PARANOIA

Bagikan artikel ini
Bahkan Amerika pun terpesona dengan hantu. Meski benar ketakutan bukan khas milik suatu bangsa tapi bila sebuah negara besar sampai tepar diserang pasukan demit mungkin memang ada yang salah dalam cara mereka (dan kita) bernegara.
Di tengah persaingan dua super power dunia Joshep Raymond McCarthy (1908 – 1957) mendadak tampil bak gelombang tsunami di Amerika dan menerjang apa pun yang mencoba mengadangnya. Ia nampaknya tidak sedang menggertak dan menakut-nakuti rakyat Amerika yang pintar-pintar itu.
McCarthy punya data. Awal tahun 1950 senator dari Republik yang terpilih tahun 1947 itu memulai petualangannya. Dalam sebuah pidato di perayaan Lincoln Day ia menyerang Departemen Luar Negeri dengan tuduhan serius.
Sang senator memegang daftar berisi nama 205 orang pejabat di departemen penting itu yang di dakwanya komunis dan bekerja untuk kepentingan negara komunis.
Amerika pun limbung. Bagaimana bisa di departemen dengan seleksi ketat itu nongol makhluk musuh besar negara yang membentuk kebijakan politik Amerika? McCarthy ngotot datanya sahih dan tidak sembarang menuduh.
Merasa kecolongan komite senat bergegas melakukan investigasi di departemen berpengaruh di negara adi kuasa itu. Nama-nama yang disebut dalam daftar diperiksa dan untuk mengetahui kecenderungan politik mereka tentu dilakukan juga semacam test wawasan kebangsaan.
Wisconsin Sen. Joseph McCarthy
Hasilnya? Komite tak menemukan bukti apa pun departemen luar negeri diinfiltrasi komunis. Jangankan pejabat berideologi komunis tukang sapu komunis pun tak ditemukan di situ. Senat menyimpulkan mereka sepenuhnya bekerja untuk kepentingan dan kejayaan Amerika.
Tapi McCarthy tak peduli dan terus berkampanye dengan telunjuk menuding ke segala arah. Baginya tak ada sudut Amerika yang kebal dari pengaruh komunisme, juga militer dan Hollywood. Mereka bekerja sebagai mata-mata untuk kepentingan Uni Soviet.
Terpesona McCartisme FBI (biro intelijen dalam negeri) menambah jumlah pegawai dari 3.557 anggota tahun 1946 menjadi 7.029 tahun 1952 untuk memantau kecenderungan komunis rakyat Amerika. Sekitar 2000 pegawai federal dipecat, sejumlah lainnya dihukum penjara. Mereka yang dituduh komunis mendadak jadi paria.
Dalam sebuah jajak pendapat tahun 1954 aksi McCarthy didukung 50% rakyat Amerika, lebih dari cukup bagi senator paranoid itu melanjutkan tebasan pedangnya ke segala arah. Sepanjang tahun 1950 hingga 1956 Amerika diserang paranoia akut, panik musuh akan mencaplok negara mereka dan menjadi mainan Uni Soviet.
Betapa gampang McCarthy menjual dagangannya kepada publik Amerika dan laku. Mengherankan begitu mudah ia membuat orang Amerika kehilangan kepala dan percaya omongan dustanya.
Semua tuduhannya ngawur dan tak satu pun terbukti. Sebuah pengkhianatan bagi keagungan Amerika. “Aku tak mau masuk selokan bersama orang ini,” ujar Presiden Dwight Einsehower. Tapi korban telah terlanjur jatuh dan merana, segalanya sudah babak belur.
Setelah Amerika siuman McCartisme menyerang sebuah negeri lain nun di katulistiwa sana. Berpuluh tahun rakyat negeri itu hidup ketakutan. Siang malam mereka harus waspada; musuh mengintai tiap sudut dan datang dari arah tak terduga.
Selalu ada alasan menuduh pihak lain berbuat jahat dan merusak negara. Dengan menuduh lebih dulu kita pun terbebas dari tuduhan yang sama. Sepanjang usia negeri itu penyakit ini sering kumat dan rasanya susah sembuh.
Darwati Utieh, wartawan senior.
Facebook Comments
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com