Pameran Photo Nyai di Negri Belanda

Bagikan artikel ini

Belum lama di negri Belanda digelar pameran photo Nyai yang dihadiri Ratu Belanda. Pelbagai photo Nyai dltampilkan yang berasal dari era 1900-an (photo atas).

Nyai wanita nativ yamg bekerja sebagai PRT di rumah orang Belanda yang hidup membujang. Si Tuan dan PRT hari2 pandang bertemu pandang akhirnya rasa cinta di qolbu me-nendang2.

Jo’é, apa kowe orang suka jadi aku punya bini? Kata Tuan.
Kalu saye sih dari kemaren juga ude siap, Tuan. Kata Jo’é transparan.

Tuan dan Jo’é akhirnya jadi laki bini zonder nikah. Status Jo’é bini piara. Publik menyebut Nyai Belanda.

Nyai Belanda paling sohor Dasima. Ia berpapasan dengan maut tahun 1821. Menurut G. Francais yang pada tahun 1853 menulis buku tentang Dasima, bahwa Dasima bekerja di Curug, Tangerang pada Tuan Tanah Perancis nama Francais. Francais punya kenalan di Betawi seorang Inggris notaris nama William yang sering. berkunjung ke Curug. Setelah ada Dasima William lebih sering berkunjung.
Namanya bule, William bilang terang2an ke Francais yang dia mau jadikan Dasima bini piara dan akan dibawa ke negri Betawi. Francais sepakat.

Nyai Dasima : Komunitas Bambu

Rumah tangga William dan Dasima berjalan lancar, malah William kasih modal buat bini piaranya untuk berdagang emas keliling yang istilahnya cengkauw.

Suatu sore cengkauw Dasima pulang dari dagang di Pasar Baru naik delman ke rumahnya di Pejambon.
Di pinggir kali Pejambon dekat rumahnya, delman berhenti. Kusir yang kemudian diketahui bernama Samiun itu seret Dasima lalu godot lehernya dan buang jenasahnya ke kali. Uang dan emas dibawa kabur.

Penjajahan Perancis di Jawa aneh. Mereka pegang pemerintahan dan tentara tapi Polisi tetap Belanda.
Polisi Belanda tangkap Samiun.

Kata polisi Belanda pada Samiun, zegt Miun, kowe orang tidak dihukum mati, hukum badan saja kalau kowe mengaku yang bunuh Dasima
orang nama Puasa, kowe cuma bantu2 Puasa.

SAmiun: Saya akur, tapi urusannya apa sama Bang Puasa jago Kwitang?

Polisi: Kowe jangan banyak omong, Puasa latih banyak orang2 Mester main silat. Kita orang curiga.

Puasa dihukum gantung sampai mati pada 1821 tanpa salah.
Pada tahun 1825-30 pecah perang Diponegoro. Terkenal keterlibatan kontingen Mester bantu Diponegoro.

Kontingen Mester itu yang pernah dilatih Puasa orang Gg Mendung, Kwitang.

Ridwan Saidi, budayawan dan pengkaji sosial-budaya Betawi

Facebook Comments
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com