About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi
Perkembangan Dunia
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • Podcast
    • Gallery
GFIEST. 2007

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Culture

ShalahudinShalahudin al Ayubi

Rusman

Rusman·2 January 2024·1 min read

Share
Shalahudin al Ayubi

Film “Kingdom of Heaven” (2005) yang disutradarai oleh Ridley Scott adalah film sejarah epic setelah Gladiator,

Dan entah kenapa saya mengecek keakuratan sejarah dengan kisah di film ini dan semua tokoh dalam film ini punya kesalahan sejarah yang banyak, mulai dari tokoh utama Bailan, Ratu Sibylla, Guy de Lusignan, Raja Baldwin IV dan Reynald Chatillon…….

Kecuali satu tokoh, yaitu SALADIN

iya, Shalahuddin Al Ayubi dalam film ini yang paling akurat sesuai fakta sejarahnya, mulai dari awal film yang menjelaskan bagaimana Shalahuddin menyatukan dunia Timur Tengah dan kharismanya yang disegani oleh para musuhnya sampai kemenangannya membebaskan Jerusalem.

Jadi pertanyaannya adalah: kenapa film barat yang disutradarai oleh sutradara terkenal membuat film yang dimana semua tokoh non muslim dengan kesalahan sejarah, sementara satu tokoh muslim yang dimunculkan justru paling akurat secara sejarah?

Kalau kita lihat bagaimana dunia barat seperti terobsesi dengan Shalahuddin dan banyak studi dan buku-buku yang membahas tentang tokoh ini, jadi kita gak heran jika ada satu film yang mengangkat tokoh terkenal ini.

Dari forum komunitas sejarah yang dibina oleh Ustad Asep Sobari, dijelaskan bagaimana barat mempercayai bahwa akan ada kebangkitan generasi Shalahuddin yang akan mempersatukan dunia Timur Tengah dan membebaskan Jerusalem seperti yang dilakukan oleh Shalahuddin al Ayubi dulu kala.

Saya sarankan kalau mau menonton film ini, coba cari versi “Director Cut” yang lebih panjang dan lebih detail, karena banyak adegan penting yang dihilangkan pada versi layar lebarnya.

Dan dari film versi panjang itu kita bisa mendapatkan kesan bahwa film ini dibuat untuk harapan agar suatu saat ada masa perdamaian antara Islam dan Kristen dibawah satu panji.

Film Kingdom of Heaven versi director cut dinobatkan sebagai film terbaik dari sutradara Ridley Scott.

Susan Devi, Pemerhati Sosial-Budaya

Rusman

Author

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousIndonesia Patut Mengapresiasi dan Mendukung Ajang Olahraga Gaya Baru Games of the Future 2024 MLBBNextIndonesia Harus Membendung Internasionalisasi Aktivitas Kaum LGBTQI Dengan Dalih Perlindungan HAM

More in Culture

View all
Pascakongres 2026: SATUPENA dan Masa Depan Profesi Penulis di Era AI
Culture

Pascakongres 2026: SATUPENA dan Masa DepanMasa Depan Profesi Penulis di Era AI

14 August 2026 · 9 min read

Anak Sekarang Tidak Suka Baca Buku
Society

Anak Sekarang Tidak Suka Baca BukuBaca Buku

14 August 2026 · 1 min read

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan Lokal
Society

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan LokalKearifan Lokal

28 July 2026 · 5 min read

Most Read

  1. 01Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik
  2. 02Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
  3. 03Kita Butuh Mas Botok Sebagai Tokoh Rakyat
  4. 04Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
  5. 05Antara Pax Silica dan WAICO, Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia Harus Kreatif dan Inovatif

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents