Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Sosial

Mengulas Buku Antologi Puisi Filsafat ImajinasiFilsafat Imajinasi

Rusman

Rusman·21 Mei 2025·4 menit baca

Bagikan
Mengulas Buku Antologi Puisi Filsafat Imajinasi

Puisi yang baik bukan diukur dari kadar kata-kata yang digunakan, melainkan karena kepekaannya dalam mengekspresikan simbol, metafora dan imajinasi ke dalam susunan kata dan kalimat. Begitulah benang merah kesan dan ulasan dalam peluncuran buku Antologi Puisi Karya Murniatun Margono bertajuk Filsafat Imajinasi, Selasa 20 Mei 2025 di Wisma Daria, Jakarta.

“Imajinasi hanya akan hidup dan menghidupkan manakala kita punya asumsi dan sesuatu yang bergolak dan menggelisahkan di benak”, berkata Giri Basuki sang pelukis, mengulas sekilas antologi puisi karya Murni yang saat ini aktif sebagai Direktur Divisi Hukum, advokasi HAM dan Kesehatan Global di Global Future Institute (GFI).

Dalam peluncuran buku ini, hadir jurnalis senior Nasir Tamara, dan dua wartawati senior yang juga penyair mumpuni, Linda Djalil dan Mariska Lubis. Perupa dan budayawan Giri Basuki , Kartunis Sudi Purwono. Novelis Benny Barman , jurnalis senior dan Pemimpin Redaksi Jakarta Satu Aendra Medita , dan Fotografer Drigo Tobing.

Kebolehan Murni dalam mengekspresikan simbol atau metafora ke dalam penggunaan kata seperti nyamuk, lavender atau bibir kawah, menuai pujian dari Linda Djalil dan Mariska Lubis.

“Saya menangkap kesan dalam puisi Murni mengandung protes atau ketidakpuasan atas apa yang berlangsung saat ini, namun disuguhkan secara santun dan beradab. Saya kira itulah yang dibutuhkan bangsa kita saat ini,” demikian testimoni Mariska Lubis yang kebetulan sudah sempat membaca Antologi puisi Murni tiga hari sebelum acara peluncuran buku.

Giri Basuki pelukis yang sempat gabung komunitas teater Koma besutan Nano Riantiarno dan alumni IKIP Jakarta, juga tak kalah menarik dan menggugah. “Orang seringkali lupa, imajinasi bukan monopoli para seniman. Di semua bidang, pun juga sains, hanya akan melahirkan temuan temuan baru jika imajinasi hidup dalam diri jiwa setiap orang. Maka itu, imajinasi harusnya hidup
pula dalam benak para elit kepeminpinan nasional kita. Saya yakin, kalau para pemimpin kita imajinatif, saya optimis Indonesia masih punya masa depan.”

Boleh jadi, harapan dan optimisme Giri Basuki memang mewakili spirit penyelenggara, para audiens, dan barang tentu, Murni sang penulis Antologi Puisi itu sendiri. Murni pernah merambah bidang jurnalisme beberapa tahun, delapan tahun aktif di dunia perbankan, sepertinya cuma menjadi sarana sarana istimewa untuk menjadi apa adanya ia sekarang.

Lewat Antologi Puisinya, Murni sejatinya bukan mengobarkan api, tapi menyalakan Bara. Boleh jadi inilah penglihatan puisi Murni yang secara intuitif berhasil dibaca secara tepat oleh Linda Djalil, Mariska Lubis, Nasir Tamara, Aendra Medita, Benny Barman, Drigo Tobing dan Sudi Purwono dan beberapa undangan yang hadir dalam forum tersebut.

Mengakhiri warta singkat luncuran buku perdana Murni, ada baiknya merenungkan kabar gembira sekaligus peringatan dari Benny Barman. Sebagai novelis yang secara intuitif mampu membaca karakter, Benny sangat mengagumi JK Rawlings, penulis kondang Inggris yang karya monumentalnya sudah mendunia, Harry Poter.

Setelah sekilas berkisah mengenai karya Rawlings berikut keutamaan sosok sang pengarang sohor Inggris itu sontak Benny berujar “Manakala saya hari ini bertemu langsung, sontak saya ingat Rawlings. Sontak saya membatin, wah anak ini mengerikan sekali.”

Tentu saja Benny sedang menganalogikan Rawlings dengan Murni. Sebelum adanya ia sekarang, pengalaman pahit Rawlings adalah menghadapi penolakan karya-karyanya dari penerbit satu ke penerbit berikutnya. Banjir penolakan alih alih penawaran. Sampai akhirnya menemukan sebuah penerbit yang boleh jadi sama keras kepala dan gilanya seperti Rawlings. Dan bersedia menerbitkannya dan dari sanalah jalan kejayaan bermula.

Ya siapa tahu, Benny Barman bukan sedang membesarkan hati Murni. Siapa tahu itu memang kabar gembira sekaligus peringatan buat Murniatun Margono. Blasteran Blora dan Yogyakarta.

Sebagai catatan penutup, ada yang cukup mengesankan dari kalimat penutup Mariska Lubis ketika mengakhiri ulasan singkat bunga rampai puisi karya Murnia M karena ungkapannya yang tidak biasa namun orisinal.

“Saya tak berharap buku ini akan laris manis, ya Murni. Saya berharap bukumu ini akan menginspirasi,” ujar Mariska Lubis.

Saya jadi ingat ungkapan Nina Geroge dalam novelnya, The Paris Little Book Shop, lewat tokoh sentral novelnya, Monseur Perdu: “Sebuah buku diterbitkan bisa jadi untuk satu juta orang, seratus orang, tapi bisa juga sebuah buku diterbitkan hanya untuk satu orang.”

Hmm kalau direnungkan benar juga. Sebab bisa jadi sebuah buku mungkin sudah dibaca satu juta orang atau 100 orang. Tapi yang terinspirasi saat membaca buku yang sama itu cuma satu orang.

Dan satu orang itu bisa jadi justru yang akan mengguncang atau bahkan mengubah dunia.

Lenin mampu mengguncang dunia gegara membaca novel Chernesynski, What have to be done. Mahatma Gandhi terinspirasi karya karya Tolstoy, Jawaharlal Nehru tergugah imajinasinya saat membaca novel karya Rudiard Kipling, Kim. Atau Bung Hatta saat membaca novel novel karya Dr Karl May.

 

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaKejahatan Yang Tak Mudah Direhabilitasi. Bagaimana Sikap The Strawbeery Generation?SelanjutnyaKurator-Kuratoran

Lainnya di Sosial

Lihat semua
Anak Sekarang Tidak Suka Baca Buku
Sosial

Anak Sekarang Tidak Suka Baca BukuBaca Buku

14 Agustus 2026 · 1 menit baca

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan Lokal
Sosial

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan LokalKearifan Lokal

28 Juli 2026 · 5 menit baca

Sejatinya Amerika di Balik Pundi-Pundi Dollar Ajang Piala Dunia Amerika Serikat 2026
Geopolitik

Sejatinya Amerika di Balik Pundi-Pundi Dollar Ajang Piala Dunia Amerika SerikatAmerika Serikat 2026

24 Juli 2026 · 7 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents