Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Sorot Tokoh

Poerba

Rusman

Rusman·27 Januari 2024·1 menit baca

Bagikan
Poerba

Ia orang beruntung. Seandainya tidak bertemu lelaki Belanda itu ia mungkin akan tetap jadi orang bergajul di Surakarta dan pasti tak bakalan jadi guru besar UI.

G.A.J Hazeu, profesor ahli sastra Jawa klasik, tak ragu mengundangnya ke Belanda menjadi asistennya di Universitas Leiden.
Pakar Belanda itu bertemu Raden Poerbatjaraka (1884 – 1964) ketika ia melakukan riset naskah kuno di Surakarta. Saat itu ia butuh orang yang mampu melakukan klasifikasi bahan juga punya kamampuan membaca naskah dengan baik.

Melihat penguasaannya atas sastra Jawa kuno ia disarankan kuliah dan pada saat yang sama tetap mengajar sebagai asisten.

Tanggal 11 Juni 1926 ia masuk masuk ruang promosi doktor dan membaca disertasi Agastya in den Archipel dengan Hazeu sebagai promotor.

Dengan begitu ia mungkin doktor kedua setelah Hussein Dajadiningrat (promosi 3 Mei 1913). Utang budinya kepada Hazeu terdengar liris. Ketika saya menggelepar dalam lumpur kehinaan di Surakarta dan mengacungkan tangan minta tolong tuanlah yang menyambut dan menolong saya, tulisnya dalam pengantar disertasi.

Dalam pandangan Hazeu pengetahuan Poerbatjaraka yang kaya dapat diharapkan penggalian dan penafsiran teks sastra klasik yang lebih tepat dan segar.

Bagi profesor perintis epigrafi di Nusantara itu ketepatan tafsiran terhadap suatu teks kuno harus dimulai dari etimologi baik dalam naskah maupun prasasti.

Mereka yang pernah jadi mahasiswanya pasti ingat kadang kuliah dua jam setengahnya habis mengosak-asik kata yang tertulis di prasasti.

Poerba tak pernah menyembunyikan kekagumannya pada Hazeu. Dalam beberapa karyanya ia selalu menyebut nama orang Belanda itu dengan penuh hormat.

Ia bukan hanya asistennya, juga menganggap Hazeu orang yang memberi jalan pengetahuan kepadanya.

Darwati Utieh, wartawan senior

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaIgnas Kleden, Postcript Sebuah Kesungguhan IntelektualSelanjutnyaProfil: Bujang Salim (1891-1959)

Lainnya di Sorot Tokoh

Lihat semua
Biografi
Sorot Tokoh

Biografi

28 Januari 2026 · 10 menit baca

James Danandjaya, Ensiklopedia Foklor Indonesia
Budaya

James DanandjayaJames Danandjaya, Ensiklopedia Foklor Indonesia

13 Desember 2025 · 6 menit baca

Yang Membuat dan Yang Dicatat
Sosial

Yang Membuat dan Yang Dicatat

31 Oktober 2025 · 4 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents