Dokumen Pentagon Isyaratkan AS Sedang Membangun Kompleks Industri Militer ala Perang Dingin

Bagikan artikel ini

Ada perkembangan cukup krusial dalam dua minggu terakhir yang luput dari liputan media masa arus utama. Bahwa Amerika Serikat sedang memprovokasi konflik militer terbuka terhadap Rusia dan Cina. Dua negara adikuasa yang saat ini berada dalam peringkat kedua dan ketiga dalam kepemilikan persenjataan nuklir.

 

Sumber Berita  Sebuah artikel yang ditulis oleh Andre Damon berjudul:

Pentagon Report Points To US Preparations For Total War

 

Pada 3 Oktober lalu, pemerintah AS untuk pertama-kalinya sejak perang dingin, mengancam akan menyerang wilayah kedaulatan Rusia. Duta Besar PBB untuk NATO Kay Bailey Hutchison menuding Rusia telah melanggar perjanjian Senjata nuklir landas darat jarak menengah atau dikenal dengan The Intermediate Range Nuclear Force (INF) dengan mengembangkan senjata nuklir landas udara atau cruise missile.

 

Pernyataan keras dan konfrontatif dari Duta Besar Hutchison itu dikeluarkan selang tiga hari setelah timbulnya bentrok di perairan Laut Cina Selatan antara kapal perang Cina dengan kapal perusak angkatan laut AS.

 

Namun dibalik ketegangan militer yang mencuat antara AS versus Rusia dan Cina, agaknya pemerintahan Presiden Donald Trump sedang melakukan restrukturisasi perekonomian AS seraya mempersiapkan suatu perang terbuka secara militer dengan musuh-musuh utama AS seperti Rusia dan Cina. Yang pada perkembangannya akan bermuara pada terjadinya perubahan radikal dalam kehidupan ekonomi, politik dan sosial di AS.

 

Inilah indikasi yang tersurat dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Pentagon berjudul Assesing dan Strengthening the Manufacturing and Defense Industrial Base and Supply Chain Resiliency of the United States.

 

Melalui laporan Pentagon ini, mengindikasikan bahwa AS tidak sekadar bermaksud melancarkan perang berskala terbatas dalam lingkup regional, melainkan mempersiapkan sebuah perang bersifat massif dan bersifat jangka panjang terhadap Rusia dan Cina, dalam naungan situasi negara yang menerapkan kebijakan autarki.

 

Dokomuen Pentagon itu juga menggarisbawahi bahwa untuk mewujudkan postur militer yang mendukung upaya perang massif dan jangka panjang itu, AS harus melakukan restrukturisasi perekonomiannya secara besar-besaran.

 

Melalui dokumen Pentagon tersebut nampaknya untuk membangun The Military Industrial Complex atau Kompleks Industri Militer, maka yang harus digalang bukan saja pemerintah, melainkan juga sektor swasta. Termasuk berbagai organisasi yang berkiprah dalam bidang Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Berarti pula, mengggalang dukungan dari kalangan pergurian tinggi dan akademisi.

 

Ilustrasi operasional gudang produksi pentagon/research.ca

 

Agaknya, itulah prioritas nasional pemerintahan Presiden Trump saat ini. Sebagai dalihnya, Dokumen Pentagon secara eksplisit menegaskan bahwa upaya tersebut ditujukan untuk menghadapi ancaman dari Cina. Strategi Ekonomi Cina yang dikombinasikan dengan kebijakan-kebijakan strategis di bidang industri, dipandang oleh AS sebagai ancaman nyata terhadap basis-basis industri AS. Sehingga pada akhirnya akan membahayakn keamanan nasional AS.

 

Dengan demikian, skema Kompleks Industri Militer AS yang bertumpu pada penggalangan komponen pemerintahan, sektor swasta maupun lembaga-lembaga akademik yang berkiprah pada bidang penelitian dan pengembangan, diyakini oleh Pentagon akan mengembalikan domoniasi militer AS.

 

Melindungi sektor industri berat AS seraya melindungi seltor teknologi canggih/high tech, agaknya itulah program pokok yang tergambar melalui Dokumen Pentagon tersebut.

 

Pentagon nampakmya sangat resah dengan begitu besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah Cina dalam bidang penelitian dan pengembangan, yang besarnya anggaran riset dan pengembangan sudah hampir menyamai AS.

 

Seperti halnya dengan dokumen sebelumnya yang dirilis Pentagon ihwal US National Strategy, pemerintahan Presiden Trump menyerungkan diintegrasikannya seluruh elemen kekuatan nasional AS: Diplomasi, Informasi, Ekonomi, Keuangan, Intelijen, penegakan hukum dan militer.

 

Untuk mewujudkan skema yang tersurat dalam Dokumen Pentagon itu, nampaknya Washington sedang mengondisikan situasi ke arah perang total, seraya mengondisikan masyarakat totaliter atas nama Keamanan Nasional. Menarik untuk dilihat perkembangannya.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)

Facebook Comments