Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Podcast
    • Galeri
GFIEST. 2007

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Politik-Keamanan

Promosi Doktor Manuel KaiseipoManuel Kaiseipo

Rusman

Rusman·27 Juni 2024·2 menit baca

Bagikan
Promosi Doktor Manuel Kaiseipo

Manuel Kaiseipo berhasil meraih gelar Doktor pada Rabu (26/6/24) di Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia, Jakarta. Tokoh masyarakat Indonesia Timur ini berhasil menyakinkan para dosen penguji dengan distertasi berjudul: Reposisi Kedudukan Utusan Golongan di MPR-RI Utk Mewujudkan Demokrasi Deliberatif: Perspektif Politik Hukum Pancasila.

Substansi dari disertasi yang diangkat adalah perlu adanya reposisi terhadap kedudukan MPR pasca amandemen UUD 1945. Menurut promovedus bahwa setelah 4 kali amandemen telah merubah total konstruksi daripada UUD 1945 terhadap Pancasila.

Padahal ciri demokrasi Pancasila adalah musyarawarah mufakat yang termaktub dlm sila ke 4 yaitu Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Kekhasan Demokrasi Pancasila atau dalam teori Ilmu Politik disebut dengan Demokrasi Deliberatif telah kehilangan maknanya yaitu musyawarah-mufakat.

Dengan demikian eksisten dari MPR sebagai lembaga tertinggi negara hakekatnya yang mengandung value musyawarah-mufakat sirna.

Selain amandemen UUD telah pula menghilangkan MPR sebagai sebagai lembaga tertinggi negara juga telah meniadakan utusan golongan.

Meniadakan utusan golongan telah pula menghilangkan unsur-unsur keterwakilan terutama dari kelompok kelompok minoritas dlm masyarakat Indonesia sebagai realitas politik.

Akibatnya dalam sistem politik Indonesia dimana partai politik lebih dominan dlm lembaga DPR sebagai hasil dari proses politik election atau pemilu yang tanpa disadari kita telah menampik keberadaan utusan golongan di MPR. Sehingga keterwakilan masyarakat yang semestinya berada dilembaga politik tertinggi MPR sirna.

Realitas politik saat ini jauh lebih dominan political election sementara political representatif terabaikan. Hal ini nampak transparan, dimana pemilu berdasarkan pada political election, partai politik lebih dominan di lembaga parlemen dan mereka yang terpilih adalah yang memiliki kekuatan finansial, sehingga mengalahkan mereka yang semestinya berasal dari political representatif.

Hal ini sangat berpengaruh yang duduk sebagai Anggota parlemen adalah mereka yang berduit, sementara yang berasal dari perwakilan masyarakat atau representase menjadi minoritas atau terabaikan.

Tidak heran bila sistem politik Indonesia hari ini (merupakan) produk dari political election dengan ciri parpol lebih menguasai dan mendominasi pengambilan keputusan di negara ini. Karena partai politik yang dominan di parlemen otomatis pula “berselingkuh” dengan kekuatan-kekuatan kapitalis atau pemodal sehingga membentuk sistem pemerintahan yang dikuasai oligarki. Sehingga dalam konteks itu maka perlu dilakukan reposisi MPR dan Utusan Golongan terutama pasca amandemen UUD 1945. (fm)

Rusman

Penulis

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaBagaimana Membalik Meja Judi Bandar DemokrasiSelanjutnyaIndonesia Dalam Keadaan Bahaya Akibat Demokrasi Ala Taman Kanak-Kanak!

Lainnya di Politik-Keamanan

Lihat semua
Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis
Analisis

Pilpres 2029Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis

9 Juni 2026 · 3 menit baca

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber Diplomacy
Analisis

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber DiplomacyNon-Aligned Cyber Diplomacy

1 Mei 2026 · 9 menit baca

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema Neokolonialisme AS di Indonesia
Analisis

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema NeokolonialismeSkema Neokolonialisme AS di Indonesia

29 April 2026 · 12 menit baca

Terpopuler

  1. 01Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif
  2. 02Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
  3. 03Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
  4. 04Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
  5. 05Berita Besar

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents