga tertinggi memang identik mengembalikan Kedaulatan Rakyat sebagai pemilik tertinggi kedaulatan di negara ini, dimana sejak 2004, telah dibajak oleh partai politik (parpol) berbasis UUD hasil amandemen (1999 – 2002).
Sekali lagi, itulah salah satu isu hulu yang kini tengah bergulir kuat di publik setelah topik tersebut dilempar Bamsoet, Ketua MPR, lalu disambut oleh LaNyalla, Ketua DPD RI, dalam pidato kenegaraan pada hari Rabu, 16 Agustus 2023 di Gedung Nusantara II, DPR/MPR RI, Jakarta. Intinya, “MPR kembali menjadi lembaga tertinggi, membuat GBHN, memilih dan menunjuk presiden/wakil presiden sebagai mandataris, membuat Ketetapan/Tap dan seterusnya”.
Kalau sudah begini, isu ‘bajingan tolol’-nya Rocky Gerung, misalnya, ataupun berita pengkhianatan Budiman Sudjatmiko kepada PDIP-P, atau kasus-kasus korupsi yang terus terkuak di publik dan lain-lain, sejatinya merupakan isu-isu hilir yang tidak perlu terjadi bila masalah hulu ini sudah dibenahi dan diselesaikan. Penjelasan hal dimaksud, perlu sesi tersendiri. Lain kali dibahas.
Jadi, apakah penggaduhan isu-isu hilir hanya deception (pengalihan) agar isu hulu tidak menjadi agenda publik?
Tidak juga. Keduanya, baik isu hulu maupun hilir saling berkelindan membentuk format terbaik untuk bangsa dan Negara Tauhid ini. Semoga. Dan sepertinya, ada skenario lain menyelinap senyap di antara beberapa skenario para elit politik. Dan ia —skenario lain— tercium melalui beberapa isyarat alias tanda-tanda. Maka, bacalah!
Tak dapat dipungkiri, pemilu bermodel one man one vote sebagai produk konstitusi UUD hasil amademen (1999 – 2002), selain bernapaskan individualis lagi liberal, justru membuat polarisasi sosial, menciptakan keterbelahan masyarakat kian lebar, menimbulkan konflik antarparpol maupun di internal parpol, juga yang paling utama — one man one vote— menabrak sila ke-4 dan melemahkan ikatan sila ke-3 dari Pancasila. Itu yang perlu disadari bersama oleh segenap anak bangsa. Pancasila telah dilanggar (bahkan ditinggalkan) secara terang-terangan dalam sistem bernegara akibat amandemen UUD 1945.
Kiranya, Pidato Kenegaraan Bamsoet dan LaNyalla di Gedung Nusantara II adalah ‘pintu pembuka’ bagi semua elemen bangsa, dan menjadi gelombang perubahan sistem bernegara kembali ke jati diri bangsa dengan menggunakan lagi konstitusi yang merupakan maha karya the Founding Fathers.
Terkait hari yang terpilih pada Pidato Kenegaraan, Ki Lanange Jagat pernah bertutur, “Le, Rabu itu tandanya RAJA, omongannya selalu BENAR!”.
Sesungguhnya kita semua hanya penyaksi. Sekedar menjemput takdir masing-masing. Dan di Bumi Pertiwi ini, masih banyak tamu tak diundang di antara rerumpun kembang sore dan bunga-bunga sedap malam.
M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)
Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaAS Memainkan Isu Taiwan Untuk Bendung Pengaruh Cina, Berpotensi Ciptakan Militerisasi di Asia PasifikSelanjutnyaAda False Flag Di Atas False Flag Operation

Lainnya di Politik-Keamanan

Lihat semua
Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis
Analisis

Pilpres 2029Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis

9 Juni 2026 · 3 menit baca

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber Diplomacy
Analisis

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber DiplomacyNon-Aligned Cyber Diplomacy

1 Mei 2026 · 9 menit baca

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema Neokolonialisme AS di Indonesia
Analisis

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema NeokolonialismeSkema Neokolonialisme AS di Indonesia

29 April 2026 · 12 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents